
π₯°π₯°Happy Readingπ₯°π₯°
Dikediaman Tuan Dahlan.
Andi dan Papi Dahlan sedang bermain catur, mereka menghabiskan waktu berdua selepas makan malam tadi.
Waktu sudah hampir pukul sebelas malam, namun istri, adik dan Maminya belum juga pulang ke rumah. Andi yang tidak biasanya memikirkan istri bocilnya itu, entah mengapa tiba-tiba muncul dibenaknya.
"Aiish.." Decak Andi ingin membuang rasa itu, rasa yang pernah dia rasakan saat jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada seorang gadis sekaligus sahabatnya semasa kuliah dulu. Iya gadis itu sudah menikah dan memiliki dua putra kembar yang tampan-tampan. Gadis itu bernama Asyafa Dorman, cinta pertamanya yang sekarang sudah menjadi milik orang lain.
"Kenapa, Nak? Kenapa tampangmu begitu suntuk dan kesal? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Papi Dahlan merasa heran, pasalnya dirinya sedang bermain catur bersama anaknya. Namun, dia merasa sedang bermain catur sendiri. Bagaimana ceritanya coba kalau main catur sendiri? Otorpun tidak bisa! π
"Ini Pih, sudah jam sebelas malam kenapa mereka belum juga pulang yah?" Ujar Andi gelisah memikirkan mereka terutama istrinya. Sedangkan dirinya sudah sangat mengantuk kini. "Huuam.." Bunyi Andi menguap.
"Papi mana tahu Nak, Papi 'kan dari tadi disini sama kamu. Kalau kamu sudah mengantuk, lebih baik kamu tidur saja." Ujar Papi Dahlan memberi saran.
"Iya Pih, Andi tidur duluan yah. Andi cape tadi kerja pertama langsung di lapangan."
"Iya Nak, besok kamu tetap pindahan, bukan? Biar nanti Papi yang lanjutkan pekerjaan lapangan kamu."
"Iya Pih, tapi memangnya harus secepatnya yah Pih, Andi pindah ke Apartrment?"
"Iya dong, biar kalian bisa bebas melakukan tugas wajib kalian." Kata Papi Dahlan yang membuat Andi mendadak batuk.
"Uhuuk.. uhuuk.. " Bunyi batuk Andi yang di buat-buat.
"Aiish.. lagu lama!" Decak Papi yang sudah mengerti arah jawabannya. Pasalnya, dirinyapun sama seperti itu jika sedang menyembunyikan suatu hal.
"Ha.. ha.. ha.. Papi juga sama, lagu lama!" Tawa Andi membalikkan kata Papinya.
"Sudah kamu tidur saja Nak, Papi juga mau tidur. Biarkan saja mereka pulang nanti malam, good night my son." Ujar Papi, lalu berpura-pura pergi masuk kamar tidurnya.
"Iya Pih, good night my Father too." Sahut Andi membalas Papinya dengan mengulum senyum.
Andipun beranjak dari tempatnya, menuju kamarnya. Entah kenapa, dirinya merasa ada yang aneh didalam kamarnya. Sepi dan hening tanpa keributan yang empat hari belakangan ini menghiasi kamarnya.
Andi masuk ke kamar mandi untuk rutinitasnya sebelum tidur, yaitu gosok gigi dan mencuci mukanya. Berhubung dia belum sholat isya, sekalian saja dirinya mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat isyanya.
Selesai menunaikan shalat isya, Andipun naik keatas ranjang bigsizenya yang terasa dingin. Andi memakai selimut tebalnya agar tubuhnya sedikit hangat.
Tidak butuh waktu lama, karena dirinya sudah sangat mengantuk, akhirnya Andi menyambangi mimpinya terlelap damai.
*******
Mami Safira, Angga dan Mutiara baru saja sampai dihalaman rumahnya. Angga membawa mobilnya sendiri, sedangkan Mami Safira dan Mutiara diantar oleh supir pribadinya.
Mutiara berdebar-debar jantungnya, jam sudah menunjukkan pukul 11.45 WIB. Papi yang masih terjaga, menyambut istri, anak dan menantunya dengan senang.
__ADS_1
"Woow.. kamu cantik sekali menantu Papi. Istriku memang sangat pandai mendandani menantu kita dengan begitu anggun, cantik dan berkelas." Puji Papi Dahlan kepada menantu dan istrinya.
"Iya dong Pih, siapa dulu dong? Istrinya Papi Dahlan!"
"Ha.. ha.. ha.." Tawa semuanya bersamaan.
"Oh.. iya, kalian sudah membuat Andi resah dan kacau tadi." Ujar Papi Dahlan dengan serius.
"Maksud Papi, dia mencari kita dan menunggu kita pulang, begitu?" Tanya Mamo Safira sedikit penasaran.
Papi Dahlan berbisik ditelinga istrinya, dengan lembut dan menggoda lalu mengecup pipinya lembut. "Iya sayang. Makin cantik saja istriku habis dari salon, malam ini Papi akan makan Mami sepuasnya, cup."
