
🥰Happy Reading🥰🥰
Di Hotel XX
Mami Safira dan Andi baru saja sampai di depan lobi Hotel, mereka berjalan sedikit cepat mengikuti langkah kaki Asisten Bara.
"Klick.." Bunyi pintu terbuka.
"Mari Nyonya dan Tuan muda, silahkan masuk. Sepertinya, Mr. Ramon sebentar lagi akan sampai, beliau mengajak putrinya yang bernama Nona Amara, untuk menangani bisnis kerjasama ini." Ujar Asisten Bara seraya membukakan pintu untuk mereka.
"Iya Asisten Bara terima kasih." Ucap Safira dan Andi bergantian.
Asisten Bara menganggukan kepalanya, lalu diapun meminta izin untuk menunggu Mr. Ramon dan putrinya di depan lobi Hotel.
"Permisi Nyonya, Tuan muda, saya akan segera kembali setelah bertemu tamu klien kita."
"Iya Asisten Ramon." Ucap Mami Safira, lalu dianggukkan oleh Andi.
Asisten Barapun meninggalkan mereka berdua di ruang VVIP Hotel XX, lalu berjalan cepat ke pintu Lobi Hotel untuk menunggu Mr. Ramon dan Nona Amara datang.
Setelah kurang lebih sepuluh menit menunggu, akhirnya tamu istimewa yang ditunggu sudah datang.
"Selamat Pagi dan selamat datang Mr Ramon dan Nona Amara." Ucap salam Asisten Bara dengan ramah dan sopan, seraya berjabat tangan dengan keduanya.
"Selamat pagi juga, Mr. Bara. Senang bisa berjumpa dengan anda kembali." Jawab salam Mr Ramon, seraya menyambut jabatan tangan Asisten Bara.
Nona Amarapun tersenyum ramah dan ikut berjabat tangan dengan Asisten Ramon.
"Mari Mr. Ramon dan Nona Amara, silahkan ikuti saya untuk menemui Nyonya Safira dan Tuan Muda Andi Permana."
"Iya Mr. Bara." Ucap Mr. Ramon singkat, mengikuti apa yang dikatakan Asisten Bara. Sedangkan Nona Amara hanya mengangguk kecil, seraya tersenyum ramah.
Mr. Ramon dan Nona Amarapun akhirnya mengikuti Asisten Bara melangkah, wajah Mr. Ramon yang tampan meski usianya tergolong sudah kepala empat, namun dirinya masih tetap terlihat bugar dan gagah.
Apa lagi wajah Nona Amara begitu cantik dan menggoda, usianya masih belia yaitu menginjak angka 19 tahun.
Semua orang yang mereka temui menatap penuh heran dan kagum, akan ketampanan dan kecantikan wajah mereka yang berbeda usia.
__ADS_1
Banyak diantara mereka, yang membicarakannya dengan beranggapan yang macam-macam.
"Cowoknya tampan meski sudah berumur yah?"
"Ceweknya juga cantik, apa lagi masih belia sepertinya."
"Mereka Ayah dan anak atau Om-om dengan cabe-cabeannya yah?"
"Sayang banget yah, kalau cowok itu tampan tapi senangnya selingkuh sama gadis yang lebih pantas menjadi anaknya."
"Gadis cantik sayang banget, kalau cuma jadi selingkuhan ataupun pelakor."
"Kenapa sih, cowok tampan itu tidak pernah cukup dengan satu wanita?"
Begitulah kiranya mereka membicarakan dan berpikir yang tidak-tidak tentang Mr. Ramon dan Nona Amara.
...Pada dasarnya apa yang kita lihat baik, belum tentu itu benar. Sedangkan apa yang kita lihat itu tidak baik, bisa jadi itu adalah benar. Maka bijaklah dalam berucap dan berpikir, lebih baik diam jika tidak tahu kebenarannya. Pov : Autor Receh...
Asisten Bara dan tamu istimewa sudah datang dan masuk kedalam ruangan VVIP yang sudah disiapkan sebelumnya oleh pihak Hotel.
"Selamat pagi Mr. Ramon, perkenalkan ini anak sulung saya yang bernama Andi Permana." Ucap salam Mami Safira ramah, seraya mengenalkan anak pertamanya.
"Salam kenal Mr. Ramon, senang berkenalan dengan anda." Ucap Andi senang seraya mengangguk kecil.
