Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 49


__ADS_3

...🥰🥰Happy Reading🥰🥰...


Satu minggu sudah berlalu, Andi melihat istrinya baru saja keluar dari kamar mandi. Dengan rambut basah terurai, begitu nampak cantik dan bercahaya dimatanya.


Andi yang baru pulang dari kampuspun, indra penciumnya langsung menyeruak wangi sabun dan sampho yang berasal dari tubuh istri cantiknya.


"Sayang.. habis mandi harum banget sih, aku jadi kangen." Ucap Andi memeluk istrinya dari belakang, dengan menghirup wangi tubuh istrinya dan mengecupi pundaknya yang mulus, tanpa terhalang baju dengan mesra.


"Mas Andi ko baru pulang?" Tanya Mutiara dengan tersenyum, lalu berbalik menghadap kearah suaminya.


"Iya.. tadi ada seminar dikampus untuk acara penataran para mahasiswa baru, bulan depan." Sahut Andi jujur, menatap lekat istrinya yang sangat cantik.


"Ooh.." Hanya itu yang keluar dari bibir istrinya.


"Kenapa hanya Ooh? Kenapa engga marah? Harusnya marah dong, aku 'kan engga kasih kabar kamu sebelumnya, kalau pulang terlambat." Tanya Andi merasa gemas dan menangkup wajah istrinya dengan mesra.


"Kenapa harus marah? Aku percaya, suamiku sedang kerja mencari nafkah untuk istrinya." Jawab Mutiara dengan senyuman cantiknya.


"Ha.. ha.. ha.. ternyata kamu, selain cantik dan baik, hatimupun begitu lembut dan tulus memberikan cinta dan kepercayaan kepada suaminya." Andi tertawa bahagia mendengar kenyataan istrinya.


"Iya dong, Mas! Pernikahan itu harus dilandasi rasa kasih, sayang, cinta dan kepercayaan. Agar kita bisa menjalani rumah tangga, yang harmonis dan bahagia. Tapi, jangan sekali-kali menghianati kepercayaan yang sudah diberikan. Sekali itu terjadi, takan ada lagi rasa dan cinta seumur hidupnya untuk pasangannya, meskipun dia terus menyesalinya." Tutur Mutiara dengan gamblang.


"Ooh.. istriku pintar sekali.. cup! Aku makin kagum dan cinta sama kamu, sayang. Insya Allah, aku akan selalu jaga kepercayaanmu kepadaku. Cup.. cup.. cup.." Andi merasa bahagia dengan ucapan istrinya. Diapun menghujani istrinya dengan ciuman kilat diseluruh wajah dan bibir istrinya.


"Mas, hentikan.. ! Kamu mandi dulu sana, habis itu kita makan keluar." Ucap Mutiara lembut, mendorong wajah suaminya yang terus menghujani ciuman diwajahnya.


"Tumben mau makan diluar? Ada apa sayang?" Bisik Andi lembut di telinga istrinya.


"Mami dan Ibu tadi yang mengajak." Kata Mutiara jujur.


"Ooh.. kirain kita mau dinner berdua saja, he.. he.. he..." Ucap Andi terkekeh.


"Aissh.. cepetan mandi, Mas..." Ucap Mutiara seraya mendorong tubuh suaminya pelan.


"Iya.. iya, sayang! Temenin mandi dong, ayo.." Pinta Andi memegangi tangan istrinya.


"Mas.. aku sudah mandi. Lihat handukku saja masih aku pakai ini, nanti aku bisa flue kalau mandi terus." Tolak Mutiara beralasan.

__ADS_1


"Hanya temani, engga usah ikutan mandi juga, engga apa-apa." Mohon Andi memelas.


"Engga Mas.. nanti malam saja, aku akan temani Mas Andi mandi, he.. he.. he.." Ucap Mutiara terkekeh.


"Mandi nanti malam? Kenapa engga sekarang saja?" Tanya Andi aneh.


"Mandi keringat, Mas! aku sudah selesai haidnya. Tamu bulanannya sudah pergi, hi.. hi.. hi.." Ucap Mutiara berbisik, lalu tertawa kecil.


"Haah..? Benarkah, sayang? Jadi, malam ini aku sudah boleh masuk gawangmu dong?" Tanya Andi senang dengan mengerling nakal.


"Heeem.." Hanya gumaman yang keluar dari bibir Mutiara, lalu tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, aku mandi dulu yah sayang, dandan yang cantik malam ini, meskipun kamu sudah cantik dari sananya, cup.. " Ujar Andi senang lalu mengecup bibir istrinya sekilas.