"Aissh.. malu Pih, ada anak dan menantu kita disini." Decak Mami Safira sebal.
"He.. he.. he.. biarkan saja mereka juga sudah paham, bukan begitu Nak?!" Kekeh Papi Dahlan, lalu meminta pembelaan anak dan menantunya.
Mutiara tersenyum canggung, saat Papi mertuanya meminta pendapatnya. Sedangkan Angga sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Bahkan dirinyapun sering melihat kedua orang tuanya sedang bercumbu mesra diruang TV, jika habis menonton drama korea kesukaan Mami Safira.
"Ini tinggal lima menit lagi, kapan mau kasih kejutan sama Kak Andinya?" Tanya Angga mengingatkan mereka.
"Oh.. iya, hampir lupa. Papi ambil kue ulang tahunnya dulu yah." Papi Dahlan baru sadar waktunya saat Angga mengingatkan.
Papi Dahlanpun mengambil kue ulang tahun Andi, lalu menyerahkan ke tangan Mutiara isttinya Andi.
Merekapun sudah bersiap-siap di depan pintu kamar Andi, yang ternyata dikunci.
"Tok.. tok.. tok.." Bunyi pintu kamar Andi diketuk.
Andi terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara ketukan pintu kamarnya. Andi sengaja mengunci pintu kamarnya, karena dirinya ingin menghukum istrinya yang pergi tanpa izinnya, hinga sampai larut malam.
"Lihat saja kamu bocil, akan aku hukum kamu sekarang. Kamu sudah berani nakal, tidak meminta izinku." Andi bergumam dengan nada ancaman.
"Jeglek." Bunyi pintu terbuka.
"Duar..." Potongan kertas kecil beterbangan diatas kepala Andi.
"Surprise... Happy birthday... sayang.." Ucap Mami Safira dan yang lainnya memberikan selamat.
Seketika Andi terkejut, dirinya mendapatkan surprise dari keluarga tercintanya. Istri bocilnyapun ikut-ikutan memberikan kejutan kepadanya, termasuk kedua ARTnya Mbo Panti dan Mbo Yuyun.
Terlebih lagi saat istrinya memegang kue black fores yang berukuran sedang, dengan lilin yang menyala berbentuk angka 27 tahun.
Andi tertegun sejenak, dengan wajah masih bau bantal memandang wajah istrinya yang berbeda. Mutiara sangat terlihat cantik dengan wajah yang dirias tipis, rambut panjang yang dibuat bergelombang dan gaun cantik yang membungkus tubuh idealnya.
Penampilan istrinya begitu berbeda, hingga Andi tidak bisa berkedip untuk memandangnya.
"Eem.. heem.. sudah kali memandangnya! Tiup dulu lah lilinnya." Ledek Mami Safira dengan senyuman manisnya, kemudian menyanyikan lagu Happy birthday. Lalu di ikuti oleh semuanya.
__ADS_1
Wajah Andi seketika mendadak merah, karena ketahuan sedang menatap istrinya dengan gugup.
"Happy birthday to you.."
"Happy birthday to you.."
"Happy birthday... happy birthday... happy birtday to you..."
"Tiup lilinnya.. tiup lilinnya... tiup lilinnya sekarang juga... sekarang... juga... sekarang... juga..."
"Huuup.." Andi meniup lilinya dengan wajah nampak malu-malu.
"Horee.. sekarang, kamu mau minta apa, sayang?" Tanya Mami Safira.
"Andi malu.. sudah umur segini masih dirayain saja ulang tahunnya." Ucap Andi jujur merasa malu dengan usianya saat ini.
"Ha.. ha.. ha.." Tawa Mami Safira dan yang lainnya pecah.
"Iya sudah, ini ulang tahun pertama kamu sudah menikah sayang, wajar dong Mami siapkan semua ini!" Ujar Mami Safira dengan ketus.
"Iya.. iya.. Mamiku, sayang." Ucap Andi pada akhirnya. Mami Safirapun senang, saat Andi menerima surprisenya itu.
"Sekarang potong kuenya, lalu berikan potongan pertama kamu untuk orang special, sayang." Kata Mami Safira.
Andipun memotong kue tersebut, tanpa disangka potongan kue pertamanya diberikan kepada istrinya.
"Haaah... ? Buat saya, Mas Andi?" Tanya Mutiara tidak percaya.
...ππππ...
Autor : Cieh.. engga jadi kasih hukuman dong! Istrinya sudah kasih kejutan special.π€©π€©
Andi : Tetap dong tor, hukumannya yang enak-enak dong tor.ππ
Autor : Idih mesum... !ππ
Andi : Biarin sama istrinya sendiri. ππ
Autor : Tumben ngakuin istrinya! π€§π€§
Andi : πββοΈπββοΈ kabur ach.. ! π π
Autor : Kenapa sekarang jadi dia yang kabur? Dasar anak yang aneh... !π€π€
...β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈπΉπΉππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ...
Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.ππ...