Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
I Want You


__ADS_3

Damara menyimpan garpu dan pisau lalu bangkit hendak pergi. Tetapi tangannya di tarik oleh Jerricco, “Lepaskan!”


Jerricco menarik Damara agar kembali duduk. Ia mengambil garpu dan menusukkannya pada steak lalu menyuapi Damara.


Damara mengatupkan mulutnya, dia tidak mau menerima suapan dari Jerricco.


“Buka mulutmu!” perintah Jerricco. Damara menggelengkan kepalanya.


“Kenapa kau jadi susah di atur seperti ini, cepat makan.”


Dengan kasar Damara mengambil piring lalu berjalan melewati beberapa kursi untuk mendekati Kevin dan duduk di hadapan Kevin.


Jerricco menghela nafasnya, dari tempatnya ia bisa melihat Damara duduk dengan Kevin. Ia memperhatikan Damara yang mulai makan dengan menundukkan kepalanya.


Jerricco mengusap wajahnya, ia tahu Damara sudah selesai datang bulan tapi kenapa istrinya masih mudah marah seperti itu.


Damara tahu Jerricco sedang memperhatikannya, tapi dia sengaja pura-pura tidak peduli.


Melihat Kevin yang tengah fokus dengan layar di depannya Damara mencoba berbicara dengan Kevin.


“Kenapa kamu ikut ke Italia juga?”


Kevin mengalihkan perhatiannya dari layar menuju wajah Damara. “Keselamatan Nona sudah jadi tanggung jawab saya, ke mana pun Nona pergi saya akan ikut.”


Jerricco tidak bisa mengontrol emosinya melihat Damara yang meninggalkan dirinya sendiri dan memilih berbicara dengan Kevin.

__ADS_1


“Memangnya kau tidak punya kekasih atau istri yang harus kau jaga?”


“Maaf Nona, itu urusan pribadi saya.”


Damara kembali memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya. Damara merasa Kevin memang tertutup atau mungkin semua pegawai Jerricco seperti itu.


Damara terkejut saat Jerricco tiba-tiba mengangkat tubuhnya. “Aku mau turun, turunkan aku,” ucap Damara sambil berontak.


Jerricco membawa tubuh Damara dengan secara bridal ke kamar pribadinya. Jerricco sengaja memberikan tatapan tajam agar Damara diam dan tidak berontak.


Amarahnya naik ke ubun-ubun melihat dirinya di abaikan, sementara sang istri lebih memilih berbicara dengan Kevin.


“Aku tidak suka melihat kau berbicara dengan Kevin!” tegas Jerricco dengan nada dingin.


Damara hanya bisa diam membisu, dia tidak pernah melihat Jerricco marah seperti ini. “Ma-maaf,” ucap Damara gugup.


Jantung Damara berdebar saat Jerricco ikut merebahkan tubuhnya dan menindih tubuh Damara.


Jerricco mengelus pipi Damara dengan perlahan, lalu tangannya bergerak menuju bibi Damara. “Jangan pernah membuatku marah sayang.”


Suara Jerricco tidak terdengar lembut sama sekali di telinga Damara. “Aku tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Damara dengan suara bergetar.


Melihat Damara yang ketakutan Jerricco menyatukan kening mereka, ia memperhatikan manik milik Damara. “Apa tubuhmu masih lelah?”


Melihat Damara yang menggeleng Jerricco sedikit memiringkan wajahnya, ia melahap bibir Damara dengan lembut dan perlahan.

__ADS_1


Awalnya Damara hanya diam saja, ada rasa trauma dalam dirinya dia takut Jerricco kembali meninggalkannya. Damara berusaha rileks dan mencoba membalas ciuman Jerricco.


Ciuman itu awalnya sangat lembut tetapi kini berubah menjadi lebih menuntut satu sama lain, bahkan tanpa sadar Damara mengalungkan lengannya di leher Jerricco.


Tangan Jerricco tidak tinggal diam, tangan nakalnya membelai setiap lekukan tubuh Damara yang terbalut pakaian.


Jerricco melepaskan ciumannya karena Damara hampir kehabisan nafas, jelas wanita di bawah tubuhnya tidak terlalu ahli dalam berciuman.


Jerricco tersenyum melihat pipi Damara yang bersemu merah. Tangan nakalnya sengaja meremas bukit kembar milik Damara.


“Aaah.” Suara ******* itu terdengar pelan namun mampu membangkitkan bagian bawah Jerricco.


Damara memilih menutup matanya, dia merasa malu karena tidak bisa menutupi gairahnya.


“Open your eyes, look at me!”


Mendengar perintah Jerricco, Damara membuka matanya. Ia menggigit kecil bibir bawahnya, saat manik mereka bertemu.


“I want you."


Tubuh Damara terasa panas seketika mendengar ucapan Jerricco. Bukan hanya itu saja kini jantungnya berpacu dengan cepat.


Jerricco kembali melahap bibir Damara, tangannya meremas bukit kembar milik Damara.


 

__ADS_1


 


__ADS_2