Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Menyilaukan Mata


__ADS_3

Maaf kemarin ada sedikit kendala jadi libur, sebagai gantinya aku up 3 bab dan ini bab terakhir untuk hari ini.


Tolong di skip bab ini jika masih di bawah umur.


Happy reading 💞


***


Damara menikmati setiap sentuhan yang di berikan Jerricco kepadanya. Rasa takutnya hilang karena sentuhan Jerricco.


Jerricco membuka pakaian Damara juga pakaiannya. Kini mereka sama-sama polos tanpa sehelai benang.


Jerricco kembali mencium Damara sambil membimbing  miliknya yang sudah tegak sempurna memasuki kelembutan milik Damara.


Damara mencengkeram seprai dengan kuat saat benda tumpul dan besar memasuki bagian kelembutannya. Rasanya memang tidak seperti saat pertama kali Jerricco memasuki kelembutannya, tapi bagian bawahnya masih merasa asing dengan benda keras yang berusaha masuk ke dalam kelembutannya.


Jerricco merasakan miliknya yang terjepit oleh kelembutan Damara, ia menyentak miliknya lebih dalam dengan dorongan kuat hingga miliknya masuk sempurna. Rasanya sungguh luar biasa, ia bisa merasakan kelembutan Damara yang menjepit pusaka miliknya.


Jerricco mulai menggerakkan tubuhnya perlahan menikmati sensasi berbeda yang di berikan tubuh Damara. Jerricco melihat mata Damara yang sama di penuhi gairah, ia memompa tubuh Damara dengan ritme pelan menunggu bagian kelembutan Damara rileks.


Damara menikmati benda besar dan keras yang bergerak pelan di dalam kelembutan miliknya. Damara merasakan hentakan Jerricco lebih dalam membuat tubuhnya meliuk merasakan nikmat yang tiada dua.


Melihat respons tubuh Damara membuat sisi lain dari Jerricco keluar begitu saja, ia memompa tubuh Damara dengan kuat dalam dan cepat.

__ADS_1


“Aaah.”


Mendengar ******* Damara Jerricco semakin semangat memacu dirinya untuk memberikan rasa lebih memabukkan untuk Damara.


Jerricco merasakan kelembutan Damara yang membungkusnya dengan erat,  Jerricco menyentak lebih dalam untuk menyemburkan lahar panas miliknya.


Damara tengah setelah dirinya meledak bersama Jerricco, kini ia membuka matanya melihat wajah Jerricco yang terlihat lelah di atasnya.


Setelah lahar panasnya keluar Jerricco menarik diri dari kelembutan milik Damara.


Jerricco mengecup bibir Damara lalu menggulingkan tubuhnya ke samping Damara. Ia membawa tubuh lelah Damara  ke dalam pelukannya.


 “Terima kasih.”


“Ronde kedua?”


Damara mendongak melihat manik Jerricco, “Aku lelah.”


Jerricco mengecup kening Damara, “Tidurlah.”


Damara memeluk Jerricco dengan erat, ia merasa bahagia karena malam pertama mereka yang tertunda akhirnya terlaksana tanpa hambatan meskipun berada di atas udara.


Jerricco memejamkan matanya, menikmati sensasi yang luar biasa yang tidak pernah ia dapat sebelumnya.

__ADS_1


Mereka tertidur dengan posisi saling memeluk dengan tubuh polos tanpa selimut.


Jerricco bangun lebih dulu, ia memperhatikan wajah Damara yang tengah tertidur. Bibirnya mengembang membentuk senyuman.


“Kau memang bukan Mira, dan tidak akan pernah sama dengan Mira. Tapi aku yakin kau bisa masuk ke dalam hatiku.” Jerricco mengecup bibir Damara.


Bukan hanya kecupan bahkan kini Jerricco menghisap bibir Damara, tangannya meremas pelan gunung kembar yang sangat pas di tangannya.


Damara membuka kelopak matanya saat merasakan sesuatu yang lembap menghisap bibirnya.


Maniknya langsung bertemu dengan manik Jerricco yang berbeda di depannya. Tanpa ragu Damara mendorong tubuh Jerricco agar melepaskan ciumannya, “Aku lelah, jangan memulainya lagi. Katanya aku harus beristirahat tapi malah mengganggu istirahatku.”


Jerricco terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut istrinya. Jerricco bangkit dari tidurnya, ia duduk lalu meraih selimut dan menyelimuti tubuh polos Damara.


Melihatnya saja sudah membuat miliknya setengah berdiri, sepertinya Jerricco harus segera masuk ke kamar mandi sebelum menerkam tubuh Damara kembali.


Damara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, pipinya bersemu merah. Barusan ia melihat milik Jerricco yang terlihat setengah berdiri saja ukurannya luar biasa.


“Kenapa menutup wajahmu?”


“Sinar mataharinya menyilaukan mata,” jawab Damara tanpa membuka telapak tangannya.


Setelah mendengar suara pintu kamar mandi yang tertutup Damara menjauhkan tangannya lalu bernafas lega.

__ADS_1


‘Apa Jerricco sudah melupakan Mira hingga berani menyentuh tubuhku?’ tanya Damara di dalam hatinya.


__ADS_2