
...🥰🥰Happy Reading🥰🥰...
Usai ketegangan berakhir, merekapun pergi bersama untuk acara dinner di sebuah restoran mewah yang ada disekitaran Jakarta.
Hari ini adalah hari Anniversary pernikahan Mami Safira dan Papi Dahlan, yang menginjak usia ke 28 tahun. Mereka mengajak Dinner keluarga untuk merayakannya.
Sesampainya disana, pelayan restoran langsung menyambut ramah kedatangan keluarga Papi Dahlan yang sudah memboking kelas VVIP di restoran tersebut.
Ternyata disana ruangannya sudah didekor dengan sedemikian rupa hingga nampak indah dan romantis.
"Woow.. apa ini Pih! Ini kejutan untuk Mami Pih?" Tanya Mami Safira terpesona dan kagum.
"Iya.. sayang. Ini Papi sudah persiapkan satu hari sebelumnya." Ucap Papi Dahlan bangga.
"Aiish.. Papi sok romantis sekali! Kalau begini, kita kalah romantis nih sebagai pasangan muda, he.. he.. he.." Sloroh Andi kagum dengan sifat Papi Dahlan, yang selalu romantis kapan dan dimanapun.
"Makanya, kamu tiru dong sifat Papi kamu, sayang." Ucap Mami Safira menimpali.
"Iya.. Mih! Tenang saja, pasti aku akan lebih romantis dari Papi, ha.. ha.. ha.." Sahut Andi sombong, lalu tertawa.
"Ck.. kak Andi sombong banget, coba buktikan dong!" Seru Angga ikut berkomentar dengan senyuman sinis.
"Ha.. ha.. ha.. kita lihat saja nanti!" Seru Andi tertawa riang.
"Ha.. h.. ha.." Papi Dahlan dan Mami Safira ikut tertawa dengan ucapan Andi.
Anggapun tertawa dan menanggapi dengan berucap. "Mari kita tunggu janjinya kak Andi, ha.. ha.. ha.."
Mutiara hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan melihat keluarga suaminya yang begitu hangat dan harmonis.
Para Pelayan restoran, datang dengan membawa berbagai menu makanan istimewa dan berbagai macam minuman jus dan soda yang akan disajikan dimeja keluarga Papi Dahlan yang sudah dipesan sebelumnya.
Papi Dahlan memberikan sebuket bunga mawar yang berwarna merah, kepada istrinya Safira. Nampak rona merah diwajah Safira, hingga semua yang melihatnya turut senang dan bahagia.
"Terima kasih yah Pih, Mami suka buket bunga mawarnya, cup." Ucap Safira senang lalu mengecup pipi suaminya.
"Sama-sama sayang, ini kadonya juga buat istri Papi tercinta." Ujar Papi Dahlan senang, dikecup pipinya dihari yang special bagi Dahlan dan istrinya. Papi Dahlanpun memberikan kado itu ketangan istrinya.
"Waaah... Papi! Mami semakin sayang deh." Ucap Safira senang, lalu menerima kado pemberian suaminya dengan wajah berbinar.
__ADS_1
"Ha.. ha.. ha.. iya dong Mih, Papi juga tambah sayang sama Mami." Kata Papi Dahlan tertawa.
"Buka yah Pih, kadonya?" Tanya Safira.
"Buka saja, sayang." Ucap Dahlan.
Mami Safirapun kemudian membuka kadonya dengan tidak sabaran. Dirinya sungguh penasaran dengan kado apa yang diberikan oleh Papi Dahlan untuknya.
Mami Safira mengerutkan dahinya, saat membuka kardus dan kertas kadonya, yang didalamnya masih ada bentuk kado yang lebih kecil dari sebelumnya.
Setelah membuka kertas kadonya lagi, ternyata didalamnya masih berisi kotak kado yang lebih kecil lagi dan lagi.
Safira menatap kesal kepada suaminya, yang hanya senyum-senyum melihat dirinya yang sudah mulai gerah setelah membuka kado yang dari ukuran besar hingga ukuran kecil.
"Pih.. kamu sengaja mengerjai Mami yah? Sungguh Mami sangat lelah, Mami menyerah saja." Kesal Mami Safira saat kado itu tak kunjung selesai, hingga kotak yang ke lima. Safirapun memanyunkan bibirnya manja.
"Ha.. ha.. ha.. sedikit lagi Mih, ayo dong semangat! Papi saja semangat saat membuatnya." Ucap Dahlan tersenyum menyeringai.
