Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Khawatir


__ADS_3

Dari kaca spion tengah Kevin memperhatikan Damara yang terlihat melamun, bahkan setelah sampai di kediaman Jerricco pun Damara terlihat masih melamun. 


Kevin turun terlebih dahulu, lalu berjalan membukakan pintu penumpang tempat Damara duduk. “Nona,” panggil Kevin.


Damara terlonjak kaget mendapati Kevin tengah berdiri di depan pintu mobil dengan tatapan dinginnya. Tubuhnya terasa lelah, bahkan kakinya pegal karena memakai heels dan hari ini dia benar-benar berjalan ke sana kemari. 


Tubuh serta pikirannya kacau Damara memilih membersihkan tubuhnya dan segera tidur. Jika tidak mendengar suara alarm yang dia atur di dalam ponselnya mungkin Damara akan terlelap hingga siang, karena tubuhnya benar-benar terasa lelah.


***


Seperti hari sebelumnya Damara sarapan dan ke restoran di ikuti Kevin. Asisten Jerricco itu benar-benar menunggunya, Damara tidak ambil pusing karena ada banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.


Sore itu Damara memilih menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda karena kemarin menemani Icha di rumah sakit. 


Tepat pukul lima suara telepon Damara berdering, tampak nama Kevin yang tertera di layar yang menyala. Karena berisik Damara memilih mematikan ponselnya agar Kevin tidak mengganggunya.


Pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang dengan tidak sebaran, Damara merasa terganggu. “Masuk!”


Ternyata seorang pelayan dengan wajah yang ketakutan, di ikuti Kevin di belakangnya.


“Ibu maaf pria ini memaksa masuk.”


Damara mengangguk, “Tidak apa-apa, lanjutkan pekerjaanmu!”


“Berikan aku waktu tiga puluh menit, tidak usah membantah.” Kevin bisa saja memaksa Damara, tetapi dia sadar diri siapa Damara sekarang. Wanita yang harus dia jaga, seperti perintah Lord Jerricco.

__ADS_1


Setelah tiga puluh menit berlalu, Damara memakai Sling bag nya. "Aku sudah selesai."


Kevin merasa beruntung karena Damara menepati janjinya. Mereka pulang ke kediaman Jerricco memang sedikit terlambat, Kevin sudah melapor pada Jerricco dan sudah mendapatkan persetujuan.


Setelah sampai di kediaman Jerricco, Kevin keluar dari kursi kemudi dan membukakan pintu mobil penumpang.


"Silahkan, nona."


Dengan rasa malasnya Damara keluar dari pintu mobil hendak berdiri, dia berjalan menuju bagian pintu utama namun kakinya tidak menginjak undakan tangga dengan sempurna. Hingga tubuh Damara limbung karena heels yang di gunakannya patah dan mengakibatkan keseimbangannya tidak bisa ia jaga dan mengakibatkan tubuh Damara jatuh ke tanah.


 “Aaaa,” pekik Damara karena kakinya benar-benar terasa amat sangat sakit.


Kevin yang melihat itu langsung membawa Damara ke kamar utama dengan cara di gendong lalu menelepon dokter.


Kevin membawa dokter untuk bertanya mengenai kondisi Damara, “Bagaimana kondisi kaki nona?”


“Kakinya tidak terlalu parah, hanya terkilir biasa. Nanti saya sudah menuliskan resep obatnya, di haruskan nona Damara untuk dua puluh empat jam ke depan istirahat total. Kakinya usahakan tidak di pakai untuk berjalan, di takutkan akan memicu pembengkakan.”


Dokter tersebut memberikan resep obat yang harus di beli untuk Damara minum.


“Baik dok, terima kasih.”


Kevin mengantar dokter yang memeriksa pintu hingga ke pintu utama, dia merogoh ponselnya untuk melaporkan kejadian ini pada Jerricco.


“Lord, nona Damara jatuh dan kakinya terkilir.” 

__ADS_1


Kevin tidak mendapatkan jawaban sedikit pun dari Jerricco bahkan sambungannya di putus oleh Jerricco. Kevin berdecap kesal, dia telah teledor dalam menjaga Damara Lord Jerricco pasti akan murka padanya.


*** 


Siang itu Jerricco sedang membaca berkas untuk meeting setelah jam makan siang, dering telponnya membuat fokus Jerricco pecah seketika. Apalagi mendapati nomor Kevin yang menghubunginya.


“Lord, nona Damara jatuh dan kakinya terkilir.” 


Jerricco mematikan telpon Kevin, ia meraih gagang telpon untuk menghubungi Robert orang kepercayaan Jerricco. “Siapkan penerbangan ke Indonesia sekarang juga!” perintah Jerricco.


Robert memilih mengetuk pintu ruang Jerricco lalu masuk ke dalamnya, “Lord, sore ini ada meeting penting. Lagi pula saya tidak ingin Lord kelelahan melakukan penerbangan kembali." Robert tidak setuju karena pagi tadi Jerricco baru sampai di Italia.


“Kau bisa menggantikan saya di rapat itu.”


Suara tegas Jerricco dan tatapan tajamnya mengisyaratkan bahwa dia tidak ingin di bantah membuat Robert terpaksa menyetujui keingin Jerricco.


Setelah kepergian Robert yang menghilang di balik pintu, Jerricco berdiri dari duduknya. Dia memakai kembali tuksedonya, perasaan cemas menghantui dirinya. Jerricco tidak bisa merasa tenang sebelum melihat sendiri kondisi Damara.


***


Mohon di simak yah.


Perbedaan waktu Italia dan Indonesia itu sekitar enam jam. Jadi jika di Indonesia pukul 12.00 siang, itu di Italia pukul 06.00 pagi.


Serta penerbangan dari Indonesia ke Italia memakan waktu 20-23 jam.

__ADS_1


__ADS_2