
Damara dan Jerricco sedang menikmati makanan yang mereka pesan. Sesekali Damara mencuri pandang pada Jerricco yang terlihat fokus menikmati makanannya. “My Lord,” panggil Damara dengan suara pelan.
Manik Jerricco bergerak ke atas melihat wajah Damara, ia menunggu ucapan yang akan keluar dari mulut istrinya.
“Apa gaun pesta tadi tidak berlebihan?”
Jerricco menyimpan garpu serta pisau lalu menatap lekat manik Damara, “Tidak ada yang berlebihan.”
“Ta-tapi har-“ Jerricco menyimpan telunjuknya di atas bibir Damara.
“Tidak perlu memikirkan uang yang aku keluarkan untuk sebuah gaun, berapa pun harganya jika bisa membuatmu senang aku akan membelikannya untukmu.”
***
Damara terlihat cantik dengan gaun pilihannya. Gaun yang di pilih Damara berhiaskan mutiara, berlian dan emas putih yang membuat gaun tersebut terlihat mewah. Tidak cukup sampai di situ gaun tersebut terbuat dari bahan sutra dan satin stitched dengan benang khusus (Zari) yang terbuat dari emas.
Sementara Arvan terlihat gagah dengan tuksedo yang di kenakannya, semakin menampilkan wajah tampannya. Mereka berdua beriringan berjalan menapaki red karpet sambil bergandengan.
Acara tersebut berlangsung dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun, karena Robert sudah memastikan semuanya aman hingga ujung acara tanpa hambatan.
Damara lebih dulu meninggalkan acara dan kembali ke kamarnya, ia duduk di meja riasnya. Ia memandangi wajahnya dari cermin, tubuhnya sedikit lelah. Ia harus menemani Jerricco menemui beberapa tamu pentingnya, dan yang membuatnya bosan yang mereka bicarakan masalah bisnis.
__ADS_1
Damara merasakan tangan Jerricco yang melingkar di pinggang serta pundaknya menjadi tumpuan kepala Jerricco. “Lepaskan, tubuhmu berat,” keluh Damara.
Jerricco melepaskan tangannya ia berjalan dan memosisikan tubuhnya berjongkok di hadapan Damara. “Apa kau tidak bahagia?”
Damara menggeleng, “Bukan tidak bahagia, tapi melelahkan.”
“Aku kira kau tidak bahagia.”
Damara mencoba menampilkan senyum manis miliknya. “Siapa yang tidak bahagia di akui sebagai istri dari Jerricco Alesandro?”
Jerricco menarik tangan Damara lalu mengecup punggung tangan sang istri. “Aku akan melakukan apa pun untuk mu, sayang.”
Pipi Damara bersemu merah mendengar gombalan Jerricco. “Baiklah, tidak ada malam penuh keringat untuk hari ini.”
Damara menatap Jerricco dengan tajam. “Katanya kau akan melakukan apa pun untukku my Lord,” ucap Damara ketus. Ternyata gairah Jerricco masih menggebu-gebu, padahal kemarin malam mereka sudah melakukannya beberapa ronde.
“Hanya malam ini … besok-besok aku tidak menerima penolakan lagi.”
Damara memilih mengangguk supaya urusannya lebih cepat. “Bantu aku membuka gaunnya,” rengek Damara dengan suara yang ia buat semanja mungkin untuk menggoda Jerricco.
Jerricco membantu Damara untuk membuka gaun indahnya, tangannya sesekali nakal meremas gundukan kembar milik Damara. Meskipun berakhir dengan tangannya yang di tepis oleh sang istri serta tatapan yang menusuk.
__ADS_1
Damara mulai jengah karena tangan nakal Jerricco bukan membantunya membuka gaun tapi malah menyentuh titik sensitifnya. “Berhenti my Lord!”
Jerricco merapatkan tubuh Damara agar tidak ada jarak di antara mereka, ia melahap bibir Damara singkat. “Sangat di sayangkan kalau tubuhmu indahmu hanya menjadi pajangan.”
Damara menggeleng. “My Lord aku lelah, untuk hari ini saja aku ingin istirahat.”
“Baiklah.” Dengan berat hati Jerricco menyetujui keinginan Damara. Kali ini ia membantu Damara melepaskan setiap kain yang melekat pada tubuh sang istri. Ia membawa Damara ke dalam kamar mandi dengan gaya bridal.
“Aku tidak keberatan jika kau ingin mandi berdua.”
“My Lord,” rengek Damara dengan nada frustrasi. Sepertinya sekarang Jerricco senang menggodanya, dan membuatnya kesal dan marah secara bersamaan.
“Baiklah.”
***
Karena sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, kegiatan panasnya aku kurangi ya 🤭
Marhaban ya Ramadhan
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan untuk umat muslim 🙏 semoga di beri rezeki yang berlimpah. Jangan lupa jaga kesehatan, serta berlomba-lomba mencari pahala di bulan suci ini🙏
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin, selamat menunaikan ibadah puasa 1442 H.