Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 40


__ADS_3

πŸ₯°πŸ₯°Happy ReadingπŸ₯°πŸ₯°


Mutiara sedang duduk disofa tempat dia tidur dulu, saat awal dia datang dan masuk ke kamar ini. Netranya melihat tumpukkan kado, yang masih terbungkus rapi diatas nakas. Diapun langsung menghampiri kado-kado tersebut, dan menyentuhnya.


"Mas Andi, ini hadiah ulang tahun Mas Andi. Semuanya masih tersimpan rapih di kamar ini. Apa Mas Andi tidak ingin membukanya?"


"Apa sayang? Kado itu?"


"Heem.. kado ini.. !"


"Saya lupa saat itu, ada insident dimalam ulang tahun saya, bukan?"


"Iya.. Mas, semua gara-gara saya."


"Bukan, ini bukan salah kamu, sayang. Sudahlah yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Yang penting sekarang, saya sangat mencintai kamu. Kalau kamu bagaimana? Apa kamu merasakan hal yang sama, sayang?"


"I.. iya.. Mas And, saya juga menciintai Mas Andi."


"Alhamdulillah, berarti kita sama-sama merasakan rasa cinta dan sayang yang sama. Saya tidak bertepuk sebelah tangan, karena kamu juga merasakan hal yang sama."


"Mas Andi, kenapa baru sekarang ini, Mas Andi menyukai dan mencintai saya?" Tanya Mutiara penasaran.


"Ueem.. mungkin saya baru sadar betapa specialnya kamu dan betapa baiknya kamu, sayang."


"Massa? Sepertinya bukan itu alasan paling utama!"


"Ha.. ha.. ha.. cerdas! Kamu tahu saja, kalau bukan itu awal saya menyukai kamu."


"Lalu apa? Coba katakan, saya ingin tahu."


"CEMBURU.. ! Saya merasakan cemburu kepada adik Angga. Dia dengan terang-terangan mengatakan cinta sama kamu dan meminta saya untuk melepaskan kamu."


"He.. he.. he.. CEMBURU..? Mas Andi cemburu sama dik Angga? Padahal saat itu Mas Andi tidak pernah cinta sama saya, bukan? Kenapa bisa cemburu?"


"Mungkin saya tidak menyadarinya, atau belum menyadarinya kalau saya benar-benar menyukai kamu."


"Lalu, kenapa Mas Andi mencium saya saat itu? Itu ciuman pertama saya loh, Mas. Mas Andi sudah mengambilnya tanpa izin."


"Maaf.. saya juga tidak tahu, kalau kamu selama ini belum pernah berciuman. Bibir kamu rasanya begitu manis, meski kamu tidak membalas ciuman saya dan tidak mau membukanya." Ujar Andi lalu memeluk Mutiara dari belakang dengan melingkar indah dipinggang istrinya.


"Jangan minta maaf, Mas andi tidak salah, semua yang melekat di tubuh saya adalah milik Mas Andi. Jadi, Mas Andi tidak boleh merasa bersalah begitu."


"Tapi, saya mencium kamu, karena saya cemburu dan kesal, lalu melampiaskannya sama kamu, sayang."


"Iya, saya merasakan hal itu Mas, saya tahu orang yang terbakar cemburu dan orang yang benar-benar tulus mencintai. Seperti saat ini, Mas Andi begitu posesif sama saya."


"Ueem.. wangi sekali tubuh kamu, sayang. Aku sungguh tergoda, adik kecilku terbangun." Rayu Andi dengan menciumi tengkuk istrinya.


Seketika saja, Mutiara meremang. Darahnya berdesir, bulu kuduknya berdiri dan jantungnya berdegup kencang.


Andi lantas membalikkan tubuh istrinya, untuk menghadapnya. Menatap wajah istrinya yang sudah merona merah, matanya yang sedikit sayu dan berkabut. Bibirnya yang sudah bergetar dan tubuhnya yang sudah memanas.


"Boleh..?" Tanya Andi menyentuh bibir istrinya. Lalu Mutiarapun mengangguk kecil.

__ADS_1


Andipun mulai melakukan pemanasan dengan berciuman mesra, melu mat dan menghisap bibir mungil istrinya. Mutiarapun tidak mau kalah, diapun melakukan hal yang sama dengan suaminya. Saling melu mat, bertukar saliva, mengabsen barisan gigi putih mereka dalam rongga mulutnya, saling membelit lidah, saling menyesap, saling menghisap dan saling menggigit lembut bibir keduanya.


Setelah puas berciuman, Andi mulai turun keleher jenjang istrinya. Menghisap dan mengecupnya dengan lembut. Dia meninggalkan jejak sayang di lerher istrinya, yang nampak merah keunguan. Jangan lupakan tangannya, yang sudah meremas kedua buah dada istrinya yang kenyal dan menggemaskan.


"Aah.." Mutiara menge rang dan mende sah, merasakan tubuhnya yang sudah mere mang hebat.


Andi mulai membuka kancing bajunya, karena tubuhnya sudah merasakan panas. Seperti tersengat aliran listrik yang beribu Voltase. Andipun menyukai suara era ngan dan desa han dari bibir istrinya.


Ini adalah pertama kali dia melakukan malam pertama dengan istrinya. Meski dulu Andi pernah berpacaran dengan Naura yang lumayan sedikit berani, namun dia masih bisa menjaga keperjakaannya.


