Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 8


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Di kediaman Tuan Dahlan Permana.


Andi berjalan gontai, duduk di ruang keluarga, seraya memainkan ponselnya dengan santai.


Mbo Yuyun baru saja keluar dari kamar Mutiara, dia membawa nampan kotor milik Mutiara.


"Eeeeh.. Den Andi sudah pulang? Kenapa sebentar sekalih? Bagaimana perkembangan kesehatan Tuan Dahlan, Den Andi?" Mbo Yuyun terkejut, saat melihat Andi duduk sendiri di kursi tanpa dia sadari sebelumnya.


"Mami dan Papi tidak suka Andi menjenguk ke Rumah Sakit, tanpa gadis itu Mbo." Andi mengucapkan itu dengan nada kesal dan malas.


"Maksud Aden, Non Mutiara? Istri Aden Andi?" Tanya Mbo Yuyun mempertegas.


"Iya Mbo, siapa lagi coba gadis dirumah ini? Hanya dia, bukan?" Ujar Andi, merasa gadis itu sudah membuat dirinya seperti orang bodoh, dihadapan Mami dan Papinya.


"He.. he.. he.. Non Mutiara cantik banget yah Den? Mbo saja suka sama Non Mutiara, orangnya baik, lucu, ramah, tidak sombong dan pintar Den." Kekeh Mbo Yuyun seraya memuji Mutiara.


"Iiish.. engga salah Mbo? Apanya yang pintar? Bodoh iya, nyebelin, ngeyel, dan ngeselin, dasar bocil, bocah kecil." Bantah Andi, atas pujian yang dilontarkan ARTnya itu.


"Jangan begitu Den, biar bocil 'kan istri Aden. Non Mutia memang benar-benar pintar Den, kalau Aden tidak percaya, coba deh Aden lebih dekat dengan istri Aden. Pasti Aden akan merasakan, jika Non Mutiara sangat pintar." Ujar Mbo Yuyun dengan gamblang.


"Apa contohnya, jika bocil itu pintar, Mbo?"


"Non Mutiara pintar mengambil hati Mbo, dengan mudah Mbo menyukai Non Mutiara. Jadi Mbo senang dan bahagia bisa didekatnya."


"He.. he.. he.. itu sih bukan pintar sungguhan namanya, Mbo! Tapi, gadis pintar cari muka dan cari perhatian, yaitu carmuk dan caper." Kekeh Andi, seraya menuduh Mutiara dengan kata-kata mengumpat.


"Aah.. Den Andi salah paham, bukan seperti itu. Non Mutiara itu sangat polos, jarang sekalih loh gadis polos dan baik seperti Mutiara, zaman sekarang ini." Ungkap Mbo Yuyun jujur.


"Iya.. iya.. terserah Mbo Yuyun saja deh, he.. he.. he.." Andi menyerah seraya terkekeh.


"Nah gitu.dong Aden, Mbo kedapur dulu yah. Sekarang Aden yang gantian jagain istrinya." Ucap Mbo Yuyun tersenyum, seraya berjalan ke arah dapur meninggalkan Andi yang masih duduk di kursi.

__ADS_1


Andi menggelengkan kepalanya heran, melihat ARTnya yang perhatian sekalih, soal hubungan gadis itu dengan dirinya.


Setelah satu jam Andi menghabiskan waktu melihat Sosial Media di ponselnya, dirinya merasa bosan dan mengantuk. Alhasil diapun ingin pergi tidur saja dikamarnya.


Andi sebelum masuk mengetuk pintu terlebih dahulu, namun tidak ada jawaban. "Jeglek." Bunyi pintu terbuka, Andi masuk saja tanpa bersuara.


"Pantesan engga ada jawaban, orangnya tidur. Gadis ini 'kan kalau tidur kayak kerbau, mana bisa dengar suara ketukan pintuku. Dasar gadis bocil.. bocil..." Umpat Andi, seraya menggelengkan kepalanya pelan.


Andi memperhatikan gadis bocilnya itu lebih dekat, untuk melihat luka-luka lebamnya.


"Kasihan juga loe, baru semalam disini sudah jatuh di kamar mandi, makanya jadi orang tuh jangan ceroboh." Omel Andi, dengan gumaman pelan.


Andi menatap sekilas wajah istri tepaksanya, yang tertutup anak rambutnya. Andipun langsung membenahi, anak rambut yang menutupi wajah istri bocilnya itu.


Andi tertegun sesaat, memandangi wajah istrinya dari dekat.


