Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 79


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Lanjar terus mendesak Shafira dan Dahlan untuk menunjukkan tempat sang anak semata wayangnya kini berada. Meski dirinya belum siap mendengar kenyataan pahit, jika Mutiara dirawat di ruang ICU karena sesuatu yang sudah terjadi.


"Besan, ayo katakan dimana ruang ICU anakku? Mengapa Anakku harus sampai di ICU? Mengapa semua ini bisa terjadi?" Lanjar terus memberondong pertanyaan kepada Dahlan dan Shafira, karena penasaran. Air matanyapun lolos begitu saja meski tak terdengar tangis.


Bibir Dahlan dan Shafira terasa kelu saat-saat seperti ini, mereka tidak sanggup berkata-kata lagi.


"BESAN.. KENAPA KALIAN DIAM DAN TIDAK MENJAWAB PERTANYAANKU?" Suara Lanjar berteriak sangat keras, hingga membangunkan Andi yang belum lama tertidur pulas.


Sontak saja Dahlan dan Shafira tercekat, mendengar teriakkan Lanjar yang cukup keras mampir ditelinga mereka. Kedua mata mereka sudah berlinang air mata seakan tidak sanggup melihat besannya merasakan kesedihan yang dialami anaknya.


Lanjar sudah terlanjur emosi dan kesal dengan sikap besannya yang tidak berterus terang dengan segala apa yang menimpa anak semata wayangnya, yang sangat dia sayangi dan cintai.


"I-ibu..! Ibu ada disini?" Lirih Andi memanggil Lanjar sang ibu mertua. Lanjarpun kemudian mendekati ranjang Andi dan duduk dipinggir ranjang Andi.


"I-iya, menantuku. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Mengapa kalian bisa seperti ini? Mengapa istri kamu bisa dirawat diruang ICU? Apakah istrimu terluka parah, hingga harus di ICU, nak?"


Pertanyaan yang begitu memilukan untuk Andi jawab, namun dengan sekuat tenaga dan seluruh jiwa raga Andipun menjawab satu persatu pertanyaan Lanjar sang mertua. Tak lupa Andipun mencium punggung tangan sang mertua dengan begitu takzim.


"I-ibu, kami berdua mengalami kecelakaan mobil dijalan, dengan saya yang melajukan mobil terlalu cepat hingga hilang kendali, saat mobil melintas di pertigaan jalan tanpa menyalakan lampu sein mobilnya. Kami terpaksa dilarikan kerumah sakit ini, karena kami terluka dan pengendara mobil yang kami tabrakpun terluka parah hingga harus di ICU juga."


"J-jadi istrimu, anak Ibu terluka parah? Hikks.. hikks.. hikks.." Tanya Lanjar terbata dan menangis, saat mendengar penjelasan Andi sang menantu.


Andi lalu mengangguk, air matanyapun seketika mengalir begitu saja dikedua pipi tampannya.


"Kenapa kamu membawa mobilnya begitu cepat, nak? Kenapa kamu tidak hati-hati saat mengendarai mobi? Memangnya kamu tidak memikirkan dampak yang akan terjadi akibat membawa kendaraan terlalu kencang, heum?" Pertanyaan Lanjar yang menyudutkan Andi.


"Hiks..hikks.. maafkan Andi, Ibu! Semua ini memang salah Andi yang sudah cemburu dan salah faham kepada Mutiara."


"C-cemburu dan salah faham? Apa maksud pertanyaan, nak Andi?" Lanjar terbata, heran dengan ucapan sang menantu.

__ADS_1


"Andi cemburu melihat Mutiara sedang berpelukkan di kampus bersama Kelik mantan pacarnya Mutiara di Jogja, Ibu. Hikks.. hikks.. hikks.."


Andi terpaksa jujur kepada sang mertua penyebab dirinya membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


"Kelik? Mantan pacar Mutiara di Jogja?"


"Iya, Ibu."


"Kenapa Kelik bisa ada dikampus Mutiara kuliah, nak? Kenapa Mutiara bisa berpelukkan dengan mantan pacarnya itu?" Lanjar semakin gamang dengan informasi yang baru saja dia dengar.


"Kelik juga kuliah di kampus yang sama dengan istri Andi, Bu. Kelik adalah cucu pemilik kampus tempat Andi mengajar dan Mutiara belajar disana, Bu. Bahkan Kelik satu kelas dan jurusan yang sama dengan Mutiara."


Lanjar begitu terkejut, dengan status Kelik yang sebenarnya. Lanjar hanya tahu jika Kelik anak dari kedua orang tua yang sederhana seperti dirinya.


"T-tapi, kedua orang tua Kelik sama seperti Ibu, nak! Mereka tidak bergaya mewah ataupun memiliki kendaraan super mahal, rumahnyapun biasa seperti rumah Ibu dikampung?" Pertanyaan Lanjar yang hampir tidak percaya, jika Kelik memiliki sang kakek orang kaya raya.


"Andi juga tidak menahu pasti, Ibu. Kami juga baru dua hari yang lalu bertemu, tidak sengaja di restoran yang sama saat itu."


