Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Mode Marah


__ADS_3

Setelah selesai berbicara dengan Galang, Damara kembali menghampiri Jerricco. Wajah Jerricco terlihat sangat datar. Damara meraih minum miliknya sambil menatap Jerricco yang mengacuhkannya.


Jerricco masih kesal pada Damara, ia mengalihkan perhatiannya dari layar ponselnya dan menatap Damara. “Sudah puas berbicara berdua dengan pria itu?”


“Sudah selesai,” jawab Damara santai, ia tahu Jerricco kesal padanya.


“Kau tidak perlu lagi bekerja di sini!”


“Loh kenapa, aku suka pekerjaan ini,” bantah Damara. Damara ingin tahu reaksi Jerricco jika dirinya membangkang.


Emosi  Jerricco  tersulut mendengar penuturan Damara. “Tapi aku tidak suka melihatmu berdua dengan pria lain.”


“Pak Galang pemilik resto ini jadi tidak salah jika aku banyak berinteraksi dengannya. Lagi pula selama ini aku selalu berduaan dengan Kevin, kenapa sekarang Tuan mempermasalahkan urusan pria.” Damara sengaja berbicara panjang lebar, dia ingin tahu reaksi Jerricco selanjutnya. ‘Apa Jerricco cemburu’ ucap Damara di dalam hatinya.


Jerricco menarik tangan Damara keluar dari resto. “Lepas Tuan.” Damara berusaha tangannya dari Jerricco.


Jerricco membawa Damara ke sebuah resort yang sudah ia pesan untuk beristirahat sambil menunggu Damara pulang. Tapi Jerricco harus menghukum Damara, agar istrinya tidak lagi berdekatan dengan pria lain.


Resort di pulai Kanawa tidak terlalu besar, saat membuka pintu mereka langsung di suguhkan dengan tempat tidur. Sebenarnya Jerricco ingin sekali mengganti tatanan di pulau ini, ia ingin membuat sebuah penginapan yang lebih mewah agar para wisatawan tertarik.


Tapi demi Damara ia menghilangkan kesempatan emas yang ia miliki, padahal ia bisa memiliki keuntungan lebih banyak dari pada seorang istri yang merepotkan.


“Tuan kenapa bawa aku ke sini?”

__ADS_1


Dengan santai Jerricco membuka jas yang ia pakai lalu melemparkannya ke sembarang arah. Sementara Damara hanya diam membisu dengan mata yang fokus memperhatikan setiap pergerakan Jerricco.


Damara menelan salivanya saat Jerricco membuka kemejanya. “Tu-tuan, apa yang Tuan lakukan?”


Jerricco  menyeringai melihat Damara yang gugup, ia berjalan mendekati Damara lalu memeluk sang istri sambil menatap instens.


Jantung Damara berdebar. Tidak ada jarak di antara mereka, tanpa aba-aba Jerricco membawa tubuh Damara ke atas tempat tidur.


Ia mengunci tubuh Damara agar tidak bisa lari. Damara tidak bisa berbuat apa-apa selain memperhatikan wajah Jerricco yang berada di atasnya.


Jerricco mendekatkan wajahnya pada wajah Damara yang terlihat tegang. Ia memiringkan kepalanya lalu melahap bibir Damara.


Awalnya hanya ciuman biasa, namun gairah di dalam tubuh mereka bergejolak. Ciuman itu semakin liar, bahkan tangan Jerricco tidak tinggal diam. Gairah Jerricco bergejolak, ia sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuh Damara.


Damara menikmati semua sentuhan Jerricco, bahkan Damara membiarkan Jerricco membuka kemeja kerja yang melekat pada tubuh Damara.


“Kenapa?”


“Aku sedang kedatangan tamu bulanan.” Mendengar jawaban Damara rahang Jerricco mengeras. Dia menegakkan tubuhnya dan kembali memakai baju yang ia lempar sembarangan.


Damara tersenyum melihat wajah kesal Jerricco. Damara tidak berbohong, dirinya memang sedang menstruasi.


***

__ADS_1


Setelah makan malam Damara memperhatikan Jerricco yang tengah bersantai di sofa.


Damara membawa nampan berisikan coklat hangat dan beberapa toples camilan. Setelah menyimpan nampan di atas meja, ia duduk di samping Jerricco.


“Tuan, coklat hangat,” ucap Damara menawari Jerricco.


Jerricco hanya mengangguk ia masih marah pada Damara.  Karena sang istri Jerricco harus pulang dan mandi air dingin di siang hari.


“Tuan masih marah masalah tadi?” Damara menunggu beberapa menit, tapi Jerricco tidak menjawab pertanyaannya.


Jerricco menghela nafas, “Harusnya kau beri tahu aku.”


“Aku ingin memberi tahu saat di ruang kerjanya tapi Tuan memotong ucapanku.” Damara merasa tidak salah, karena Jerricco seenaknya memotong ucapan Damara saat Jerricco bilang akan melanjutkannya nanti malam.


“Tapi saat di resort, kau tidak menolak malah menikmati permainanku.”


Pipi Damara bersemu karena ucapan Jerricco, ia memang menikmati setiap sentuhan Jerricco.


 ***


Satu bab dulu ya teman-teman 🙏


Bidadari kecilku lagi sakit, manja banget, laptop dan hp di sita sama anakku.

__ADS_1


Jadi mohon bersabar untuk hari ini, aku usahakan untuk tambah babnya.


 


__ADS_2