Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Tes DNA Sesilia


__ADS_3

Mark melepaskan pelukannya, ia menatap putrinya yang tumbuh besar dengan nama Damara. “Sesilia,” panggil Mark dengan nada pelan.


“Namaku Damara Makaleka,” tegas Damara dengan tatapan datarnya. Damara tidak ingin menyandang nama kecil terdengar asing di telinganya, ia lebih bangga dengan nama pemberian dari orang tua yang sudah mengurusnya sekarang.


“Jika itu maumu Papa akan mengabulkannya, Damara.” Mark mencoba tersenyum, matanya melirik pada Miranda yang berdiri tidak jauh darinya. jelas Mark melihat ada rasa tidak suka yang di tunjukan Miranda.


“Mari kita tes DNA supaya semuanya lebih jelas.”


Mereka keluar dari kediaman Mark. Damara memilih memakai mobilnya meskipun awalnya Mark meminta mereka di dalam satu mobil yang sama, tetapi Damara lebih memilih memakai mobilnya bersama para pengawal pribadinya.


Damara memperhatikan mobil yang melaju di depannya, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jerricco. Pada nada sambungan kedua Jerricco menerima teleponnya. “My Lord,” panggil Damara dengan suara manja. Yang jelas ia butuh angin segar sebelum menghadapi kenyataan entah itu baik atau buruk.


[Ya sayang]


“Aku sedang menuju rumah sakit,” ucap Damara dengan nada lesu. Semua yang ia tampilkan di hadapan Mark hanya akting belaka, berusaha terlihat baik-baik saja.


[Apa kau ingin aku temani?]

__ADS_1


“Tidak perlu My Lord, aku bisa sendiri.” Sebenarnya Damara ingin di temani Jerricco, tapi ia takut mengganggu pekerjaan suaminya.


[Baiklah, sampai jumpa nanti sayang]


“Ya My Lord.” Damara mengakhiri panggilannya. Ternyata rumah sakit tidak terlalu jauh dari kediaman Miranda, bahkan tidak sampai setengah jam.


Damara turun dari mobil, ia berjalan menghampiri Mark dan Miranda yang sudah menunggunya. Wajah lesu Damara kini ia ubah di depan Mark dan Miranda, ia berharap dirinya bukan anak kandung Mark.


Sepertinya Mark sudah mempersiapkan semuanya, saat mereka memasuki rumah sakit ada seorang suster yang menyambut kedatangan mereka. Damara hanya diam dengan pandangan kosong saat suster mengambil sampel darah serta rambutnya.


Membayangkan jika hasil tes itu benar bahwa ia anak kandung Mark, yang pasti Damara bingung harus bersikap bagaimana. Apalagi jika harus mengakui pria asing yang tidak pernah ia kenali ternyata orang tua kandungnya.


‘Atau dia menginginkan sesuatu darimu?’ tapi Damara merasa bahwa ia tidak memiliki apa-apa yang bisa di banggakan dari dirinya. Apalagi jika di bandingkan dengan Mira, meskipun Jerricco sudah mencintainya tetap saja rasa cemburu itu muncul di hati Damara. Ia mencoba menenangkan hatinya dengan menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan. 


Pengambilan sampel tes DNA sudah selesai kini Mark, Miranda beserta Damara berjalan menuju tempat parkir. “Apa kau tidak ingin pergi jalan-jalan bersama Papa?” Mark mencoba memberi tawaran pada Damara, ia sangat yakin bahwa Damara adalah anak kandungnya.


Melihat Damara yang terlihat canggung padanya Mark ingin membuat anak perempuan pertamanya merasa aman bersamanya.

__ADS_1


“Tidak Tuan, terima kasih. Saya permisi.”


Damara berjalan meninggalkan Miranda dan Mark yang masih mematung di tempatnya.  “Seharusnya Papa tidak perlu membawa Damara ke dalam keluarga kita, lihat sikapnya tidak sopan pada Papa.”


Mark mengacak puncak kepala Miranda putri bungsunya, “Wajar jika Kakakmu bersikap seperti itu … Papa yakin Damara akan terbiasa bersama kita.”


“Papa, apa kehadiranku tidak cukup bagimu?”


Mark tersenyum menimpali ucapan putrinya yang terdengar manja. “Kehadiran kamu sebuah kebahagiaan luar biasa bagi Papa, tapi Mami akan sedih jika melihat Damara tidak tahu orang tua kandungnya.”


“Papa merindukan Mami?” sebetulnya tanpa Miranda tanya pada Mark, ia tahu bahwa Papanya sangat merindukan Mami.


“Kita berkunjung ke makan Mami, ia pasti senang kalau tahu Papi sudah menemukan Sesilia.”


***


Untuk yang kepo sama hasil tes DNA nya mohon bersabar ya, nanti sore aku up lagi 💞

__ADS_1


 


__ADS_2