Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Tidak Mudah


__ADS_3

Helaan nafas terus keluar dari mulut Damara, setelah sampai di rumah ia memilih masuk ke kamar dan duduk di sofa.


Rasa sakit itu jelas ada di hatinya, tapi bukan berarti ia harus meratapi takdir hidupnya. Jika memang ia bukan anak dari Alice berarti ada seorang ibu yang telah melahirkannya ke dunia.


Pandangan Damara tertuju pada Jerricco yang baru saja memasuk.


Setelah mendapat laporan jika Damara menangis Jerricco lebih memilih meninggalkan pekerjaan demi sang istri.  


Yang pertama kali ia lihat adalah wajah Damara yang sembab. Jerricco membawa tubuh Damara ke dalam pelukannya, “Apa yang wanita itu katakan padamu? “


“Dia memanggilku Kak, dan menunjukkan sebuah akta lahir serta foto bayi. Apakah aku harus percaya pada ucapannya my Lord?”


Jerricco menatap manik Damara lekat, “Kau tidak boleh percaya dengan mudah pada siapa pun.”


“Tapi kenapa Miranda menunjukkannya padaku, kenapa bukan orang tuaku.”


Jerricco menghapus air mata yang membasahi pipi Damara, “Kau harus mencari tahu sendiri alasan Miranda.”


“My Lord, kenapa kau tidak membantuku dengan kekuasaan yang kau punya?”

__ADS_1


Jerricco tersenyum tipis, “Sepertinya istriku mulai berani memanfaatkanku.”


Damara mengerucutkan bibirnya, ia melepaskan pelukannya lalu memukul bahu Jerricco. “Aku serius my Lord.”


“Aku bisa saja mencari informasi semuanya secara mendetail tapi kau harus belajar membedakan orang yang benar-benar baik atau berpura-pura baik ... seharusnya istri Jerricco Alessandro ahli dalam hal itu.”


“Apa itu artinya orang tuaku berbahaya?”


Jerricco hanya mengangkat bahunya, ia pun belum mendapatkan jawaban pasti tentang hal itu. Ada beberapa hal yang harus ia pastikan kebenarannya.


Damara tidak bisa memungkiri hati kecilnya, rasa penasaran akan orang tua kandungnya jelas terasa. Tapi ada rasa takut di dalam hatinya, yang jelas orang asing yang mengaku orang tua kandungnya yang telah membuat Damara lahir ke dunia.


Jerricco mengusap rambut Damara, “Jika itu keputusanmu, aku  ada bersamamu, sayang.”


Mendengar jawaban Jerricco membuat hati Damara sedikit tenang, setidaknya Jerricco tidak menolaknya. Alice sudah mengatakan bahwa ia tidak lahir dari rahimnya dan Damara ingin tahu siapa yang melahirkannya ke dunia.


Setelah hari itu Damara tidak pernah membahas sama sekali persoalan orang tua kandungnya dan Jerricco juga tidak memberi informasi yang sudah ia dapat dari Robert. Seperti biasa Damara akan mengantar Jerricco saat pergi untuk bekerja hingga di pintu utama. Jerricco memberikan kecupan singkat pada kening Damara.


Damara masih tersipu saat Jerricco memberikan kecupan di keningnya, apalagi ada beberapa pengawal yang yang berjaga di pintu utama.

__ADS_1


Damara memberanikan diri untuk berbicara pada Jerricco. “My Lord.”


Dari suaranya Jerricco tahu ada yang membuat istrinya sedikit ragu untuk mengatakan sesuatu, “Bicaralah.”


Damara sudah memikirkannya matang-matang dari beberapa hari yang lalu, dan kali ini ia mencoba untuk meminta izin pada Jerricco. “Miranda memintaku untuk bertemu kembali, apa boleh jika aku menemuinya?”


“Jaga dirimu baik-baik.” Damara mengangguk dengan senyum mengembang dari bibirnya.


Jerricco berjalan meninggalkan Damara. Sementara dengan sigap Robert membukakan  pintu untuk Jerricco.


Mobil yang di kemudikan Robert mulai meninggalkan kediaman Jerricco. “Lord,” panggil Robert sambil melirik kaca spion tengah. Melihat Jerricco yang menunggu ucapan selanjutnya Robert mulai membicarakan informasi yang ia dapat.


“Kau benar, ini tidak semudah yang kita bayangkan sebelumnya.” Jerricco memandangi cincin pernikahan yang melingkar di jarinya.


***


Karena cerita ini mengandung unsur misteri, aku sarankan untuk tidak loncat-loncat bacanya. Soalnya nanti kalian pusing sendiri kalau bacannya tidak berurutan.


selamat menjalankan ibadah puasa, untuk umat muslim 🙏

__ADS_1


love u all 💞


__ADS_2