
Kevin mendengar jelas ucapan Damara, dia tidak bisa tinggal diam jika ada yang berani melecehkan nama Jerricco. “Ucapanmu sungguh tidak sopan!”
Jerricco mengangkat tangannya agar Kevin tidak mengeluarkan teguran lagi pada Damara.
Jerricco berdiri dan memosisikan tubuhnya di belakang kursi roda yang di duduki Damara, dengan perlahan dia mendorong kursi roda Damara menuju kamar.
Tubuhnya terasa sangat lelah perjalanan dari Italia menuju Indonesia bukanlah waktu sebentar, bahkan dia belum ada satu hari di Italia harus kembali ke Indonesia untuk melihat keadaan Damara. Sesampai di kamar Jerricco mengangkat tubuh Damara ke tempat tidur.
“Maaf.” Suara itu terdengar sangat pelan, Jerricco menatap wajah Damara. “Jangan terlalu serius, Kevin memang seperti itu.” Jerricco memberi kecupan di kening Damara, dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Damara memilih memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Namun tidak bisa, bahkan Jerricco sudah selesai mandi dan naik ke tempat tidur Damara masih terjaga.
Damara membuka matanya, ia melirik Jerricco yang sudah terlelap dengan wajah tenangnya. Ia menatap wajah Jerricco yang tengah tertidur.
‘Kamu pria yang sudah mewujudkan impianku, meskipun kita belum saling mencintai’.
Damara meraih ponselnya yang ada di atas nakas, dia ingin tahu lebih jelas tentang Jerricco.
Mata Damara membola saat membaca suatu artikel yang menyatakan bahwa Jerricco adalah pria terkaya di Dunia.
Tubuh Damara lemas seketika, dia tidak tahu jika Jerricco pebisnis kaya raya. Ada rasa tidak percaya diri, apalagi Damara bukan siapa-siapa, dia hanya wanita biasa.
__ADS_1
Damara melanjutkan membaca artikel tersebut, kini di dalam artikel itu Damara baru mengetahui umur Jerricco yang menginjak tiga puluh delapan tahun. Karena saat menandatangani surat menikah, Damara tidak terlalu memperhatikannya.
Damara ingin tahu siapa wanita yang pernah berhubungan dengan Jerricco. Tapi tidak ada satu artikel pun yang membahas masalah percintaan Jerricco.
Dia melirik wajah Jerricco kembali, “Memangnya masalah apa yang pernah kamu lalui sebelumnya?” Suara Damara terdengar sangat pelan, bahkan di tengah keheningan malam.
Damara terkejut melihat Jerricco yang tampak gelisah di tengah tidurnya, buliran keringat mulai membasahi pelipis Jerricco.
“Dear, kamu harus bertahan. Jangan tinggalkan aku.”
Damara merasa dadanya sesak saat mendengar Jerricco mengigau. Dari panggilannya saja Damara tahu, dear itu pasti panggilan untuk kekasihnya.
‘Tapi apa yang terjadi, dengan hubungan mereka?’
Damara masih memperhatikan tubuh Jerricco yang semakin gelisah, bahkan gerakannya semakin tidak karuan.
Damara memberanikan diri menepuk pipi Jerricco dengan pelan. “Tuan.”
Arvan membuka matanya, nafasnya terengah-engah. Tatapannya tertuju pada Damara yang menatapnya, Jerricco yakin Damara pasti mendengarnya mengigau.
“Kenapa kau belum tidur?” ucap Jerricco dengan lembut.
__ADS_1
Damara menampilkan senyum simpulnya, “Aku belum mengantuk.”
Jerricco menggeser tubuhnya mendekati Damara, lalu membawa Damara ke dalam pelukannya.
“Tidurlah,” perintah Jerricco dengan suara pelan. Tangannya terulur untuk mengelus-elus rambut Damara, memberikan rasa nyaman agar Damara bisa pergi ke alam mimpi
Damara mendengar detak jantung Jerricco yang tidak karuan, pasti karena mimpi itu. Dia memberanikan diri untuk membalas pelukan Jerricco, rasanya hangat dan nyaman.
Mereka tertidur di dalam satu ranjang yang sama, dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya hingga ke perut. Pelukan hangat dan erat mereka berikan satu sama lain.
Tanpa ada ucapan meminta atau memerintah yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka memberikan rasa tenang untuk sebuah kenyamanan yang menyelimuti malam keduanya, meskipun hatinya sama-sama belum saling mencintai, satu sama lainnya karena masa lalu yang mereka alami bukanlah hal mudah untuk di lupakan.
***
#Temanmakansiang
Jika bisa memilih tidak ada satu orang pun yang ingin berada di dalam kubangan masa lalu, yang terasa menyakitkan jika di kenang kembali.
Kita doakan supaya Jerricco bisa keluar dari kubangan masa lalunya, melalui uluran tangan Damara.
Semoga saja Damara kuat untuk menarik Jerricco dari kubangan itu.
__ADS_1
Gak bisa banyak bab ternyata untuk teman makan siang, karena waktunya mepet, kalau sempat nanti aku usahakan akan berjumpa di #Temanmakanmalam😊