Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Suatu Tempat


__ADS_3

“Kamu bisa mencintainya tapi kamu enggak bisa cinta sama aku sampai detik ini.” Damara menghapus kasar air matanya lalu memutar tubuhnya. Kakinya melangkah menuju pembatas balkon, wajahnya menengadah ke langit malam yang gelap. 


Sepertinya hari ini tidak berakhir baik seperti hari sebelumnya, jika biasanya mereka berada di atas tempat tidur penuh dengan keringat pada tubuh polosnya. Tapi malam ini Damara merasa sendirian, dengan embusan angin yang menerpa tubuhnya.


Jerricco memandangi tubuh Damara yang berada di depannya, ia hanya bisa diam. Jerricco bingung dengan hatinya, ia tidak yakin bahwa dia telah mencintai Damara. Jerricco merasa nyaman dan bahagia dengan pernikahan ini tapi jika di tanya ‘Kamu mencintai Damara?’ Jerricco tidak bisa menjawabnya.


Ada beban berat di pundaknya jika ia berusaha meyakinkan diri bahwa dirinya mencintai Damara. Jerricco memutar tubuhnya dia berjalan meninggalkan kamar mereka.


Air mata Damara kembali turun, seperti tidak ada harapan di hatinya. Bahkan selama seminggu ini interaksi mereka tidak berarti apa-apa untuk Jerricco. 


‘Kamu itu Cuma di jadikan pemuas nafsu’


‘Pelarian masa lalu’


‘Enggak ada artinya kamu di mata Jerricco, sadar diri Damara!’


Damara menggelengkan kepalanya bisikan-bisikan itu membuat Damara semakin tidak percaya diri, dengan kelopak mata yang menggenang Damara memilih berjalan mendekati tempat tidur. Ia merebahkan tubuh lelahnya, tangannya meraba sisinya yang kosong. 


‘Apa aku tidur sendiri malam ini … aku membutuhkan pelukan hangatmu.’


Damara berusaha memejamkan matanya ia berusaha untuk pergi ke alam mimpi, melupakan rasa sakit di hatinya. Sampai detik ini setelah ia menyerahkan tubuhnya, dirinya belum berharga di mata Jerricco.

__ADS_1


*** 


Damara berjalan menuju ruang makan untuk melakukan sarapan pagi. Ia berharap bisa bertemu Jerricco, Damara sadar dirinya yang salah karena terlalu berharap dan meminta kepastian dalam waktu singkat. Tapi semalam ia tidak bisa mengontrol emosinya, mengontor apa yang hatinya rasakan. 


Rasa kecewa tergambar jelas di matanya saat melihat hanya Kevin yang berdiri di ruang makan dan beberapa pelayan yang tengah menyediakan sarapan pagi untuknya.


“Tuan Jerricco ke mana?” Damara mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada Kevin.


“Lord Jerricco pergi dari semalam ada urusan yang lebih mendesak hingga Lord tidak pulang.”


Damara melihat senyuman mengejek para pelayan yang berada di belakang Kevin. Rasanya Damara ingin mencabik-cabik wajah mereka, ‘Tenang Damara, kamu harus tunjukan bahwa nanti kamu bisa mendapatkan cintanya Jerricco dan mampu menyaingi Mira yang sudah pergi’ ucap Damara di dalam hati mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Pagi itu setelah Damara menghabiskan sarapannya ia berjalan bangkit lalu hendak berjalan meninggalkan ruang makan, tapi langkahnya terhenti mendengar suara panggilan Kevin.


“Ada apa?”


“Bersiaplah saya akan membawa nona ke suatu tempat.”


Damara mengangguk dan melanjutkan langkahnya, ia harus membawa Sling bag milikinya.


Kevin menunggu Damara di depan pintu kamar. Saat pintu terbuka Kevin memperhatikan penampilan Damara dari atas sampai bawah.

__ADS_1


Di perhatikan oleh Kevin Damara ikut melihat penampilannya. Damara tidak merasa ada yang salah, ia hanya memakai kaos di balut jaket dan menggunakan celana  jeans berwarna gelap.


“Mari Nona,” ucap Kevin. Ia berjalan lebih dulu menuju lift di rumah Jerricco.


Setelah memastikan Damara sudah masuk Kevin menekan angka sesuai kode untuk akses ke ruang bawah tanah.


Damara melihat Kevin yang meneka beberapa angka dengan. “Kita mau ke mana Kevin?”


“Ke suatu tempat.”


Ada rasa curiga di hati Damara, tiba-tiba Kevin membawanya pergi.


“Bukannya hari ini aku ada privat bahasa siang ini?”


Kevin menoleh sekilas pada Damara lalu menatap lurus ke depan. “Privat hari di batalkan, Lord yang meminta saya untuk menghentikan privat bahasa untuk sementara.”


Pintu lift terbuka, ruangan itu tampak asing di mata Damara. Ada tiga lorong di sana, “ Tempat apa ini Kevin?”


Kevin memilih diam, dia mengakses satu alat transportasi berbentuk kapsul yang akan mengantarkan mereka ke suatu tempat.


Pintu tersebut terbuka setelah akses di terima, “Mari masuk nona.”

__ADS_1


 


 


__ADS_2