"Kamu memang cantik bocil, tapi aku tidak menyukaimu. Aku juga tidak mencintaimu, maafkan aku yang hanya bisa menganggap kamu seperti Adikku saja. Kamu lebih cocok jadi Adikku, dari pada istriku. Kamu harus bertahan, sampai enam bulan kedepan gadis bocil. Setelah Papi sembuh, aku akan membebaskanmu." Ungkap isi hati Andi pelan.


Andi itu sangat mudah sekalih mengantuk, jika waktu libur dirumah pasti selalu dia habiskan untuk tidur, karena waktu jam mengajar senin hingga jumat dia pakai untuk bekerja seharian di kampus.


Air mata Mutiara mengalir dipipinya, Mutiara menangis dalam diam. Dirinya mendengar semua ucapan suaminya, yang hanya menganggapnya Adik dan tidak menyukainya, apa lagi mencintainya.


"Saya juga tidak menyukai dan mencintai Mas Andi, saya juga sudah punya kekasih di Yogyakarta. Tapi, sebagai istri yang baik, saya akan mencoba mengikuti kemauan Mas Andi. Saya akan menjalani peran sandiwara Mas Andi, di depan Papi dan Mami Mas Andi." Mutiara berjanji dalam hatinya.


Mutiara bangun dari tempat tidurnya, dia melihat suaminya sedang tertidur di sofa. Mutiarapun memakaikan selimutnya di tubuh suaminya dengan sangat pelan, karena dia tidak ingin mengganggunya.


Mutiara berjalan ke kamar mandi, dia menghapus sisa air matanya yang masih membekas dipipinya. Mutiarapun membasuh mukanya di wastafel, dan menggosok giginya.


Setelah selesai, Mutiara keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Andi yang sedang tertidur. Mutiara tidak ingin berlama-lama satu ruangan dengan Andi, dia harus bertahan sampai enam bulan kedepan.


Mutiara berjanji dalam hatinya, akan mengikuti apa kemauan suaminya. Setelah enam bulan kedepan, dia akan tetap di Jakarta, mencari pekerjaan sambil meneruskan kuliahnya.


"Eeeh... Non Mutiara sudah bangun? Den Andi bersama Non, bukan?" Tanya Mbo Yuyun, saat melihat Mutiara baru keluar dari kamar tidurnya.

__ADS_1


"I.. iya Mbo Yuyun, Mas Andi sedang tidur di kamar." Ucap Mutiara gugup, seraya tersenyum canggung.


"Aisssh.. Mbo maklumin Non, kalau pengantin baru itu, bawaannya cape dan lemas. Maunya kepingin tiduran dikamar terus, he.. he.. he.." Selorohnya, Mbo Yuyun pengertian, seraya terkekeh.


"He.. he.. he..." Mutiara ikut terkekeh dengan ucapan Mbo Yuyun, meski tidak sesuai dengan faktanya.


"Non Mutiara, apa ada yang bisa Mbo bantu? Apa luka memar Non Mutiara, sudah tidak terasa sakit?" Tanya Mbo Yuyun ramah.


"Engga Mbo Yuyun, memar Mutia sudah tidak sakit, sekarang Mutia hanya ingin mencari udara segar saja. Sumpek kalau dikamar terus."


"Ooh.. kenapa engga minta antar Den Andi kalau begitu Non?"


"E.. engga Mbo, Mas Andi sedang tidur, Mutia tidak ingin mengganggunya, Mbo."


"Ya sudah, ayo Mbo temani kalau begitu."


"Tapi, memangnya Mbo sudah beres pekerjaannya? Atau mau Mutiara bantu, Mbo?"


"Sudah Non, nanti sore baru Mbo masak untuk makan malam. Sekarang, Mbo sedang beristirahat."


"Okay Mbo kalau begitu, Mutia mau diajak keliling rumah ini dan diluar rumah."


"Baik Non, mari ikuti saya." Ajak Mbo Yuyun, menemani Mutiara berkeliling rumah yang begitu mewah, besar dan luas. Berbanding kebalik dengan rumahnya di kampung, namun Mutiara tetap cinta dengan rumah Ibunya itu.


*******


Andi terbangun dari tidurnya, dia mengerjapkan matanya lalu menguceknya pelan.


"Jam berapa sekarang? Kenapa aku tertidur begitu pulas? Siapa yang memakaikan selimut ditubuhku? Seingat aku, tadi tidak pakai selimut. Pantas saja aku tidur begitu lama, semuanya karena selimut ini. Kemana gadis bocil itu? Jangan sampai dia pingsan di kamar mandi lagi!" Andi bergumam sendiri.


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2