Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 67


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Amara, Angga dan Aldi sekarang sedang berada dikantin kampus, menikmati semangkuk bakso dan segelas es teh manis.


Amara dan Angga yang begitu mesra dan tersenyum ringan, membuat Aldi tergelitik mengulik hubungan mereka.


Aldi yang satu jurusan sama Angga tetapi tidak satu kelas, setidaknya dia faham soal asmara seorang Angga yang sedikit tertutup selama ini.


Tapi, dengan gadis cantik yang baru pertama kali dia jumpai, yang sudah menggetarkan hatinya membuat seorang Aldi mundur sebelum maju dan kalah sebelum berperang. Karena sang gadis, sudah ada pemilik hatinya.


"Sudah berapa lama kalian pacaran?" Pertanyaan tiba-tiba Aldi yang meluncur begitu saja, hingga membuat Amara dan Angga seketika menoleh kepadanya.


"Kenapa, Al? Coba tebak berapa lama menurut kamu?" Tanya Angga balik, membuat Amara dan Aldi mengernyitkan dahinya heran.


"Entahlah, bagaimana aku bisa tahu? Aku 'kan kurang begitu faham dengan hubungan kamu dengan seorang wanita. Yang aku tahu, kamu 'kan pemilih. Banyak gadis yang mengejar dirimu, tapi kamu terus cuekin mereka, bukan?" Ujar Aldi perhatian soal sosok Angga selama ini.


"Ha.. ha.. kamu perhatian sekali kepadaku, Al! Aku jadi terhura.. ha.. ha.. ha.. eeh.. terharu maksudku." Ucap Angga seraya tertawa, yang tahu Aldi memperhatikannya.


"Iya.. lah, memangnya kamu si Betrand tuh, yang sering gonta-ganti cewek kayak mainan. Bosan langsung ganti, ada yang baru, yang lama ditinggal." Ujar Aldi saking terkenalnya Betrand yang playboy.


Amara yang mendengar nama Betrand disebutpun, sudah tidak kaget karena dirinya sebelumnya pernah bertemu saat malam resepsi pernikahan Andi dan Mutiara.


Dengan kejadian itupun, akhirnya Amara tahu perasaan sebal yang seperti Tom and Jerry selama ini dengan Angga, berubah menjadi cinta dan sayang.


Mungkin, jika tidak ada kejadian tersebut. Angga dan dirinya tidak akan pernah pacaran seperti sekarang ini, karena setiap dirinya bertemu dengan Angga selalu ribut dan kesal.


"Sebulan, kami baru satu bulan berpacaran, Al. Apa kamu belum mencari pengganti si Diana, sang mantan yang sudah selingkuh dibelakangmu itu, Al? Move on dong Al, kamu tuh masih bisa kali cari gadis yang lebih cantik dari si Diana itu." Angga menasehati sahabatnya itu, dengan sedikit serius.


Angga tahu siapa Diana yang sudah pernah merayu dan menggoda dirinya dulu, padahal Diana sudah menjadi pacar sahabatnya sendiri yaitu Aldi Trisakti.


Saat itu Angga berkata jujur kepada Aldi, soal pacarnya yang sudah merayu dan menggoda dirinya dibelakang sang pacar. Namun, karena tidak ada buktinya, Aldipun marah dan tidak percaya kepada Angga.

__ADS_1


Dengan kelihaian Diana yang pandai berakting, Aldipun lebih memilih percaya kepada sang pacar dibanding sahabatnya sendiri.


Semenjak kejadian itupun, hubungan Angga dan Aldi sempat renggang dan setiap bertemu selalu bersitegang. Hingga akhirnya, mereka nampak menjauh.


Setelah beberapa bulan kemudian, Angga bersama temannya Dion dan Ferry melihat Diana bersama seorang laki-laki di kafe begitu mesra.


Sepengetahuan Angga, Dion dan Fery, Diana masih berpacaran dengan Aldi. Anggapun ingin memberikan bukti yang bisa membuat Aldi percaya dengan ucapannya, lalu mengambil Vidio kelakuan Diana dibelakang Aldi sahabatnya itu.


Setelah Vidio itu diberikan kepada Aldi, akhirnya Aldipun percaya dan mengakhiri hubungannya bersama Diana. Hubungan persahabatan Angga dan Aldipun kembali terjalin tanpa kesalahfahaman lagi.


"Aku sudah move on, Ga! Aku sudah melupakan dia." Ucap jujur Aldi dengan tersenyum kecut.