Sontak saja, Angga dan Andi juga Ibu Lanjar ikut tersenyum dan menggelengkan kepalanya heran melihat kekonyolan Papi Dahlan. Sedangkan Mutiara, merasa kasihan dengan Mami mertuanya itu. Para Pelayan restoran hanya senyum-senyum saja, merasa lucu dengan keluarga kaya itu, pikirnya.
"Sini Mih, biar Mutiara bantuin." Tawar Mutiara, mengulurkan tangannya untuk membantu.
"Iya, Mih. Sama-sama." Ucap Mutiara, lalu mengambil kotak kado tersebut.
Alhasil, Mutiarapun membantu membukakan kado tersebut dengan dibantu Andi suaminya.
Semua melihat Andi dan Mutiara, begitu telaten dan kompak saat membuka kotak kado itu.
Setelah kotak yang ke sepuluh, sudah kotak benar-benar kecil. "Semoga ini yang terakhir Mih." Ucap Andi berharap.
"Iya, Mih. Semoga ini yang terakhir." Mutiarapun berharap.
"Aamiin... semoga saja, sayang. Sungguh, baru kali ini Papi kalian sudah ngerjain Mami. Untung ada kalian yang mau membantu, sini Mami yang buka, sayang." Ucap Mami Safira merutuki atas kelakuan suaminya.
"Ha.. ha.. ha.. istriku ayo dibuka, kamu jangan kaget yah?" Ucap Papi Dahlan tersenyum menyeringai.
"Ck.. Papi sebenarnya niat kasih hadiahnya engga sih? Kenapa sungguh merepotkan sekali? Sampahnya ini jadi banyak." Omel Safira menggerutu.
"Ha.. ha.. ha.. tenang Mih, ada pelayan yang akan membereskannya." Ucap Papi Dahlan santai.
__ADS_1
Pelayan restoranpun mengerti, sudah menyiapkan wadah sampah di dekat mereka.
"Ini.. Tuan, wadah sampahnya." Ucap salah satu pelayan restoran dengan ramah.
"Terima kasih, Mba." Ucap Papi Dahlan juga ramah.
Papi Dahlanpun lantas mengambil wadah sampah dari tangan Pelayan tersebut.
"Sini sayang, sampahnya." Pinta Papi Dahlan menyodorkan wadahnya.
Andi dan Mutiara mengambil sampah kado tersebut, lalu membuangnya ke wadah sampahnya. Sedangkan Mami Safira membuka bungkusan kotak kado yang masih tersisa, sudah sangat kecil.
"Haaah... Papi benarkah ini buat Mami? Bukankah, kalung berlian permata ini baru minggu lalu launching?" Tanya Mami Safira begitu terkejut.
Pasalnya, baru minggu yang lalu perusahaan besar berbagai macam perhiasan emas, pemata, intan dan berlian itu memgeluarkan model kalung tersebut, yang hanya membuat khusus. Biasanya hanya dua sampai tiga buah saja, dalam pembuatan modelnya di Indonesia.
"Iya, sayang. Hadiah ini Papi berikan untuk istri tercinta." Ucap Papi Dahlan tulus, dengan senyum merekah.
"Terima kasih yah, suamiku sayang. Cup." Ucap Mami Safira senang seraya mengecup pipinya sekilas.
"Sini, Papi bantu pakaikan kalungnya." Tawar Papi Dahlan dengan seuntai senyum, lalu memakaikan kalungnya keleher istrinya dengan hati-hati.
Sontak saja semuanya bertepuk tangan kepada mereka yang begitu romantis, meski diawal Safira nampak kesal dengan ulah jahil suaminya.
"Prook.. prook.. prook.." Bunyi tepukan tangan. Kemudian Andi dan yang lainpun memberikan selamat kepada Papi Dahlan dan Mami Safira.
"Happy Anniversary wedding yang ke 28 Mih, Pih." Ucap Andi lalu diikuti oleh yang lainnya.
"Terima kasih banyak, kalian adalah anugerah terindah buat kami." Ucap Papi Dahlan haru dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Bagitu juga Mami Safira menangis saat anak dan menantunya memberikan selamat kepada mereka. Besannyapun turut memberikan selamat dengan haru dan bahagia.
Merekapun saling berpelukkan, menangis bahagia dimalam Anniversary pernikahan Safira dan Dahlan.
"Assalamu'alaikum.. selamat malam, maaf kami terlambat datang."
...♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--