Mutiara hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya heran, begitu senang suaminya yang sudah tahu dirinya selesai PMS.


*******


Angga dan Papi Dahlan sedang berbincang santai di ruang keluarga, sudah terlihat rapi, keren dan gagah. Sedangkan Mami Safira dan Ibu Lanjar, baru saja selesai berdandan dengan begitu anggun dan cantik. Maklumlah kalau wanita berdandan agak sedikit lama, dibandingkan dengan pria.


"Aissh.. ada yang jatuh cinta kepada kita jeng! Kita sudah langsung dapat pujian dari pria tampan yang jomblo itu, hi.. hi.. hi.." Ledek Mami Safira tertawa kecil, sedangkan Ibu Lanjar hanya tersenyum.


"Ha.. ha.. ha.. jomblo! Bisa saja Mami kalau meledek anaknya." Papi Dahlan ikut menimpali guyonan istrinya.


"Terus saja ledekian Angga, nanti kalau Angga punya calon istri yang cantiknya kayak kakak ipar, jangan kaget yah Mih, Pih." Ancam Angga dengan tersenyum miring, lalu menaik turunkan alisnya.


"Siap.. kami akan tunggu kabar itu!" Ucap Mami Safira dengan tersenyum riang, lalu mengacungkan kedua jempolnya diudara.


"Ha.. ha.. ha.." Papi Dahlan tertawa puas melihat Angga yang sedang kesal. Sedangkan Ibu Lanjar hanya tersenyum, Angga begitu lucu terlihat dimatanya.


"Andai, Tante punya anak kembar yang cantik dan baiknya kayak kakak ipar, he.. he.. he.." Ucap Angga berandai-andai seraya terkekeh.


"Eehem.. ngarep banget kayaknya, he.. he.. he.." Ucap Andi yang sedang berada di belakang dirinya.


Sontak saja Angga langsung membalikkan tubuhnya, saat mendengar suara Andi yang berbicara. "Eeh.. kak Andi sama kakak ipar cantikku, he. he.. he.." Ucap Angga cengengesan, seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal menutupi rasa canggungnya.


"Ck.. kakak ipar cantikku! Bisa tidak, engga usah pake kata cantikku?" Kesal Andi merasa masih cemburu, bila mendengar adiknya itu selalu memanggil kata cantikku.

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. kak Andi benar-benar sudah bucin kali ini, ish.. ish.. ish.. cemburunya keterlaluan. Sama adiknya sendiri saja cemburu begitu, apa lagi kalau ada mantan pacar kakak ipar?" Ujar Angga meledek kakaknya dengan tawa.


"Deg.." Jantung Andi dan Mutiara sama-sama berdebar. Tanpa sengaja ucapan candaan Angga, begitu menusuk jantung mereka.


Andi yang tidak ingin terjadi adanya mantan pacar istrinya, sedangkan Mutiara masih ada rasa bersalah, yang meninggalkan pacarnya di Yogyakarta tanpa kata terucap dan penjelasan sedikitpun.


Mami Safira dan Papi Dahlanpun merasa aneh saat melihat wajah anak dan menantunya tiba-tiba sangat pucat, saat Angga melontarkan kata yang maksudnya hanya candaan saja.


Ibu Lanjar apa lagi, dia merasa bersalah sudah menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya tentang pacar Mutiara di Yogyakarta yang bernama Kelik.


"Kenapa dengan wajah kak Andi dan kakak ipar? kalian terlihat sangat pucat! Maafkan Angga kak, sungguh Angga hanya bergurau saja. Angga tidak ada maksud lebih, apa lagi sampai mendoakan yang jelek pada kalian."


"E.. engga dik!" Seru Andi dan Mutiara gugup.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Autor : Wiih.. asik dong, istrinya sudah selesai PMSnya.💃🤭


Andi : Iya dong Tor... doakan aku yah Tor, biar lancar tanpa hambatan. 🥰🤣


Autor : Malas ach.. ngapain doain Mas Andi? Mas Andi yang enak-enakkan, saya yang enek-enekan.🤭🙈🤧


Andi : Ha.. ha.. ha.. iya sudah deh terserah Otor maunya. Yang penting aku bisa malam pertama🤭💃🤣


Autor : Entar saya ganggu Mas Andi, biar gagal lagi malam pertamanya.🤣🙈


Andi : Otor jahat.. awas saja kalau sampai itu terjadi! Sini Tor.. jangan kabur.. 😭👿


Autor : Engga ach.. 🏃‍♀️🏃‍♀️ kaaabur..


Andi : Dasar Otor ngeselin.🤧😡


...♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2