Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 65


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Para gadis langsung riuh saat melihat sosok pemuda tampan, yang memakai seragam SMA itu.


"Wa'alaikumussalam, selamat pagi juga Ibu Dosen."


"Kelik.." Ucap Mutiara bergumam pelan.


Mutiara shock, saat melihat sang mantan pacar berada dalam satu kelas dengannya di kota Jakarta ini.


"Waah ganteng banget, siapa namanya ya?"


"Wajahnya cool dan tidak membosankan, ganteng juga."


"Sudah punya pacar belum ya? Kayaknya bukan anak Jakarta?"


"Masya Allah, kenapa banyak cowok-cowok tampan dikelas ini. Yang ini tidak kalah tampan, dengan kakak senior."


Bisik-bisik para gadis dengan gumamman, mengagumi sosok pria yang baru saja datang sebagai calon Mahasiswa baru sama seperti mereka.


"Baiklah.. untuk calon Mahasiswa semuanya, ini ada teman kalian yang baru datang dan bergabung dikelas ini, dimohon kerjasamanya." Jelas Ibu Dosen Andini selaku Dosen pembina Ospek mereka.


"Iya, Ibu Dosen." Sahut calon Mahasiswa baru semuanya dengan antusias, terlebih lagi para gadis yang jomblo. Jangankan yang jomblo, yang sudah punya pacar saja, banyak yang mengaguminya.


"Silahkan mencari tempat duduk yang kosong, nak Kelik Cipto Roso." Titah Ibu Dosen Andini ramah.


"Terima kasih, Ibu Dosen." Ucap Kelik santun, dengan khas logat Yogja yang kental dan halus.


Saat Kelik mengedarkan pandangannya kesegala penjuru arah, untuk mencari bangku kosong tanpa sengaja netranya melihat sosok gadis cantik yang dia cintai selama ini.


"Deg.." Jantung Mutiara dan Kelik sama-sama berdenyut kencang, dengan mata mereka yang saling bersirobak.


"Mutiara.." Kelik bergumam pelan. Dia begitu shock bisa bertemu kembali dengan sang pacar, yang pergi tanpa pamit dan meninggalkan tanpa keputusan.


Kelik bergeming tanpa sadar, Ibu Dosen Andinipun memanggilnya.


"Nak Kelik.. kenapa diam saja? Ayo, silahkan duduk dibangku yang kosong itu." Ujar Ibu Dosen Andini menunjuk bangku kosong yang tersisa tiga buah.


"I-iya, Bu Dosen." Ucap Kelik terbata, lalu melangkahkan kakinya kearah bangku kosong tersebut.


Nabila, gadis cantik yang begitu mengagumi sosok kelik, tanpa basa-basi langsung pindah duduk disamping bangku yang kosong disamping Kelik.


"Hai.. namanya Kelik, bukan? Aku Nabila, salam kenal ya. Senang, bisa berkenalan dengan kamu." Sapa Nabila mengulurkan tangan untuk bersalaman.


"I-ya, nama saya Kelik Cipto Roso, saya juga senang berkenalan dengan sampean." Ucap Kelik gugup, lalu menerima uluran tangan Nabila dan bersalaman.


"Iish.. kamu kaku banget sih! Santai saja bro, aku tidak menggigit kamu loh, he.. he.. he.." Ledek Nabila gemas, dengan tingkah Kelik yang tampan tapi kaku ngomongnya.


Kelik hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Nabila.


"Baiklah.. saya mohon undur diri dari kelas ini. Jika ada yang perlu dibahas masalah ospek kedepannya, kalian boleh tanya langsung kepada kakak senior yang tampan-tampan ini. Terima kasih, wassalamu'alaikum..." Ujar Dosen Andini berpamitan.


Angga dan Aldipun, tersenyum kecil kearah Ibu Dosen Andini.


"Iya.. Ibu Dosen, wa-alaikumussalam." Jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


Selepas kepergian Ibu Dosen Andini, Angga mengintruksi para calon Mahasiswa untuk melanjutkan masa perkenalannya kembali.


Akhirnya, kini giliran Mutiara yang maju didepan kelas.


Dengan langkah gontai Mutiara maju dan berdiri didepan kelaa. Diapun mulai memperkenalkan diri dan bakat yang dia miliki.


"Assalamu'alaikum," Salam Mutiara.


"Wa'alaikumussalam..." Jawab salam semuanya bersamaan.


"Salam kenal teman-teman semua, perkenalkan nama saya Mutiara Pandini, asal sekolah saya dari SMA Pasung Yogyakarta. Mohon kerja samanya untuk kegiatan Ospek ini. Terima kasih." Ujar Mutiara memperkenalkan diri dengan tersenyum ramah.