"Hiss.. Move on kok, masih jomblo sampai saat ini." Ledek Angga tersenyum miring.


"Aku sungguh sudah move on, tapi disaat aku menyukai seorang gadis cantik yang pandai bernyanyi dan ngedance, eeh... sudah ada yang punya. Telat datangnya, sudah ada gandengannya." Jelas Aldi dengan melirik kearah Amara yang masih menikmati basonya.


"Sungguhkah? Siapa gadis itu? Sudah berapa lama kamu mengenalnya, Al?" Tanya Angga penasaran, hingga Amarapun ikut menoleh kepada mereka berdua.


"Kejarlah, selama janur kuning belum melengkung didepan rumahnya."


"Kamu yakin Ga, kalau aku harus mengejarnya sebelum janur kuning melengkung didepan rumahnya."


"Heem.. yakin dong!"


"Ah.. tidak, kasihan laki-laki yang sudah jadi pacarnya nanti. Aku yakin, dia akan membenciku nanti."


"Semua tergantung kepada si gadis, kalau dia lebih memilih kamu, bagaimana?" Tanya Angga serius.


"Memangnya kamu seyakin itu, dia akan memilih aku, heum?" Tanya Aldi menggoda Angga dengan kedipan mata genitnya. Seketika saja Amara tertawa, melihat tingkah kedua pria dewasa yang memperdebatkan seorang wanita.


"Ha.. ha.. ha.." Tawa Amara begitu keras, hingga pengunjung kantin yang lain beralih memperhatikan mereka.

__ADS_1


"Sayang, kamu tertawa begitu kencang. Lihat, banyak orang-orang melihat kearah kita." Tutur Angga menunjuk para pengunjung yang lain.


"Up's maaf, kak! Habis kalian lucu sih, memperdebatkan seorang gadis yang belum tentu kebenarannya. Apakah gadis itu suka atau tidak sama kak Aldi." Ucap Amara santai.


"Ya.. aku kasian saja sama dia, sayang. Masa, sehabis putus dengan mantan pacarnya, dia belum mendapatkan penggantinya. Padahal ya, wajahnya tampan meski masih dibawah aku, he.. he.. he.. ! Orangnya pintar, calon Dokter muda dan berkharisma. Pasti banyak gadis yang akan menyukainya, bukan?" Tanya Angga kepada Amara, belum dijawab namun langsung disela oleh Aldi.


"His.. Kalian, sudah saatnya masuk kelas. Apa kalian masih mau bahas aku disini dan tidak masuk kelas, heum?" Ujar Aldi mengingatkan.


Aldi sebenarnya ingin berkata jujur kepada Angga, jika gadis yang sudah mencuri hatinya adalah Amara. Namun, dia tidak bisa mengatakannya, cukup dia pendam sendiri saja.


"Waah.. iya, sayang. Ayo, habiskan baksonya, sayang. Andai sedang berduaan saja aku akan suapin kamu, sayang." Ucap Angga menggoda Amara dengan mengulum senyum.


"Eeem.. iya, sedikit lagi habis." Ucap Amara menghabiskan baksonya yang sisa sedikit lagi.


Setelah lima menit kemudian, merekapun meninggalkan kantin secepatnya. Dengan berjalan cepat karena waktu istirahat mereka sudah habis.


"Ada apa ya, kenapa kalian pada berkerumun?" Tanya Aldi saat melihat dikelas, adik juniornya berkumpul dan riuh menutupi pintu kelas mereka.


Angga dan Amarapun ikut memasuki kelas yang sedikit riuh dan berkerumun.


Aldi, Angga dan Amara shock melihat Kelik yang duduk bersimpuh, menangis dan menunduk, dengan Mutiara yang ikut menangis dalam keadaan berdiri.


Amara dan Angga menghampiri keduanya, dengan Amara yang membawa Mutiara untuk duduk dikursinya. Lalu Angga meraih lengan Kelik untuk membantunya berdiri.


"Dik Kelik, tolong jangan seperti ini. Saya tahu anda pacar kakak ipar saya, tapi tolong kamu jangan seperti ini. Kita bisa bicarakan baik-baik, dik Kelik. Kamu adalah cucu pemilik Kampus ini yaitu Brawijaya Cipto Rosa, kamu harus ingat itu, Tolong jangan permalukan diri sendiri." Pinta Angga yang kemudian dituruti oleh Kelik.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2