Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Lelucon - Hasil Tes


__ADS_3

Damara terkejut saat membuka pintu ternyata ada Jerricco tengah duduk di kursi penumpang, “My Lord kok ada di sini?”


Damara masuk ke dalam mobil lalu menatap Jerricco dengan mata berbinar, ia tidak menyangka Jerricco akan kemari untuk menemuinya.


“Tidak suka jika aku ada di sini?”


Damara menggelengkan kepalanya, ia menghambur ke dalam pelukan Jerricco. Rasanya nyaman sekali, “Terima kasih My Lord.” Ia merasakan sentuhan Jerricco yang membelai lembut rambut sebahunya.


“Kau senang?”


Damara menganggukkan kepalanya di dalam pelukan hangat Jerricco.


“Jalan!” Mendengar perintah dari Jerricco sopir pribadi yang ia tugaskan untuk mengantarkan Damara mulai melajukan mobilnya meninggalkan area parkir.


“My Lord aku takut,” lirih Damara seraya melepaskan pelukannya, ia memosisikan kepalanya bersandar pada bahu Jerricco.


“Ada aku di sini  sayang,” ucap Jerricco dengan nada lembut.

__ADS_1


Damara hanya diam membisu, kepalanya sedikit pusing ia memilih memejamkan matanya sejenak.


Rasa nyaman membuat Damara tertidur sambil menyender di bahu Jerricco, sementara Jerricco tersenyum tipis melihat tingkah Damara.


‘Baru berhadapan dengan Mark kau sudah selelah ini, apalagi dengan Fernandes’ ucap Jerricco di dalam benaknya.


Di tengah tidurnya Damara merasakan Jerricco mengangkat tubuhnya, tetapi ia tidak ingin bangun. Damara malah membenamkan wajahnya di dada bidang Jerricco.


Jerricco membawa tubuh Damara ke kamar lalu ia merebahkan tubuh sang istri ke atas tempat tidur. Ia mengecup puncak kepala Damara sebelum pergi meninggalkan istrinya.


Damara tertidur cukup lama, ia menggeliat untuk merentangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Ia mengedarkan pandangan ke setiap penjuru ruangan, tetapi tidak ada Jerricco di sana, bahkan kamar mandi pun pintunya sedikit terbuka.


Damara memilih membersihkan tubuhnya sebelum mencari Jerricco. Setelah selesai dengan ritual mandi dan pakaian tidurnya Damara berjalan keluar mencari keberadaan Jerricco.


Ruangan pertama yang ia yakin Jerricco ada di ruang kerja, dan betul saja ia melihat Jerricco sedang duduk di meja kerjanya sembari memperhatikan selembar kertas di tangannya.


Jerricco menoleh ke arah pintu saat terdengar suara pintu yang terbuka tanpa di ketuk, ternyata itu Damara.

__ADS_1


Rasa penasaran itu menggelitik hati Damara, ia berjalan menghampiri Jerricco. Lalu berdiri di samping kursi kerja Jerricco sambil memperhatikan selembar kertas tersebut. Sementara  Jerricco hanya menunggu reaksi Damara dengan tenang sambil memperhatikan wajah sang istri.


Tubuh Damara lesu seketika melihat hasil tes DNA dirinya yang di pegang Arvan. “MY Lord ini lelucon kan … dokternya tadi bilang hasilnya akan muncul satu minggu lagi,” lirih Damara.


Jerricco memeluk tubuh Damara dengan posisi ia masih duduk di kursi, ia menempatkan kepalanya tepat di perut Damara. Ia tahu betul Damara sedikit terpukul melihat hasilnya hingga berkata bahwa ini hanya lelucon belaka, tanpa Jerricco sebut ia bisa melakukan apa saja di negaranya termasuk meminta Robert untuk mengambil hasil tes DNA.


Ya rasa takut itu jelas ada, Jerricco tidak ingin ia kecolongan start. Setidaknya dengan begini Damara bisa mempersiapkan hatinya untuk menghadapi Mark satu minggu lagi setelah pria itu menerimanya.


“My Lord hasil tesnya salah, aku tidak mau menjadi anak dari pria yang tidak aku kenal.” Satu butiran bening berhasil meluncur dari kelopak Damara. Ia sangat terkejut melihat hasilnya secepat ini, padahal ia berharap bahwa dirinya bukan anak dari Mark.


Jerricco melepaskan pelukannya, ia bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di hadapan Damara. Tangannya terulur untuk menghapus air mata istrinya, “Kamu wanita kuat sayang, aku yakin kamu bisa lebih bijak dalam menghadapi masalah ini.”


Damara menggelengkan kepalanya, hatinya sakit. Rasanya ia ingin kembali ke Indonesia untuk menemui ibunya, ia ingin memeluk sang ibu untuk menumpahkan kekecewaannya pada takdir yang mengenaskan seperti ini.


Bagaimana bisa setelah dua puluh delapan tahun ia baru tahu bahwa dirinya bukan anak kandung kedua orang tuanya. Sementara ia tidak mengenal sama sekali siapa Mark, Miranda serta perempuan yang telah melahirkannya.


 

__ADS_1


__ADS_2