Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Sepupuku


__ADS_3

“Kenapa teleponku tidak diangkat,” ucap Mira dengan kesal.


“Tadi aku ada meeting penting.”


Jerricco melihat Mira mengangkat tangannya, ia melihat sebuah amplop di tangan Mira dengan logo rumah sakit. “Dear, kau ke rumah sakit bersama siapa?”


Mira melepaskan pelukan Jerricco lalu berjalan memunggungi kekasihnya, Mira kesal pada Jerricco karena tidak memedulikannya.


“Dear, kau ke rumah sakit bersama siapa?” tanya Jerricco sekali lagi dengan suara lembut.


Mira membalikkan tubuhnya memberikan wajah kesalnya dengan bibir yang mengerucut. “Bersama Miranda.”


“Miranda sepupumu?” Mira mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Jerricco.


Deg


Entah mengapa perasaan Jerricco menjadi resah saat mengingat nama Mira dan sepupunya Miranda. Ia merogoh ponsel yang ada di sakunya lalu menghubungi Robert, “Perketat semua penjagaan!” perintah Jerricco.


“Baik, Lord.”


Setelah memutus sambungan telepon Jerricco memiringkan tubuhnya ia melihat wajah Damara yang terlelap dan terlihat tenang. “Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengambil sesuatu yang berharga bagiku ke sekian kalinya.” Jerricco mengecup kening Damara, memeluk Damara dengan erat.


Dia tidak tahu rintangan apa yang akan mereka hadapi, tetapi Jerricco bisa merasakan akan ada batu besar yang menghalangi jalan mereka.


***


Matahari mulai terbenam, langit mulai gelap. Damara baru saja selesai mandi setelah selesai mandi, ia memakai baju lalu duduk di meja rias. Damara  sibuk memoles wajahnya dengan makeup sederhananya.

__ADS_1


Pintu terbuka Damara melihat Jerricco yang sudah tampak rapi dengan pakaian santainya, “Sudah siap?”


Damara memberikan sentuhan terakhir di bibirnya, “Ayo aku sudah siap.” Ia berdiri lalu menghampiri Jerricco, mereka berjalan beriringan keluar dari rumah.


Di depan Kevin sudah berdiri di samping mobil lalu membukakan pintu untuk Damara dan Jerricco. Mobil yang di kendarai Kevin mulai melaju.


“Sebenarnya kita mau ke mana?” Damara penasaran karena Jerricco hanya menyuruhnya bersiap-siap saat ia bangun.


“Makan malam.”


Damara memperhatikan baju Jerricco, sepertinya bukan makan malam romantis. Mungkin hanya sekedar makan malam di luar, sambil menikmati udara malam di pulau Jeju.



(Maaf fotonya enggak dapat suasana di saat malam hari)


Jerricco menganggukkan kepalanya, “Iya, khusus untukmu. Meski aku masih merasa terhina dengan boneka berwarna ping itu.”


Damara tersenyum mendapati Jerricco yang masih tidak terima dengan kejadian pagi tadi di rumahnya. “Terima kasih.”


Kevin keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Jerricco, seperti biasa Jerricco yang akan membukakan pintu untuk Damara jika mereka turun.


Kakinya memang belum sembuh betul tapi Damara tidak memedulikannya, ini pengalaman yang menyenangkan dan ia tidak ingin hanya duduk di kursi roda.


“Bilang jika kakimu sakit,” ucap Jerricco saat mereka memasuki Hello Kitty Island, “Oke, tuan.”


Saat masuk mereka di hadapkan dengan tumpukan boneka Hello Kitty yang membentuk menara, senyum Damara semakin mengembang melihat Kevin yang membawa kamera. “Tuan aku ingin foto.”

__ADS_1



“Silakan,” jawab Jerricco santai.


“Berdua,” pinta Damara dengan wajah memelas.


“Dengan boneka yang membuatku merasa terhina?”


Damara memukul bahu Jerricco, “Jangan berbicara seperti itu.”


“Mmmm, baiklah.”


Mereka mengambil beberapa gambar, sepertinya Jerricco memang tidak terlalu suka berfoto.


“Kita makan dulu,” ajak Jerricco. Sepertinya dia harus mengisi tenaga, agar Damara tidak  kelelahan.


Damara menyetujui keinginan Jerricco, mereka memasuki sebuah restoran masih dengan tema hello Kitty.


***


Kalian pasti udah malas kalau datang tokoh Mira, aku harap sedikit bersabar sebentar lagi.


Gak papa ya aku promosi, sesama author harus saling membantu.


kali ini novel yang aku promosi, bertema drama rumah tangga. Ada religi serta bisa mengambil beberapa pelajaran tentang kehidupan.


__ADS_1


sampai jumpa besok ❤️


__ADS_2