Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Apa Salahku


__ADS_3

Kening Jerricco mengerut, “Kenapa?”


Robert menunjukan layar ponselnya pada Jerricco. “Mereka menginginkan benda ini yang ada


di tubuh Damara, mungkin lebih mudah jika Damara menikah dengan putranya tetapi


jika itu terjadi sama saja mereka melemparkan kotoran pada nama keluarga mereka.”


Dari penelusuran Robert saat Damara di kucilkan oleh Mark, ada seorang keluarga


yang pada masa itu terkenal dengan kejahatannya. Sampai sekarang pun kejahatan


itu tidak pernah terbongkar, karena semua barang bukti sudah hilang. Bukti


tersebut mereka masukan ke dalam tubuh Damara, keturunan mereka terus mengintai dan menjaga benda


itu dengan baik.”


Sebaik apapun menyimpan bangkai pasti akan tercium, dengan kecanggihan teknologi jelas


mengendus kebusukan yang mereka sembunyikan. Dan sialnya Robert baru menyadari


saat Damara datang ke Italia ada beberapa orang yang selalu mengintai Damara.


Robert memperhatikan wajah Jerricco yang tampak kacau mendengar penjelasannya, jelas


lawan Jerricco lebih dari dugaannya. Kemampuan bela diri Damara tidak banyak


berpengaruh, jelas kerugian yang Jerricco dapatkan lebih berisiko. Apalagi dari


seluruh kekayaan yang di pegang Jerricco 50% milik adiknya, dan jika mereka


kehilangan setengah kekayaannya jelas apa yang keluarga Jerricco bangun bisa saja


hancur. Kecuali Jerricco menyerahkan Damara pada wanita itu.


“Kita bisa bedah tubuh Damara dan mengeluarkan benda yang mereka cari.”


“Tapi jika Lord melakukan itu yang jelas Damara akan mati, benda itu dilindungi sebuah cairan

__ADS_1


yang mereka buat pada jaman itu. Saya sudah ke laboratorium untuk mencari tahu


apa reaksi dari cairan itu, mereka bilang benda itu di lindungi oleh cairan


khusus dan mereka belum pernah melihat jenis cairan itu.”


Robert tidak melihat reaksi dari Arvan, ia menarik nafas dan menghembuskannya


perlahan. “Damara bisa saja di bedah dan kita keluarkan benda tersebut, tapi


kemungkinannya cairan itu bisa saja mengambil nyawa Nona Damara. Kita harus


mencari solusi terbaik untuk penawar cairan berbahaya itu.”


“Sampai kapan? Sampai kekayaan keluargaku habis terkikis demi melawan mereka, lebih


baik kita bedah sendiri. Siapkan dokter bedahnya, tentukan jadwal untuk


pembedahan itu!”


“Tapi Lord, bagaimana jika Nona Damara tidak bisa di selamatkan.”


perlu mereka usik. Aku tidak bisa membiarkan apa yang telah orang tuaku


korbankan untukku dan dan adikku hancur karena kehadiran Damara.”


Keringat dingin keluar dari tubuh Robert, ucapan Jerricco sangat tegas itu artinya Jerricco tidak menerima bantahan sedikit pun.


Wajah gembira Damara terus berputar di kepala Robert, untuk pertama kalinya ia


menginginkan senyum Damara terus hadir. Ada sesuatu yang mengusik hatinya saat


Robert membayangkan tubuh Damara terbujur kaku jika pembedahan itu tidak


berhasil.


_-FlacbackOff-_


Damara sedang duduk di atas tempat tidur dengan sebuah kotak yang ia pegang, kotak

__ADS_1


tersebut berisi tes kehamilannya. Ia akan memberikannya kepada Jerricco, senyumnya


terus mengembang di bibir Damara ia tidak sabar melihat reaksi Jerricco.


Damara  menengok ke arah pintu kamar yang terbuka,


senyumnya semakin mengembang melihat Jerricco yang sudah pulang. Tetapi ada yang


aneh, kenapa wajah Jerricco terlihat lebam-lebam.


“Apa Jerricco sudah berkelahi, dengan siapa?” tanya Damara di dalam hatinya.


Ia berdiri dan menatap wajah Jerricco yang terlihat penuh amarah. Damara mengedipkan


matanya. Kenapa Jerricco marah padahal Damara tidak merasa membuat kesalahan.


“Kau penyebab semua kekacauan ini harusnya kau mati!”


Mendengar suara Jerricco yang membentaknya tubuh Damara membeku seketika. Butiran bening


meluncur dari kelopak matanya.


Damara tidak bisa bernafas saat Jerricco menodongkan senjata api tepat di keningnya.  “My Lord,” Suara Damara terdengar sangat


lirih.


 Damara tidak menyangka Jerricco setega itu


menodongkan pistol dan menginginkan kematian dirinya.


“Apa salahku?”


Karena Damara kehidupannya jadi kacau, bahkan Robert berani berkhianat demi Damara.


“Diam, kau sudah membuatku muak!” Jerricco bersiap menarik pelatuk senjata api


yang ia todongkan tepat di kening Damara.


_- T A M A T-_

__ADS_1


__ADS_2