Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Ektra Part -> Momy


__ADS_3

Kelopak matanya yang menggenang dan sukses meluncurkan air mata Jerricco, ia memukul dadanya yang terasa sesak.


“Dady.”


Jerricco menghapus air matanya dengan kasar. Ia berusaha menampilkan sebuah senyum pada putranya, Arnold Lion Alessandro.


“Yes, Son.”


“Dokter Ken menunggu Daddy dari tadi,” setelah menyampaikan pesan tersebut Arnold berjalan meninggalkan ruang kerja Jerricco.


Jerricco tidak heran melihat sikap dingin yang di tunjukan putranya, andai saja Damara bisa merawat Arnold mungkin putarnya itu akan hangat seperti ibunya.


Jerricco mencuci wajahnya agar tidak terlihat berantakan sebelum bertemu dengan Ken.


Ken membungkuk memberi hormat saat Jerricco duduk di hadapannya.


“Selamat siang Lord, ada hal penting yang harus saya sampaikan.”


“Bicaralah!”


Ken menunduk takut, lidahnya sedikit kelu rasanya ia sulit mengatakan yang sebenarnya. “Saya menyerah, saya tidak bisa mengembalikan Nyonya Damara seperti sedia kala.”


“Pergi!”


“Baik Lord, permisi.”


Sudah berapa ratus dokter yang ia datangkan dari berbagai negara untuk menyembuhkan Damara tapi tidak ada yang berhasil. Jerricco bangkit dari duduknya dengan tubuh yang terasa lesu. Ia berjalan menuju kamar, pandangannya tertuju pada tubuh Damara yang duduk di atas kursi roda yang menghadap ke jendela.


Jerricco berjalan menghampiri Damara, ia menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Damara. Tangannya meraih tangan Damara yang tampak kurus, lalu mengecupnya.

__ADS_1


Jerricco menggenggam tangan Damara, ia memosisikan kepalanya di depan lutut Damara. Ia menunduk matanya kembali menggenang. Hatinya hancur melihat wanita yang ia cintai kini bagaikan mayat hidup.


“Maafkan aku sayang.” Jerricco menyesal telah gelap mata, bahkan rasa cemburu itu hadir dan membuatnya buta. Jerricco tidak terima Robert berkhianat karena Damara, meskipun Robert tidak mengungkapkan perasaannya Jerricco tahu bahwa Sekretarisnya itu memiliki perasaan pada Damara.


“Andai saja saat itu aku tidak memberikanmu pada wanita itu, semuanya tidak akan seperti ini … mungkin aku akan kehilangan hartaku tapi aku tidak akan pernah kehilanganmu, sayang.”


Untuk pertama kalinya Jerricco menangis di hadapan Damara, ia sudah lelah semua yang ia lakukan rasanya tidak berguna. Harta yang ia punya tidak bisa mengembalikan Damara.


Jerricco menegakkan tubuhnya, ia menatap bola mata Damara yang kosong. “Aku merindukanmu, apa kau tidak ingin bermain dengan putra kita sayang? Dia sudah tumbuh besar sekarang.”


Semua anggota tubuh Damara tidak bisa berfungsi, dokter mengatakan bahwa ada cairan yang berhasil merusak sel otak Damara. Tetapi jantung Damara berdetak dengan baik dan tidak mengalami kerusakan.


Semua ini bagaikan neraka yang ingin Jerricco akhiri. Semua siksaan ini membuatnya frustrasi.


“Dady.”


Jerricco merasakan haru yang luar biasa untuk pertama kali Arnold memeluknya. Tubuh putranya bergetar, dengan perlahan Jerricco mengelus punggung Arnold.


“Dady kapan Momy sembuh?”


Jerricco hanya diam membisu, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Arnold.


Selama ini Jerricco bukan tidak tahu, beberapa pengawal memberikan laporan bahwa ada beberapa murid yang mengolok-olok Arnold adalah seorang anak yang lahir dari patung bernafas.


Rasanya Jerricco ingin membunuh mereka semua yang berani menghina anak dan istrinya. Mungkin ini alasan wanita itu tidak membiarkan Mark mendekatkan Damara dengan putranya, mereka tidak ingin memiliki menantu yang akan mencoreng nama baik mereka.


Jerricco sudah berusaha untuk tidak menangis di hadapan Arnold, tapi usahanya sia-sia kelopak matanya meluncurkan air mata yang ia tahan mati-matian. Ia menutup kelopak matanya, tidak kuasa melihat penderitaan yang di alami keluarga kecilnya.


Arnold semakin mengeratkan pelukannya, ia ingin memiliki keluarga yang normal dan utuh seperti teman-temannya. Ia yakin ibunya akan sembuh.

__ADS_1


Jerricco terkejut saat merasakan sebuah tangan yang mengelus kepalanya, ia melihat Damara yang berusaha tersenyum dan berganti mengelus kepala Arnold.


Meskipun mata Damara masih terlihat kosong Arvan bahagia melihat reaksi yang di tunjukan istrinya.


Arnold sama terkejutnya saat merasakan tangan yang membelai kepalanya, ia melepaskan pelukan dengan Jerricco lalu memeluk tubuh Damara. “Momy,” lirih Arnold dengan air mata bahagia melihat ibunya mengalami perkembangan.


“Arnold yakin Momy bisa sembuh, Arnold selalu berdoa pada tuhan agar Momy bisa mengelus kepalaku.” Selama ini Arnold selalu iri saat melihat teman-temannya yang di antarkan oleh ibu mereka dan di elus kepalanya sebelum masuk ke gerbang sekolah. Tetapi selama ini ia tidak pernah merasakan sentuhan kasih sayang seorang ibu.


Jerricco ikut memeluk Damara dan Arnold, ia mengecup kening istri dan anaknya.


“Aku akan mengabulkan semua keinginanmu Sayang,” ucap Jerricco dengan tulus.


***


Semoga kalian suka dengan ArDa. Maaf jika karyaku masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna 🙏 semoga aku bisa memperbaiki kualitas karyaku di cerita selanjutnya.


Terima kasih untuk kalian semua yang sudah membaca cerita ini sampai akhir. Terima kasih juga untuk kalian pembaca setiaku yang sudah mengikuti setiap karya yang aku buat.


Dukungan kalian saat berarti bagiku, tanpa kalian mungkin cerita ini tidak akan pernah Tamat.


Semoga kalian tidak bosan untuk membaca karya-karyaku selanjutnya.


Jika berkenan jangan di unfavorit dulu ya teman-teman, akan ada info terkini untuk karya baruku.


Love u all 🥰 sampai jumpa di cerita selanjutnya 💕


Ig, Riskaalmahyra


__ADS_1


__ADS_2