"Saya juga senang sudah mengenal anda, Mr Andi Permana. Produk anda sungguh luar biasa tampan Mrs. Safira, tidak jauh berbeda dengan Mr. Dahlan. Wajahnya seperti saya melihat Mr. Dahlan sewaktu muda." Ujar Mr. Ramon memuji anak kolega bisnisnya.
"Terima kasih Mr. Ramon, anda sangat pintar memuji dan menilai orang." Ucap Safira senang, seraya tersenyum mengembang.
"Ha.. ha.. ha... saya bicara sesuai pakta mrs Safira. Ini perkenalkan putri tunggal saya, yang sangat saya sayangi, pewaris tunggal semua yang saya miliki, namanya adalah Amara Anastasya." Tawa Ramon pecah, saat mendengar ucapan Safira.
"Salam kenal Tante Safira dan Kak Andi Permana, saya sangat senang bisa mengenal kalian." Ucap Amara senang, diapun sangat kagum dengan ketampanan Andi.
"Pria ini terlihat dingin dan sombong, namun wajahnya sangat tampan. Tapi kenapa aku menyukainya yah? Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama." Bathin Amara bermonolog.
Andi merasa gadis yang ada dihadapannya sedang menatapnya lapar, entah mengapa dirinya begitu tidak menyukainya. Meski gadis itu sangat cantik dan menggoda, namun dirinya tidak tertarik sedikitpun.
Setelah mereka saling berjabat tangan dan memperkenalkan anak mereka masing-masing, kedua rekan bisnis itupun berjalan menuju meja makan, yang sudah tersedia dengan fasilitas terbaik di Hotel XX tersebut.
__ADS_1
Nyonya Safira dan Tuan muda Andi duduk saling berhadapan dengan Mr. Ramon dan Nona Amara.
Senyum ceria dengan menampilkan gigi putih dengan gingsul, yang menambah manis gadis itu, tertuju kepada Andi. Namun dibalas Andi dengan tatapan dingin, seketika membuat lawannya mati membeku.
Pelayan Hotel menghampiri mereka, untuk segera memesan makanan apa saja yang akan dipesan.
"Maaf Nyonya dan Tuan, ini silahkan dibaca buku menu andalan Hotel kami. Silahkan dicatat di sini, kami akan menunggunya." Ucap pelayan Hotel itu ramah, seraya menyerahkan buku menu dan selembar kertas juga bolpointnya.
Safira tersenyum, lalu meraih buku menu itu. Diapun memilih menu masakan andalan Hotel tersebut, lalu menawarkan kepada kliennya tersebut. Ramon dan Amarapun mengangguk kecil, tanda mereka menyukainya.
Safira menuliskan dengan rinci, apa saja yang sudah dipesan mereka sesuai kesukaannya masing-masing.
"Ini Mba, semuanya sudah saya tulis di sini." Ucap Safira saat memberikan semua pesanan yang sudah dicatatnya.
"Baiklah terima kasih Nyonya dan Tuan, mohon ditunggu pesanannya." Ucap pelayan itu ramah.
Safira dan yang lainnyapun mengangguk pelan, seraya tersenyum ramah.
Sambil menunggu makanan jadi, mereka membahas kerja sama mereka yang sudah disepakati kedua belah pihak satu minggu yang lalu. Papi Dahlan yang menandatanganinya saat itu.
"Semua sudah Deal yah Mrs. Safira. Mulai besok anak saya yang akan menangani kerja sama kontrak baru kita, karena yang lama sudah berakhir masa berlakunya kontrak." Ujar Mr. Ramon dengan gamblang.
"Baiklah Mr. Ramon, saya juga akan menugaskan anak saya Andi untuk kerja sama ini, Andi yang akan menggantikan suami saya sementara." Ucap Nyonya Safira menimpali.
Merekapun menyetujui kerja sama tersebut, dengan membaca perjanjian kontrak masing-masing, yang sudah dibubuhi tandan tangan masing-masing kedua belah pihak.
Andi dan Amara ikut menandatangani surat kontrak tersebut, karena mereka yang akan terlibat langsung didalamnya. Otomatis dengan adanya bisnis kerja sama ini, keduanya akan dipastikan sering bertemu di lokasi yang sama.
Amara bersorak kegirangan, karena Andi yang menggantikan Papinya. Sementara Andi masih bersikap dingin dan masa bodoh.
"Mulai besok, kita akan sering bertemu yah Kak Andi." Ucap Amara senang.
"Heeem.." Hanya gumaman yang terdengar dari bibir Andi.
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....
__ADS_1