Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 27


__ADS_3

πŸ₯°πŸ₯°Happy ReadingπŸ₯°πŸ₯°


Di Kediaman Tuan Dahlan Permana.


Hari ini Papi Dahlan pulang dari rumah sakit bersama Asisten Bara dan istrinya Safira. Mereka tidak mengatakan sebelumnya kepada orang rumah, hingga Mutiarapun nampak terkejut.


Mutiara langsung menghentikan kegiatan menyiram bunganya, saat melihat Mertuanya itu keluar dari dalam mobil dengan senyuman khasnya.


"Hallo menantu Mami, kamu rajin sekali sore ini menyiram bunga. Apa kabar, menantuku sayang?" Sapa Mami Safira ramah dan Papi Dahlan mengikuti kemudian.


"Alhamdullilah Mih, Pih, kabar Mutiara baik dan sehat. Kenapa tidak mengabari Angga atau Mutiara Mih, Pih, kalau Papi sudah boleh pulang dari rumah sakit?" Jawab Mutiara, lalu mencium punggung tangan mereka dengan takzim.


"Engga sayang, sengaja kita kasih kejutan buat kalian. Kamu tahu engga, Angga ada dimana?" Tanya Mami Safira mengedarkan pandangannya, berjalan kedalam rumah megahnya.


"Angga sedang berenang dibelakang, Mih. Apa Mami dan Papi mau Mutiara buatkan minuman?" Tawar Mutiara, saat mertuanya itu sudah duduk di sofa ruang keluarga.


"Boleh juga sayang, Papi air putih hangat dan Mami teh hijau tanpa gula." Pinta Mami Safira yang terbiasa dengan minuman sehat mereka.


"Baik Mih, Pih, tunggu sebentar yah, Mutiara akan buatkan." Ucap Mutiara, kemudian diapun berjalan kedapur untuk membuatkan minuman tersebut.


"Okay." Jawab Mami dan Papi kompak, dengan senyuman manis mereka.


"Eeh.. Non Mutia, ada apa Non?" Tanya Mbo Panti, saat dirinya sedang memasak didapur.


"Iya Mbo, saya mau buatkan minum untuk Mami dan Papi." Jawab Mutiara dengan tersenyum ramah.


"Biar Mbo saja Non, yang buatkan minumannya." Tawar Mbo Panti ramah.


"Engga apa-apa Mbo, biar saya saja." Tolak Mutiara dengan sopan.


"Ooh.. iya Non, memangnya Tuan Dahlan, sudah boleh pulang, Non?" Tanya Mbo Panti heran.


"Sudah Mbo! Memangnya kenapa kalau sudah pulang? Bukannya bagus yah, berarti Papi sudah sehat." Ujar Mutiara senang.


"Bukan begitu Non Mutiara, Alhamdullilah sih kalau Tuan Dahlan sudah sehat dan sudah bisa pulang. Tapi, setahu Mbo kalau penyakit jantung itu perawatannya cukup lama. Mbo Panti juga punya saudara di kampung, waktu itu sakit jantung harus dirawat sampai dua minggu. Malahan Non, saudara Mbo itu sampai harus pasang ring dijantungnya." Jelas Mbo Panti gamblang.


"Iya mungkin saja Mbo, jantung Papi tidak separah jantung saudara Mbo Panti yang dikampung." Kata Mutiara meyakinkan Mbo Panti.


"Mungkin juga kali yah, Non. Kalau begitu syukur Alhamdullillah deh Non, Tuan Dahlan sudah kembali pulang dan bisa beraktifitas lagi." Kata Mbo Panti pada akhirnya.


"Iya, Mbo. Ooh iya, Mbo Yuyun kemana Mbo? Kenapa Mbo Panti sendirian saja di dapur?" Tanya Mutiara yang tidak melihat Mbo Yuyun dari tadi.

__ADS_1


"Mbo Yuyun sedang mengambil pesanan kue, yang diminta oleh Nyonya Safira." Ujar Mbo Panti jujur.


"Apa? Mami pesan kue? Mungkin buat menyambut kepulangan Papi Dahlan yah Mbo?" Tanya Mutiara penasaran.


"Mungkin juga Non, tapi Mbo Panti juga belum tahu pasti Non." Ujar Mbo Panti masih gamang.


"Ooh.. gitu yah Mbo, iya sudah Mbo, saya mau antar minuman ini dulu yah." Kata Mutiara membawa minumannya itu di atas nampan.


Mutiara berjalan ke ruang keluarga, tapi tidak ada Mami Safira dan Papi Dahlan disana.


"Kemana mereka yah? Kenapa tidak ada disini? Padahal sebelum kedapur, mereka masih duduk disini. Apa karena aku terlalu lama tadi berbincang dengan Mbo Panti? Coba aku cari mereka di kolam renang, siapa tahu saja mereka ada disana!" Mutiara bergumam pelan.


Mutiara berjalan menuju kolam renang, ternyata dugaannya benar. Mereka berkumpul disana, dengan tertawa begitu lepas. Sungguh pemandangan yang sangat membuat hati senang dan gembira.