Lanjar begitu lirih dan pilu dengan meremas kain bajunya, karena dirinyalah penyebab semua ini. Jika saja dia menolak perjodohan itu, mungkin saja hal ini tidak akan terjadi. Kelik dan Mutiara tidak akan berbuat nekat melakukan hal memalukan dikampus seperti ini, pikirnya.


"Tidak, Ibu! Ibu Lanjar tidak salah sama sekali. Saya malah sangat berterima kasih dan beruntung, Ibu sudah menerima perjodohan ini yang sebelumnya juga saya sangat benci dan terpaksa."


"Deg.. deg.. deg.." Jantung Lanjar, Shafira dan Dahlan tiba-tiba saja berdebar.


Shafira dan Dahlan hanya bisa menyimak dan mendengarkan obrolan anak dan besannya itu dengan tenang tanpa mau ikut campur. Mereka memiliki andil besar, atas perjodohan Andi dan Mutiara hingga mereka rela bersandiwara untuk mewujudkan keinginannya.


"A-apa? Jadi, sebenarnya nak Andi tidak menginginkan perjodohan ini? Nak Andi membencinya dan terpaksa melakukannya?" Pertanyaan Lanjar yang begitu shock saat mengetahui fakta yang sudah terjadi.


"Awalnya seperti itu, Ibu. Tapi, dengan berjalannya waktu, saya mulai menerima perjodohan itu, bahkan sangat berterima kasih kepada Mami, Papi dan Ibu. Saya mulai mencintai Mutiara dengan perlahan-lahan dan mulai merasakan kebahagiaan menjalani rumah tangga bersamanya, Ibu. Kami sangat saling mencintai, hingga kami mendaftarkan pernikahan kami secara Negara dan mengadakan resepsi pernikahan."


Ungkap Andi jujur, meski tidak sepenuhnya. Karena awal pernikahannya hanya status yang dia inginkan untuk kesembuhan jantung sang Papi. Diapun tidak ingin menceritakan kepada sang mertua, jika dirinya memperlakukan Mutiara begitu kasar dan tidak baik kepada sang istri dulu.

__ADS_1


"Ooh.. syukurlah! Kalau begitu, Ibu jadi tidak terlalu merasa bersalah. Tapi, jika kalian sudah saling mencintai, kenapa anak ibu tega berpelukkan dengan mantan pacarnya dikampus, nak?"


"Itu hanya salah faham, ibu! Andi yang tidak mau mendengarkan ucapan istri Andi, saat itu. Andi memang bodoh, tidak mau percaya dengan apa yang diucapkan Mutiara." Jelas Andi untuk mengclearkan masalahnya, agar Ibu Lanjar tidak menyalahkan Mutiara sang anak.


"Majsudnya, nak Andi bagaimana?" Tanya Lanjar kurang faham.


"Mutiara mengatakan, dia berpelukkan dengan Kelik untuk terakhir kalinya untuk memenuhi permintaan Kelik. Namun, saat itu Kelik tidak mau menjawabnya, dia pergi meninggalkan kami berdua begitu saja tanpa penjelasan. Mutiara berusaha memberikan penjelasan terus kepada saya, tapi saya terlalu cemburu dan emosi hingga berakhir seperti ini."


"Astagfirulloh... berarti ini semua penyebabnya salah faham yang berakibat fatal, nak."


"Huem.." Andi begumam pelan dan mengangguk kecil.


"Maafkan saya, Ibu!" Sambung Andi, saat melihat sang mertua nampak terdiam.


"I-iya, nak! Tolong antar saya ke ruang ICU, saya sudah lebih tegar dan menerima apa yang sedang dialami anak saya, saat ini." Pinta Lanjar memohon.


"Baiklah, Ibu! Pih.. tolong bantu Andi untuk mengantar Ibu Lanjar." Dengan sigap, Dahlanpun membantu Andi naik keatas kursi rodanya. Tubuh Andi masih lemah belum begitu kuat untuk berjalan, setelah apa yang sudah menimpanya kemarin siang.


Merekapun bergegas menuju ruang ICU, dengan wajah bercampur aduk rasanya. Lanjar menatap lirih dengan air mata yang terus membanjiri pipinya. Hatinya begitu sakit dan hancur takkala melihat anak semata wayangnya terbujur kaku di atas ranjang, dengan dipenuhi alat medis kesehatan diseluruh tubuhnya bahkan kepala dan mulutnya.


Bibir Lanjar seakan bisu, tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Tanpa sadar, diapun terpuruk jatuh kelantai, tubuhnya ambruk dan pingsan.


"Ibu Lanjar..!" Teriak Andi begitu kencang, hingga Dahlan dan Shafirapun melihatnya.


Dahlanpun dengan cepat mengangkat tubuh Lanjar ala bridal style menuju ruang IGD, untuk segera ditangani oleh Dokter jaga disana. Sedangkan Shafira mendorong kursi roda Andi, mengikuti dibelakang mereka.


♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2