
π₯°π₯°Happy Readingπ₯°π₯°
Pagi ini Mutiara dan Andi nyaris bangun kesiangan, keduanya terbangun setelah mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.
"Tok.. tok.. tok.." Bunyi ketukan pintu kamar.
"Aden Andi dan Non Mutiara ditunggu sarapan sama Nyonya dan Tuan, juga Ibu Lanjar." Ujar Mbo Yuyun berkata dari luar kamar mereka.
"Iya Mbo, nanti kami menyusul. Jangan tunggu kami, bilang saja sama mereka untuk sarapan terlebih dahulu." Kata Andi menyahut permintaan orang tuanya.
"Siap Aden.. ! Mbo, laksanakan perintah!" Ucap Mbo Yuyun seraya meninggalkan kamar mereka.
"Sayang, mandi bareng yu, aku kepingin mandi bareng pagi ini." Pinta Andi manja.
"Ck.. Mas Andi, saya 'kan lagi dapat haid, masa iya mau mandi bareng!" Decak Mutiara merasa risih dengan sikap suaminya yang mendadak manja.
"Iya memangnya kenapa? Kamu 'kan istri saya, memangnya kalau dapat haid engga boleh mandi bareng yah?" Tanya Andi merasa heran.
"Boleh sih Mas, tapi nanti kamu lihat aku mandi ada darah yang mengalir dilantai, memangnya engga jijik ich?" Tanya Mutiara menakuti suaminya.
"Engga lah, sayang! Kamu tetap pakai celana dalaman, jadi darahnya engga mengalir. Saya hanya minta dimandiin sama kamu dibawah shower, ayo dong sayang.." Ujar Andi lalu menggendong istrinya ala bridal style kedalam kamar mandi.
Sontak saja Mutiara langsung melingkarkan tangannya dileher suaminya, yang begitu mencintainya kini. Mutiara tersenyum merekah, menatap wajah suaminya yang begitu lembut memperlakukannya.
"Jangan menatap lama-lama, nanti terhipnotis cinta suamimu ini, kamu engga bisa jauh-jauh dari saya, he.. he.." Ledek Andi dengan memuji dirinya seraya terkekeh.
"Aish.. Mas Andi PD sekali yah ternyata orangnya, he.. he.. he.." Ucap Mutiara terkekeh.
"Tapi.. kamu suka, bukan? He.. he.. he.. heeup.." Ucap Andi terkekeh, lalu menurunkan istrinya tepat dibawah shower.
"Tunggu yah, sayang. Saya akan tutup pintu kamar mandinya dahulu." Ucap Andi, lalu melepaskan tangannya yang masih memegangi tubuh istrinya.
"Iya, Mas." Ucap Mutiara dengan menatap sayang pada suami bucinnya itu.
Setelah Andi menutup pintu kamar mandinya, diapun langsung bergegas menghampiri istrinya dengan tersenyum smirk.
"Jangan senyum seperti itu Mas! Aku takut melihatnya." Ucap Mutiara tahu akan maksud senyuman suaminya yang sedang menahan hasrat.
"Ha.. ha.. ha.. memangnya kenapa, sayang? Kenapa kamu takut? Kamu akan terbiasa nanti, melihat senyuman suamimu yang seperti ini." Tawa Andi pecah dengan segala celotehnya.
__ADS_1
"Aissh.. suamiku kenapa jadi lebay begini? Kemana suamiku yang dingin dan ketus? Kemana suamiku yang galak dan garang?" Tanya Mutiara dengan mengulik masa dimana dia baru pertama mengenalnya, lalu tersenyum smirk.
"Ha.. ha.. ha.. takan ada lagi, sayang. Itu adalah masa lalu, kesalahanku yang belum bisa menerimamu menjadi istri dadakan dan terpaksaku. Maafkan suamimu yang dulu yah, sayang. Sekarang suamimu ini akan membayar semua kesalahannya, byuur.." Andi tertawa lalu berujar meminta maaf kemudian menyipratkan air shower kewajah istrinya yang baru dia nyalakan.
"Mas Andi nakal yah, hueh.. ! Awas nanti saya balas yah, Mas." Ucap Mutiara tersenyum, lalu membalas suaminya menyipratkan air kewajahnya.
"Ha.. ha.. ha.. berani yah membalas suamimu ini, istri kecilku yang menggemaskan, mmmpppttt.." Andi tertawa, lalu menarik istrinya dengan lembut dan membungkam bibirnya yang sedang tersenyum.
Sontak saja Mutiara langsung mengalungkan lengannya dileher suaminya, lidah mereka menari-nari didalam rongga mulut keduanya, saling melu mat, saling menyesap dan saling membelit lidah satu sama lainnya, saling tarik menarik dan mengulum lidah mereka dan memberikan hisapan dan gigitan-gigitan kecil di bibirnya.
Keduanya ber cumbu panas di bawah guyuran air shower, perlahan Andi membuka baju tidurnya yang sudah basah. Untuk sekian detik Andi melepaskan pangutannya, memberikan pasokan oksigen untuk mereka dengan napas yang sudah terasa sesak dan meronta-ronta.
