
Happy reading, aku kasih crazy up untuk kalian.
*Hp ku mati total belum sempat servis, akun instagramnya nyangkut di sana jadi aku belum bisa buka akun Nengaudra22 karena lupa pasword hiks. *
Mohon bersabar jika kalian sudah follow tapi belum aku follback, atau pesan kalian belum aku balas.
***
Damara telah sampai di kediaman Jerricco, ia
masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Jerricco. Tetapi Damara tidak menemukan
Jerricco di mana pun, begitu juga dengan beberapa pelayan yang menjawab bahwa
Jerricco belum pulang.
Damara memilih membersihkan tubuhnya, ia
mencoba menggunakan alat tes kehamilan yang ia beli. Air seninya sudah ia
tampung, dengan hati-hati Damara mengikuti petunjuk penggunaannya. Damara mencelupkan
tes kehamilan ke dalam air seninya. Damara memejamkan mata menunggu hasilnya,
jantungnya berdebar-debar menanti hasil tersebut ia berharap hasilnya positif.
Setelah menunggu dua menit Damara mencoba
membuka kelopak matanya perlahan. Kebahagiaan tergambar jelas di wajah Damara,
hasil tes kehamilan tersebut menunjukkan dua garis.
Damara mengelus perutnya yang masih rata.
“Baik-baik di dalam sana, Dady pasti senang mendengar kehadiranmu,” ujar Damara
dengan senyum yang mengembang.
***
Mark terkejut mendapati Jerricco yang datang
menemuinya, ia berusaha bersikap tenang dan menyambut menantunya dengan baik.
“Bagaimana kabarmu?”
Jerricco memandang Mark. “Kabarku baik.”
“Mari duduk,” ujar Mark dengan sopan. Ada perasaan
__ADS_1
janggal yang Mark tangkap saat melihat tatapan Jerricco padanya, sepertinya ada
hal yang sangat penting sampai-sampai Jerricco mau menemuinya, jangan-jangan.
Jerricco duduk di sofa yang ada di ruangan Mark.
“Sepertinya rencana penculikan Damara berhasil? Mungkin sebentar lagi istriku
mati di tangan Kakakmu” tanya Jerricco dengan nada dingin.
Mark tercengang mendengar kabar yang keluar
dari mulut Jerricco, ia merogoh ponselnya untuk menghubungi Fernandes. Tapi
panggilan tersebut tidak di angkat oleh Fernandes, ia membanting ponselnya ke
atas meja hingga menimbulkan bunyi.
“Kau terlalu bodoh Mark, sampai kakakmu
sendiri berani berkhianat demi membalaskan dendamnya padaku!”
Gigi Mark bergemeletuk mendengar hinaan yang
Jerricco tunjukkan padanya, “Sepertinya bukan hanya aku yang di khianati.”
Mark berjalan menuju meja kerjanya, ia membawa
map berisi perjanjian yang ia buat. “Tanda tangani maka aku akan membongkar
semuanya,” ujar Mark sambil memberikan perjanjian pemindahan saham kepemilikan
Jerricco pada dirinya. Tidak ada yang bisa ia andalkan untuk mendapat kekayaan
Jerricco jika Fernandes benar-benar membunuh Damara.
Jerricco menerima dan membaca isi perjanjian
tersebut, dia tidak akan membiarkan Mark mengelabuinya apalagi mendapatkan
kekayaan miliknya. Dengan santainya Jerricco melempar perjanjian tersebut ke
lantai, ia sengaja bangkit dari duduknya lalu berdiri. Pantofel hitam yang
mengkilat dengan harga ratusan juta menginjak perjanjian Mark, sebagai tanda
penghinaan yang ia tunjukkan untuk Mark.
“Kau berpikir sedang di atas angin? … padahal
__ADS_1
dirimu ada di bawah pijakanku.”
Hinaan Mark membuat Jerricco kehilangan
kesabarannya, ia mengeluarkan senjata api miliknya dan menodongkannya pada
Mark.
Bukan hanya Jerricco, tetapi dalam waktu
bersamaan Mark juga menodongkan senjata api kepada Jerricco. “Ku rasa jika kau
membunuhku tidak ada untungnya bagimu, yang jelas di luar sana masih banyak
musuhmu.”
“Kau berbicara seakan tahu semua tentang
hidupku, padahal kau hanya seorang pecundang yang menyembunyikan anaknya untuk menggait pria kaya agar bisa
kau rampas hartanya.”
Mark tersenyum jenaka pada Jerricco. “Dirimu memang
hebat menantuku, dengan semua kekayaanmu kau bisa melakukan apa saja … tapi
sepertinya hartamu tidak cukup untuk membeli abdi yang setia.”
“Tidak usah berbelit-belit bodoh, kau membuang
waktuku.”
Mark membuang senjata api yang di pegangnya ke
sembarang arah, kini ia duduk di sofa dengan kaki yang naik ke atas meja tanpa
rasa takut sedikit pun. Tangannya meraih ponsel miliknya yang tergeletak di
atas meja. Tangannya berusaha mencari sebuah file untuk menampilkan pertunjukan
yang spektakuler untuk raja dunia.
Dor!
Sebuah peluru melesat mengenai urat nadi leher
Mark, tidak cukup sampai di situ satu peluru lagi meluncur mengenai ponsel Mark
hingga hancur.
__ADS_1