Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Minuman Dingin


__ADS_3

Dadanya sedikit bergemuruh, kakinya pun terasa sedikit lemas. Tapi ia tidak boleh lemah di saat seperti ini. Apalagi Damara tidak bisa melihat berapa orang yang ada di belakang tubuhnya.


“Lepaskan senjatamu!”


Damara membuang senjata yang di pegangnya, ia berusaha menajamkan telinganya.


Terdengar satu orang yang melangkah bergerak mengambil senjata yang di buang oleh Damara.


Dari hasil analisis Damara sepertinya Fernandes di kawal oleh dua orang. Bodoh memang jika Damara memberikan perlawanan yang pasti dia akan mati, tapi di sandera seperti ini pun tidak banyak membantu. Mungkin Fernandes semakin besar kepala jika di diamkan.


Damara memberikan aba-aba pada dirinya, ia berjongkok dengan cepat. Kepalanya menengok ke belakang ia memposisikan Desert Eagle Mark XIX di selipan ketiaknya untuk menembak Fernandes pada bagian yang cukup mematikan.


Beruntung Robert memberikan senjata yang cukup ampuh untuk melumpuhkan musuh, dalam satu kali tembakan jika peluru tersebut tepat pada sasaran lawannya tidak akan bisa berkutik.


Setelah berhasil melumpuhkan Fernandes, Damara melumpuhkan satu orang yang sudah siap menembak dirinya. Satu orang lagi ambruk begitu saja karena tembakan dari bawah.


Damara menengok ke arah Robert yang mengarahkan senjatanya untuk bersiap jika Fernandes masih melawan. Sepertinya tembakan Damara meluncur sempurna Fernandes beserta dua pengawalnya tidak bergerak sedikit pun.

__ADS_1


Damara berlari menuruni tangga, ia tersenyum pada Robert. “Terima kasih,” ucapan tulus itu Damara tunjukkan kepada Robert. Jika tanpa Robert mungkin ada bagian tubuhnya yang tertembak oleh pengawal Fernandes.


“Kita keluar!”


Damara mengangguk setuju, ia berjalan melangkahi tubuh manusia yang tergeletak di lantai. Ia bergidik ngeri, apalagi dirinya telah menghabisi beberapa nyawa untuk pertama kalinya.


Tidak jauh dari gedung itu mobil Robert terparkir sempurna. Baru saja tangan Robert ingin membuka pintu penumpang untuk Damara, tapi Damara malah membuka pintu sendiri di samping kemudi.


“Cepat Robert!” perintah Damara. Ia tidak ingin duduk di belakang di saat genting seperti ini, bisa saja musuh datang kapan saja.


Robert mengitari mobil lalu duduk di kursi kemudi, ia menyalakan mesin. Mobil yang di kendarainya mulai melaju meninggalkan gedung tua tersebut.


“Robert kita berhenti di depan!”


Sepertinya Damara mulai senang memerintahnya sekarang. Rasa cemas itu muncul saat Robert melirik wajah Damara yang tampak pucat. Ia memarkirkan mobilnya di depan ruko.


Saat mobil berhenti Damara membuka pintu mobil tanpa menunggu Robert. Maniknya mencari toilet. Beruntung di ujung pertokoan yang tidak jauh dari tempatnya ada toilet.

__ADS_1


Dengan sedikit tergesa ia masuk, dan memuntahkan isi lambungnya. Mulutnya terasa pahit, Damara ingin menyudahi acara mualnya tetapi perutnya tidak sejalan dengan keinginannya. Mulutnya terus mengeluarkan isi lambungnya.


Bahkan kini hanya cairan bening yang keluar, sepertinya isi lambungnya sudah terkuras. Tubuh Damara ambruk ke lantai, beruntung di sana tidak ada siapa-siapa.


Damara mengatur nafasnya, tidak biasanya ia muntah tanpa sebab seperti ini. Damara mengingat sesuatu, sepertinya ia melewatkan tamu bulanan.


Damara sedikit bersemangat, apalagi sebelum masuk ke toilet ia melihat apotek. Dia ingin membeli alat tes kehamilan, dengan semangat Damara bangkit ia membasuh wajahnya sebelum keluar dari toilet.


Damara mampir membeli alat tes kehamilan serta minuman dingin, tenggorokannya terasa kering.


Robert menunggu dengan cemas karena Damara belum juga kembali. Saat tangannya menekan hendel pintu mobil ia melihat Damara yang berjalan.


Ada rasa lega melihat Damara baik-baik saja. Robert mengerutkan keningnya saat Damara menyodorkan satu botol minuman dingin.


“Untukmu!”


“Terima kasih.” Robert membuka minuman pemberian Damara, ia menenggak habis minuman tersebut lalu melanjutkan mobilnya.

__ADS_1


Robert melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, masih ada waktu tiga puluh menit untuk sampai di perusahaan Mark.


__ADS_2