Selesai membuka bajunya, Andi membuangnya kesembarang arah. Kemudian Andi mencium kembali bibir mungil Mutiara dengan kebih lama namun tetap lembut dan menuntun. Hingga napas keduanya hampir tersenggal-senggal dan bibir mereka hampir kebas karena ciuman panasnya.
Puas berciuman, Andi membuka kancing baju istrinya dan menyisakan braa nya saja. Tanpa ragu dan senyuman manisnya, membuat Mutiara pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya atas dirinya. Andipun membuka braa yang sudah menutupi gunung kembar milik istrinya, yang kini benar-benar nampak nyata didepannya.
Puas menatap gunung kembar istrinya, Andipun menyentuhnya dengan lembut dan perlahan. Kedua tangan Andi langsung menyentuh dan meremas, gunung kembar milik istrinya tanpa penghalang sedikitpun.
Bibir Andi melu mat dan menji lat, gunung kembar istrinya bergantian. Meninggalkan tanda merah, yang masih ada jejaknya semalam. Menghisap dan mengulum choko chip istrinya dengan puas, mirip bayi yang sedang haus.
"Aaaaaacccch.." Lenguhan dan desah an panjang istrinya membuat hasratnya semakin menggila. Adik kecilnya sudah berdiri kokoh seakan sesak dibawah sana.
Andipun tidak sabar untuk membuka celananya dan membuangnya kesembarang arah. Dengan tanpa sehelai benangpun, Mutiara nampak tersenyum degan wajah dan tubuh polos Andi dihadapannya.
"Kenapa? Kamu mau mengulangi lagi kegiatan semalam, bukan?" Tanya Andi dengan lembut.
"Heem.." Mutiara bergumam pelan, lalu berjongkok dan menggenggam adik kecil Andi dengan gemas. Lidah Mutiara terus meng hisap dan menjilati adik kecil Andi dengan pelan dan lembut. Merasa gemas, Mutiarapun memberikan gigitan-gigitan kecil disela-sela kepala adik kecilnya.
"Aaacchh.. enak sekali sayang... kamu bisa banget bikin aku melayang." Ucap Andi saat dirinya menge rang dan mende sah.
Mutiara tersenyum lalu melepaskan adik kecilnya dengan perlahan. Diapun berpindah ketempat dua buah telur yang sudah tersentuh oleh tangannya tadi. Mutiarapun langsung mengulum kedua telur tersebut bergantian, yang membuat Andi semakin menge rang nikmat dan mende sah manja.
"Aaaaccch.. " Suara yang keluar dari bibir Andi, membuat Mutiara tersenyum jahil.
"Gigit yah Mas?" Canda Mutiara disela aktivitasnya.
"Jangan dong sayang! Masa tega banget." Ucap Andi panik.
"Enggalah Mas, masa iya saya setega itu sama Mas, he.. he.. he.." Ujar Mutiara terkekeh.
__ADS_1
Mutiarapun lalu kembali menghisap dan mengulum adik kecil suaminya, kali ini dia lebih mempercepat ritme permainannya. Andipun semakin menge rang dan mende sah dengan cepat, hingga bibirnya berucap. "Sayang.. adik kecilku sepertinya ingin menyembur sekarang juga!"
Dengan cepat Mutiara menghentikan aktivitasnya dan membiarkan Andi menyemburkan benihnya kelantai.
"Aaaaaahhh.." Lenguhan Andi yang sudah mencapai kli maks.
Wajah Andi begitu bercahaya nampak segar dan bahagia, istrinya pandai memuaskannya.
"Maafkan suamimu yah, sayang. Suamimu yang tidak sabar menunggu seminggu lagi dan suamimu yang hanya ingin memuaskan napsu kejantanan lelakinya sendiri. Tapi, ini adalah pengalaman pertama bagi suamimu ini, sayang. Kamu yang sudah membuat hilang keperjakaan saya, he.. he.. he.." Ujar Andi meminta maaf karena keegoisannya seraya terkekeh.
"Tidak masalah Mas, jika masih banyak cara menuju Roma, kenapa tidak? Bukan begitu, Mas?" Ucap Mutiara dengan tersenyum.
"Istri yang cerdas dan baik hati, terima kasih yah, sayang. Saya mencintaimu, Mutiara Pandini." Ucap Andi tulus.
"Sama-sama, sayang. Saya juga mencintaimu, Mas Andi Permana." Ucap Mutiara tulus.
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
Autor : Woow .. amazing sekali Mas Andi ini.. !π€π
Andi : Iya dong Tor! Awas jangan iri dan jangan celamitan. π€£π
Autor : Ya enggalah.. keenakan situ Mas Andi, π‘ sedangkan istrinya cenat-cenut doang... !π€§π
Andi : Aku 'kan sudah minta maaf sama istriku, Tor. πβπ
Autor : Tetap saja.. Mas Andi egois, hueh..! ππ₯Ά
Andi : Ya sudah deh, sekarang saya yang πββοΈπββοΈ kaboor saja Tor, dari pada kena amuk si Otor. ππ€£
Autor : Dasar Mas Andi nyebelin! Sendirinya saja ngatain saya tukang kabur. Padahal sendirinya juga sering kabur, hueh..! π₯Άπ‘
...β₯οΈβ₯οΈπΉπΉππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ...
Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.ππ...
__ADS_1