"Mami dan Papi, ini pesanan minumannya. Maaf, saya kelamaan buatnya." Kata Mutiara dengan rasa bersalah, lalu menaruh minumannya dimeja samping kolam renang.


"Tidak apa menantu Mami sayang. Bawa sini saja minumannya, jangan ditaru disitu."


"Iya, Mih."


Mutiarapun berjalan mendekat, kearah Mami Safira dan Papi Dahlan berada. Mami dan Papi mengambil minumannya masing-masing, lalu menyimpannya di pinggir kolam.


"I.. iya Mih."


"Hallo Kakak ipar, kenapa Mami dan Papi saja yang dibuatkan minuman? Angga engga dibuatin?"


"Euum.. memangnya Angga mau minum apa?" Tanya Mutiara gugup, saat melihat Angga naik keatas kolam renang dan duduk dibibir kolam dengan hanya memakai celana renang ketat, yang begitu kentara bodi atletis Angga. Dengan kesempurnaan bentuk wajah tampan, dada bidang, perut kotak-kotak seperti layaknya roti sobek dan bagian aset pentingnya yang sedikit menonjol terlihat jelas.


"Mau minum apa saja, yang penting dingin. Habis tubuhku mendadak panas, saat Kakak ipar datang."


"Apa?" Mutiara membulatkan matanya tajam, saat adik iparnya itu merayu.


Sontak saja Mami Safira dan Papi Dahlan, menatap tajam Angga dan langsung meneriaki Angga bersamaan. "ANGGA... !"


"He.. he.. bercanda kali Mih, Pih, jangan dianggap serius Kakak ipar cantikku. Tapi, kalau Kakak ipar mau serius, Angga bisa ikutan serius juga sih."


"ANGGA... APA KAMU BILANG HAH.. ?" Teriak Mami Safira, kemudian menghampiri Angga dengan emosi marahnya. Namun, Angga malah bersembunyi dibelakang Mutiara dan memegangi baju Safira.


"Awas kamu Angga, jangan bersembunyi dibelakang menantu Mami. Bisa-bisanya merayu istri Kakak kamu sendiri, memangnya kamu itu adik macam apa hah..?" Omel Mami Safira, ingin menjewer telinga anak bungsunya yang nakal itu.


"Bukan begitu Mih, Angga hanya bercanda kali Mih. Jangan dianggap serius gitu dong, mih." Angga memegangi baju Mutiara dan terus menghindar dari tangan Maminya yang akan siap menerkamnya. Otomatis Mutiarapun mengikuti gerakkan tangan Angga yang menghindari Maminya.

__ADS_1


"Apa, kamu bilang? Bercanda? Mana ada bercanda yang seperti itu? Kalau memang bercanda, jangan sama Kakak iparmu, sama Mbo Yuyun atau Mbo Panti sana. Sini kamu, jangan beraninya sembunyi dibelakang menantu Mami." Mami Safira terus mengomel dengan jari tangannya yang ingin meraih Angga dengan kesal.


Namun, bukannya Angga yang terkena jeweran Mami Safira. Tapi, malah Mutiara yang terkena terpaan tangan Mami Safira, saat Angga mencoba menghindar dari Maminya.


Akhirnya Mutiarapun limbung dan terdorong kedalam kolam renang bersama Angga. "Aaaaa... byuuur.."


Alhasil Angga dan Mutiara tercebur kedalam kolam renang bersama. Mutiara yang tidak bisa berenang, langsung teriak minta tolong kepada Angga.


"Tolong.. tolong Angga.. saya engga bisa berenang." Teriak Mutiara terlihat panik.


Sontak saja Mami Safira dan Papi Dahlan shock, saat mengetahui menantunya itu tidak bisa berenang.


Angga yang mendengar Kakak iparnya minta tolong karena tidak bisa berenang, akhirnya diapun menolong Mutiara dengan cara menariknya kebibir kolam. Anggapun langsung memeluk Kakak iparnya, yang sangat ketakutan sepertinya.


"Kakak ipar engga apa-apa? Kenapa tubuh Kakak bergetar begini?" Tanya Angga sedikit berbisik, saat tubuhnya memeluk Mutiara.


"Maafin Mami, sayang. Ayo angkat keatas Kakak iparmu, Angga."


"Ada apa, kalian kumpul disini?"


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Autor : Waah.. panik engga? Panik lah.. masa engga? 😭🀩


Angga : Otor bagaimana sih, kenapa saya dibikin galau kayak gini? Nanti saya engga bisa moveon loh? 🀧🀧


Autor : Suka-suka Otor lah, kamu mau dibawa kemana! πŸ˜›πŸ˜›


Angga : Jangan suka permainkan perasaan orang dong tor, nanti kalau saya kebablasan baru nyaho loh tor.🀣🀣


Andi : Heerm.. ada yang ngomongin saya?😑😈


Autor : Itu sih derita loe sama Andi kakak loe.. kaboor... πŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ Orangnya yang diomongin datangπŸ™ƒπŸ™ƒ


Angga : Heuuh.. kabur lagi. πŸ₯ΊπŸ₯Ί


Andi : Emang si Otor mah bisanya kaboor kalau kita protes!😫😫


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2