
Setelah dari rumah sakit Jerricco membawa Damara ke pusat perbelanjaan, ia membiarkan Damara untuk membeli semua keinginannya.
Mungkin karena beban hidup yang baru di pikulnya Jerricco melihat Damara sedikit kalap dengan membeli beberapa barang yang baru Damara lihat. Dari mulai jenis perawatan wajah, baju, sepatu dan aksesoris lainnya.
Ia tidak peduli dengan barang yang di beli Damara, begitu juga dengan uang yang harus ia keluarkan untuk membayar belanjaan Damara. Yang terpenting bagi Jerricco adalah kebahagiaan Damara, setiap menyusuri beberapa benda yang menarik perhatiannya, Damara selalu minta ijin terlebih dahulu dan yang pasti Jerricco tidak bisa menolak keinginan Damara.
Senyum manis dari bibir Damara lebih dari cukup untuk mengganti semua uang yang ia keluarkan.
Kini mereka sudah sampai di kediaman Jerricco. Damara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dengan kepalanya yang menjadikan paha Jerricco sebagai bantalan.
Sementara Jerricco tengah membelai kepala Damara yang berada di atas pahanya dengan perlahan.
“My Lord aku lelah?”
Mendengar nada manja Damara, Jerricco hanya menimpali dengan sebuah senyuman, tangannya tidak berhenti membelai kepala Damara untuk memberi kenyamanan pada istrinya.
Jerricco tidak menyangka bahwa ia dan Damara menghabiskan waktu lebih dari lima jam hanya untuk mencari barang-barang yang tidak penting demi kesenangan istrinya.
__ADS_1
Setelah mendengar dengkuran halus Damara, Jerricco mencoba menggantikan pahanya dengan bantal untuk menyangga kepala Damara. Ia berjalan menuju ruang kerjanya, lalu duduk di kursi dan menyalakan laptop miliknya.
Ada beberapa email yang di kirimkan Robert kepadanya mengenai perusahaan, serta ada satu email yang di kirim Robert dengan subjek penyelidikan.
Jerricco lebih dulu membuka penyelidikan yang di kirim Robert. Bibir Jerricco terangkat hingga menampilkan sebuah senyum mengerikan, ia memandangi foto berupa wajah perempuan di layar monitor yang bagian mukanya seperti terkena luka bakar.
***
Damara terbangun dari mimpi indahnya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum kelopaknya terbuka sempurna.
Setelah membersihkan tubuhnya Damara masuk ke walk in closet, ia memilih salah satu gaun berwarna merah dengan bagian dada yang sedikit rendah. Ada perasaan tidak percaya diri namun entah mengapa ia sangat ingin mengenakan gaun merah tersebut.
Setelah berkutat lama dengan pikirannya akhirnya Dama memilih gaun tersebut, ia mengambil syal berwarna merah muda untuk menutupi bagian gunung kembarnya yang sedikit menonjol.
Setelah memastikan penampilannya Damara berjalan menuju meja riasnya. Ia memoles wajahnya dengan sangat sempurna.
Saat suara pintu yang terbuka Damara menatap cermin ia melihat Jerricco yang tampak rapi dengan tuksedo yang melekat pada tubuhnya. Damar tidak bisa menutupi raut kagumnya melihat pancaran ketampanan Jerricco.
__ADS_1
Saat satu kecupan mendarat di pipi kanan Damara, rasanya tubuhnya panas seketika. Ia berdiri dan menatap lurus pada manik Jerricco. “My Lord,” panggil Damara dengan nada sensual.
Jerricco mengumpat di dalam hati mendengar suara Damara, begitu juga dengan Damara yang tampak cantik menggunakan gaun merah serta bibirnya menambah kesan sempurna dengan lipstik berwarna merah darah yang menantang. Pandangan Jerricco jatuh pada syal yang di kenakan Damara, ia menarik syal berwarna merah muda tersebut.
Gairah dalam dirinya bergejolak melihat bukit kembar milik Damara menonjol sempurna. “Kau terlihat perfect malam ini.”
Damara bisa melihat kilatan manik Jerricco yang bergairah. “My Lord jangan, kita harus segera pergi!”
***
Ada yang bisa tebak siapa perempuan yang fotonya di kirim Robert?
Buat yang punya instagram yuk follow akun Nengaudra22, pasti ku follback ☺
Love u
__ADS_1