Dirinya hampir kebablasan dan khilaf saat itu. Jika saja tidak terlintas wajah Alya Mentari, mungkin Andi sudah meniduri Naura dan melepaskan keperjakaannya.


Andi mulai membuka kancing baju istrinya perlahan, hingga menyisakan braa yang menutupi dua buah dadanya. Andi mulai membuka pengait braa istrinya yang sedikit kesulitan, namun berhasil juga terlepas.


Dengan susah payah Andi menelan salivanya, langsung melahap rakus pen til buah dada istrinya bergantian. Melu mat, mengulum dan menghisap pentilnya dan memainkannya dengan lidahnya. Meniggalkan jejak kepemilikan disetiap jengkal tubuhnya.


"Aah.." Mutiara kembali mende sah dan mere mang dengan suara lenguhan yang begitu merdu dan menggoda. Andi sungguh terbuai dengan suara halus istrinya.


"Kamu menikmatinya, sayang?" Tanya Andi lembut.


"Iya.. sayang, saya menyukainya saat Mas Andi menghisapnya."


Andipun melanjutkannya, dia menggigit lembut pen til buah dadanya dan mengulumnya dengan gemas. Sesekali tangannya memainkan buah dada istrinya dengan remasan-remasan lembut. Lidahnya menyapu habis tubuh istrinya dengan hasrat yang sudah tidak bisa ditahan lagi.


Bibir Andi kemudian mencium dan melahap lagi bibir istrinya dengan rakus, dan membuat bibir mereka kebas seketika.


"Mas.."


"Sepertinya, saya ingin pipis deh."


"Pipis?"


"Ueemm.. iya."


"Iya sudah.. pipis saja, mau saya gendong?"


"Engga usah, tapi saya malu jalannya ke kamar mandi engga pakai baju."


"He.. he.. he.. sebentar." Andi mengambilkan handuk dari dalam lemarinya.


"Ini.. pakailah."


"Terima kasih, Mas." Ucap Mutiara, langsung memakai handuknya dan berjalan ke kamar mandinya.


Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi, namun Mutiara belum juga keluar. Hingga membuat cemas hati Andi.


"Sayang.. kenapa lama sekali didalam? Apa pipisnya belum selesai juga?" Tanya Andi merasa aneh.


"Ueem.. anu Mas.. saya datang bulan." Sahut Mutiara dari dalam kamar mandi.


"Datang bulan? Maksud kamu apa, sayang?"


"Datang bulan itu, haid Mas. Menstruasi yang datang setiap bulan, bagi wanita yang masih dalam masa subur dan belum monopose."

__ADS_1


"Ooh.. begitu yah. Terus, kenapa kamu engga keluar dari kamar mandi?" Tanya Andi masih heran.


"Belum bisa Mas Andi, kalau saya minta tolong bisa engga Mas?"


"Minta tolong apa?"


"Bawakan pembalut dan kain dalaman untuk saya. Tapi saya tidak bawa pembalut, bagaimana ini? Saya tidak mungkin keluar dalam keadaan tanpa pembalut, Mas."


"Haah..? Terus saya harus cari kemana pembalutnya, sayang? Disini tidak ada anak gadis, sedangkan Mami, saya tidak tahu punya atau tidak. Tapi, saya caba tanya Mbo Panti dan Mbo Yuyun dulu yah."


"Iya.. Mas."


Andipun akhirnya memakai bajunya kembali, padahal adik kecilnya sudah menantang kokoh sedari tadi. Andi bingung cara menyiasatinya, agar tidak nampak menonjol saat menemui Mbo Panti dan Mbo Yuyun.


Akhirnya Andipun melihat sarung untuk sholat, yang terlipat saat tadi dia sholat isya.


"Cerdas." Penampilannya seperti bapak-bapak yang sehabis pulang pengajian, memakai sarung hanya untuk menutupi adik kecilnya yang masih berdiri kokoh.


Andi keluar kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Ruangan nampak sepi, sepertinya penghuni rumah sudah tidur semuanya.


Andi berjalan pelan, untuk menemui Mbo Panti atau Mbo Yuyun.


"Semoga saja mereka punya pembalut, meski saya kurang yakin mereka punya." Andi bergumam pelan.


Usia Mbo Yuyun dan Mbo Panti yang diatas 50 tahun, membuat Andi kurang merasa yakin, jika ARTnya itu memiliki stok pembalut.


"Mau kemana? Kenapa langkahnya pelan sekali? Seperti pencuri."


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Autor : Aduh.. kasihan deh Mas Andi.πŸ€£πŸ™ˆ


Andi : Apa sih Tor..? Engga usah sok kasihan..!😑😈


Autor : Wiih.. marah dia..!πŸ€£πŸ™ˆ


Andi : Otor jahat.. ! Kenapa pake datang bulan segala?"🀧😭


Autor : Lah.. emangnya kenapa? Yang datang bulan istrinya, kenapa Otor yang diamuk?πŸ€•πŸ™ƒπŸ€­


Andi : Iya lah.. Otor sengaja bukan bikin istri aku datang bulan, biar adik kecilku menjerit lagi..!😭😭


Autor : Sabar Mas Andi..πŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ kaboor..!🀣🀣


Andi : Awas balik lagi.. saya kurung dalam kandang πŸ… atau 🦍 baru kapokπŸ˜‚πŸ˜‚


...β™₯️β™₯️β™₯οΈπŸŒΉπŸŒΉπŸ’πŸ’β™₯️β™₯️β™₯️...


Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2