Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Dia Belum Mencintaiku


__ADS_3

Sudah dua minggu Jerricco hanya memperhatikan aktivitas Damara dari rekaman CCTV, seperti pagi ini Jerricco memperhatikan istrinya yang tengah bersantai sambil membaca majalah.


Jerricco hanya bisa menghela nafas saat melihat Damara yang seperti tidak memedulikannya, ada gelenyar aneh jika Jerricco mengingat Damara yang sampai kini belum menghubunginya.


Jerricco menatap ponselnya yang tergeletak di atas meja, ia mengambilnya lalu mencari nomor Damara.


Jerricco ragu untuk menghubungi Damara, tapi dia juga tidak bisa terus berjauhan seperti ini. Egonya menyuruh Jerricco untuk menghubungi Damara, ia menekan nomor Damara dan menghubunginya.


Ponsel genggam itu Jerricco tempelkan ke telinganya, sementara pandangannya tertuju pada layar di depannya. Jerricco memperhatikan Damara yang terlihat mengambil ponselnya tetapi tidak langsung mengangkat panggilannya.


Jerricco bisa bernafas lega karena Damara mengangkat teleponnya. “Hallo.” suara Damara terdengar jelas, Jerricco tersenyum selama ini dia menunggu suara lembut Damara.


“Hallo, apa kabar?” Tanya Jerricco berbasa-basi. Dia tidak peduli pertanyaan yang keluar dari mulutnya tidak jelas, yang penting ia bisa mendengar suara Damara lebih lama.


Sementara dari layar laptop milik Jerricco Damara terlihat mengerutkan dahinya, “Aku baik-baik saja.”


Meskipun nadanya terdengar datar Jerricco masih tersenyum, ada rasa senang yang bergejolak di hatinya.


Jerricco diam membisu dia tidak tahu harus berbicara apa lagi, agar lebih lama berbincang dengan Damara.


Setelah hening beberapa saat Damara hendak mematikan teleponnya, karena ia pikir Jerricco teleponnya mengalami gangguan sinyal.


“Sudah sembuh? ... Maksudku lukamu sudah sembuh.”

__ADS_1


“Sudah,” jawab Damara singkat padat dan jelas.


Lagi-lagi Damara tidak mendengar suara Jerricco, dia tahu Jerricco ingin menanyakan pasal hubungan mereka. Damara sudah membuka hatinya lagi, rasa sakit itu ada tapi dia tidak ingin berlarut-larut.


Kini Damara hanya menunggu Jerricco yang datang ke padanya dengan hati yang lampang dan siap menerima Damara di hatinya. Damara tidak ingin memaksa, dia hanya ingin Jerricco yang lebih dulu menghampirinya meskipun tidak ada kata cinta setidaknya Damara merasa di butuh kan.


Mendengar tanda panggilannya terputus Jerricco melemparkan ponselnya, hingga benda pipih itu tergeletak di lantai dengan beberapa bagian yang retak.


“Masuk!” perintah Jerricco setelah mendengar suara ketukan di pintu.


Robert masuk dan berjalan menghampiri meja kerja Jerricco, namun langkahnya terhenti saat ia merasa menginjak sesuatu. Saat Robert mengangkat kakinya, ponsel milik Arvan yang terinjak oleh kakinya.


Dahi Robert mengerut, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Jerricco tidak pernah membiarkan benda pipih itu tergeletak di lantai, Robert melanjutkan langkahnya menghampiri Jerriccop.


Jerricco menghela nafasnya kasar, “Tidak, mana berkas yang perlu di tanda tangani?”


Robert menyerahkan berkas yang ia bawa, “Ini, Lord.”


Robert melihat beberapa hari ini Jerricco terlihat berbeda, rambutnya selalu acak-acakan tidak rapi seperti biasanya. Jerricco tidak ingin bertemu dengan siapa pun selain dirinya, Robert juga merasa aneh karena Jerricco terlihat seperti frustrasi beberapa hari ke belakang.


“Saya akan hubungi Gita untuk mengganti ponsel Anda, Lord.” Robert baru saja hendak mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi Gita namun tercengang mendengar jawaban Jerricco.


“Tidak perlu lagi pula dia tidak mau menghubungiku.” Jerricco menggenggam erat pulen yang ada di tangannya.

__ADS_1


Dia merasa kesal karena Damara seenak hati menutup teleponnya, padahal ia masih ingin mendengar suara Damara yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.


Robert tahu Jerricco sudah jatuh cinta pada istrinya, melihat tingkahnya saja sudah bisa ia tebak dengan mudah. Bahkan Robert melihat sendiri foto Mira ada di tempat sampah, satu minggu yang lalu sementara di atas meja kerja milik Jerricco ada foto wanita yang tampak cantik menggunakan gaun pengantin.


“Lord, apa tidak ada pesta pernikahan mewah?” tanya Robert mencoba memancing Jerricco.


“Kau gila, yang ada dia berada dalam bahaya. Dia belum mencintaiku bisa saja para musuh di luar sana menggunakan itu untuk mengalahkan kekuasaanku.”


Robert menyetujui ucapan Jerricco, yang menarik di sini ialah wajah Jerricco terlihat kesal sekaligus sedih dalam. Mudah bagi Robert membaca perasaan Jerricco, ia sudah mengabdi pada Jerricco sebelum Jerricco mengenal Mira.


“Jadi wanita itu belum mencintaimu, Lord?” Robert mendapat tatapan tajam dari Jerricco.


“Keluar! Kau banyak bicara dan mengganggu konsentrasiku.”


“Saya permisi, Lord.” Robert bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkan ruangan Jerricco dengan senyum tipis yang tercetak jelas di bibirnya. Kelakuan Jerricco sungguh menggelikan bagi Robert, ‘Akhirnya kau mulai jatuh cinta Lord.’


Sepeninggal Robert Jerricco mengusap kasar wajahnya, sepertinya kaki tangannya itu sengaja menyinggung masalah Damara. ‘Awas kau Robert’ batin Jerricco kesal, karena Robert secara tidak langsung meledeknya.


***


Terima kasih untuk semangat dan dukungan lainnya. Aku jadi semangat lagi dan bisa upload bab lebih cepat, kalian memang terbaik 😘


Love u all 💞

__ADS_1


__ADS_2