Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Wanita Cantik


__ADS_3

Damara sudah menyelesaikan makan malamnya, ia mengambil selembar tisu untuk membersihkan mulutnya.


“Kak.”


Suara panggilan dari Miranda mengharuskan Damara menatap sang adik. “Ikut aku, ada sesuatu yang ingin aku tunjukan,” ujar Mira dengan senyum mengembang.


Damara hanya mengangguk dan bangkir dari duduknya, ia berjalan mengikuti Miranda sampai di sebuah ruangan yang letaknya di lantai dua.


Saat memasuki ruangan itu Damara mencium aroma khas bayi, di sana ada tempat tidur bayi. Hiasan dinding dengan beberapa animasi hewan, maniknya menyelusuri tempat itu. Terlihat beberapa mainan di ruangan itu, ada sesuatu yang menarik perhatian Damara.


Tanpa sadar kakinya melangkah mendekati sebuah foto yang terpajang di dinding. Langkah kakinya berhenti ia memandangi foto wanita yang sedang menggendong dirinya saat bayi, wajah wanita itu terlihat lelah dengan beberapa bulir keringat di dahinya.


Namun senyumnya mampu menggetarkan hati Damara, wanita terlihat cantik persis seperti dirinya. Meskipun tanpa balutan makeup dan mengenakan pakaian rumah sakit tetap terlihat cantik bagi Damara. Tangan Damara menyentuh foto tersebut, ia bisa melihat pancaran kebahagiaan dari wajah wanita di dalam foto  tersebut.


“Itu Ibu kak, dan bayi yang di gendongnya adalah Kaka.”

__ADS_1


Mendengar ucapan Miranda satu tetes air mata Damara meluncur membasahi pipinya. Ia menarik tangannya dari foto  tersebut lalu membalikkan tubuhnya. Miranda berdiri tidak jauh dari tempat Damara berdiri. “Ibu di mana?”


Bukan jawaban yang Damara dapatkan tetapi malah air mata yang turun dari kelopak Miranda. Melihat itu hatinya terasa sakit, ia menghampiri Miranda lalu memeluk sang adik. Tangis pilu Miranda cukup menyayat hati Damara, ia saja yang tidak mengenal ibu kandungnya merasakan sakit yang cukup dalam.


“Ibu sudah pergi Kak,” ucap Miranda di tengah isak tangisnya.


Apalagi Miranda yang hidup bersama dengan sang ibu, jelas hatinya lebih sakit dari dirinya. Damara cukup lama memeluk tubuh Miranda, hingga tidak terdengar lagi suara tangisan ia melepaskan pelukannya.


Damara melihat Miranda yang tampak kacau, matanya sedikit bengkak serta hidungnya merah. Damara terkejut saat Miranda menggenggam tangannya, ia menatap manik Miranda yang berkaca-kaca.


Damara mencerna setiap ucapan yang keluar dari Miranda, semua yang di ucapkan Miranda terdengar tulus tanpa ada yang di tutupi. “Lalu bagaimana bisa kamu menemukanku?”


“Saat itu Galang memintaku menghadiri acara lamarannya dengan Icha, sampai acara berakhir aku tidak menemukan Kakak. Sebetulnya aku ke sana bukan sekedar atas undangan Galang, tapi ada rasa penasaranku saat mengingat wajah Kakak yang terlintas seperti mirip denganku.”


Damara hanya diam menyimak ucapan Miranda.

__ADS_1


“Aku bertanya pada Galang tentang keberadaan Kakak, tapi katanya Kakak tidak bisa datang. Maaf Kak aku lancang  karena masuk ke ruangan Kakak, aku mencari alamat Kakak. Dan aku mendatangi alamat itu, saat itu aku di sambut seorang wanita paru baya … dia terlihat terkejut saat melihatku. Aku bilang mencari Kakak, wanita itu memperkenalkan dirinya Alice dan mengajakku masuk ke dalam. Aku melihat foto bayi yang terpajang di ruang tamu, serta foto Kakak dan foto laki-laki. Aku bertanya banyak pada Ibu Alice, dan menceritakan semuanya.”


Mendengar cerita dari Miranda, sepertinya Damara harus mendengar cerita dari sang ibu untuk memastikan kebenarannya. “Lalu?”


“Aku bilang pada Papa, awalnya ia tidak percaya. Sampai aku meyakinkan Papa dengan foto kecil Kakak yang di berikan oleh Ibu Alice … saat itu Papa terkejut mendengar berita pernikahan Kaka dengan Lord Jerricco, kami memutuskan untuk menunda menemui Kakak.”


Damara memperhatikan Miranda yang tersenyum malu-malu.


“Aku pun terkejut karena Lord Jerricco menikah dengan Kakak.”


“Kenapa harus terkejut?” Damara tidak bisa menutupi rasa penasarannya.


***


Terima kasih untuk semua yang sudah follow akun Instagram ku 😘

__ADS_1


#Ngabuburit💞


__ADS_2