"Untuk bakat yang saya miliki, yaitu bakat memasak dan bercocok tanam. Jadi, saya tidak bisa tunjukkan disini, mohon maaf ya kawan semuanya." Ujar Mutiara.


"Yaa..." Para penonton kecowa! eeh.. kecewa.


Mutiarapun kembali ketempat duduknya, lalu melirik sekilas Kelik yang ternyata menatapnya lembut sedari tadi, saat Mutiara berdiri didepan.


"Kelik.. tatapan mata kamu masih sama seperti dulu, maafkan aku Kelik." Ucap Mutiara dalam hatinya, lalu dia kembali ketempat duduknya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Kelik masih memendam rasa cinta, yang begitu dalam kepada Mutiara. Diapun ingin rasanya menarik Mutiara kedalam dekapannya, untuk melepaskan rasa rindunya yang hampir tiga bulan lamanya baru berjumpa kembali.


Para calon Mahasiswa yang lainpun melanjutkan Memperkenalkan diri didepan kelas, hingga kini tiba waktunya Kelik yang maju kedepan kelas untuk memperkenalkan dirinya dengan kemampuan bakat yang dimilikinya.


"Assalamu'alaikum.. teman-teman semuanya." Sapa Kelik memberi salam.


"Wa'alaikumussalam.. " Sahut semua orang bersamaan.


"Perkenalkan, nama saya Kelik Cipto Roso. Asal sekolah saya SMA Pasung Yogyakarta, salam kenal dan saling bekerja sama untuk kedepannya. Bakat saya adalah, bermain gitar dan bernyanyi." Ungkap Kelik dengan jujur dan gamblang.


"WOOW. KEREN! NYANYI DONG, SAMBIL BERMAIN GITAR." Teriak Nabila memuji Kelik, dengan suara lantangnya.


Kelikpun tersenyum terpaksa, saat teman-teman baru satu kelasnya meneriaki dirinya untuk bernyanyi, terkecuali Mutiara yang hanya nampak diam sedari tadi.


Angga yang mendapat respon dari adik-adik juniornya, langsung meminta izin untuk meninggalkan kelasnya. "Maaf.. yah adik-adik semua, saya akan ambil gitarnya dahulu di ruang kelas musik, mohon tunggu sebentar."


"Iya.. kak Angga." Ucap semuanya bersamaan.


Setelah menunggu hampir lima menit, Anggapun datang dengan membawa sebuah gitar untuk Kelik memainkannya.


"Ini gitarnya, dik. Silahkan tunjukkan bakat kamu." Kata Angga ramah.


"Iya, kak Angga, terima kasih."


Akhirnya kelikpun mulai mencoba memainkan gitarnya, dengan mencoba-coba memetik senar gitarnya sedikit. "Jreeng.. jreeng.."


Setelah usai mencoba, diapun mulai memetik senar gitarnya dengan perlahan, seraya berbicara dengan segenap penjiwaan. "Syair lagu ini, saya persembahkan untuk kalian semua. Khususnya seorang gadis, yang begitu membekas dalam hati saya. Semoga dia mendengar betapa saya merindukannya hingga detik ini."


Aku yang lemah tanpamu,


Aku yang rentan karena,


Cinta yang t'lah hilang darimu,


Yang mampu menyanjungku

__ADS_1


Selama mata terbuka,


Sampai jantung tak berdetak,


Selama itu pun aku mampu untuk, mengenangmu.


Darimu [darim], kutemukan hidupku,


Bagiku [bagiku], kaulah cinta sejati,


Yeah, huu, huu [darimu]


[Bagiku, engkaulah cinta sejati]


Bila.. yang tertulis untukku,


Adalah yang terbaik untukmu,


'Kan kujadikan kau kenangan


Yang terindah dalam hidupku.


Namun, takkan mudah bagiku,


Meninggalkan jejak hidupmu,


Yang t'lah terukir abadi,


Sebagai kenangan yang terindah.


Oo-hoo, oo-hoo


Oo-hoo


Bila yang tertulis untukku,


Adalah yang terbaik untukmu,


'Kan kujadikan kau kenangan,


Yang terindah dalam hidupku,


Namun takkan mudah bagiku,


Meninggalkan jejak hidupmu,


Yang t'lah terukir abadi,


Sebagai kenangan yang terindah.


Dengan penuh penghayatan dan begitu merdunya, Kelik bermain gitar dan menyanyikan lagu yang sangat menyentuh hati para gadis terutama Mutiara, begitu sedih dan haru saat mengingat masa-masa indah dirinya dahulu bersama Kelik di Yogyakarta.


"Prook.. prokk.. prook.." Tepuk tangan dari semua orang.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2