
Kening Jerricco mengerut, “Kenapa?”
Robert menunjukan layar ponselnya pada Jerricco. “Mereka menginginkan benda ini yang ada
di tubuh Damara, mungkin lebih mudah jika Damara menikah dengan putranya tetapi
jika itu terjadi sama saja mereka melemparkan kotoran pada nama keluarga mereka.”
Dari penelusuran Robert saat Damara di kucilkan oleh Mark, ada seorang keluarga
yang pada masa itu terkenal dengan kejahatannya. Sampai sekarang pun kejahatan
itu tidak pernah terbongkar, karena semua barang bukti sudah hilang. Bukti
tersebut mereka masukan ke dalam tubuh Damara, keturunan mereka terus mengintai dan menjaga benda
itu dengan baik.”
Sebaik apapun menyimpan bangkai pasti akan tercium, dengan kecanggihan teknologi jelas
mengendus kebusukan yang mereka sembunyikan. Dan sialnya Robert baru menyadari
saat Damara datang ke Italia ada beberapa orang yang selalu mengintai Damara.
Robert memperhatikan wajah Jerricco yang tampak kacau mendengar penjelasannya, jelas
lawan Jerricco lebih dari dugaannya. Kemampuan bela diri Damara tidak banyak
berpengaruh, jelas kerugian yang Jerricco dapatkan lebih berisiko. Apalagi dari
seluruh kekayaan yang di pegang Jerricco 50% milik adiknya, dan jika mereka
kehilangan setengah kekayaannya jelas apa yang keluarga Jerricco bangun bisa saja
hancur. Kecuali Jerricco menyerahkan Damara pada wanita itu.
“Kita bisa bedah tubuh Damara dan mengeluarkan benda yang mereka cari.”
“Tapi jika Lord melakukan itu yang jelas Damara akan mati, benda itu dilindungi sebuah cairan
__ADS_1
yang mereka buat pada jaman itu. Saya sudah ke laboratorium untuk mencari tahu
apa reaksi dari cairan itu, mereka bilang benda itu di lindungi oleh cairan
khusus dan mereka belum pernah melihat jenis cairan itu.”
Robert tidak melihat reaksi dari Arvan, ia menarik nafas dan menghembuskannya
perlahan. “Damara bisa saja di bedah dan kita keluarkan benda tersebut, tapi
kemungkinannya cairan itu bisa saja mengambil nyawa Nona Damara. Kita harus
mencari solusi terbaik untuk penawar cairan berbahaya itu.”
“Sampai kapan? Sampai kekayaan keluargaku habis terkikis demi melawan mereka, lebih
baik kita bedah sendiri. Siapkan dokter bedahnya, tentukan jadwal untuk
pembedahan itu!”
“Tapi Lord, bagaimana jika Nona Damara tidak bisa di selamatkan.”
perlu mereka usik. Aku tidak bisa membiarkan apa yang telah orang tuaku
korbankan untukku dan dan adikku hancur karena kehadiran Damara.”
Keringat dingin keluar dari tubuh Robert, ucapan Jerricco sangat tegas itu artinya Jerricco tidak menerima bantahan sedikit pun.
Wajah gembira Damara terus berputar di kepala Robert, untuk pertama kalinya ia
menginginkan senyum Damara terus hadir. Ada sesuatu yang mengusik hatinya saat
Robert membayangkan tubuh Damara terbujur kaku jika pembedahan itu tidak
berhasil.
_-FlacbackOff-_
Damara sedang duduk di atas tempat tidur dengan sebuah kotak yang ia pegang, kotak
__ADS_1
tersebut berisi tes kehamilannya. Ia akan memberikannya kepada Jerricco, senyumnya
terus mengembang di bibir Damara ia tidak sabar melihat reaksi Jerricco.
Damara menengok ke arah pintu kamar yang terbuka,
senyumnya semakin mengembang melihat Jerricco yang sudah pulang. Tetapi ada yang
aneh, kenapa wajah Jerricco terlihat lebam-lebam.
“Apa Jerricco sudah berkelahi, dengan siapa?” tanya Damara di dalam hatinya.
Ia berdiri dan menatap wajah Jerricco yang terlihat penuh amarah. Damara mengedipkan
matanya. Kenapa Jerricco marah padahal Damara tidak merasa membuat kesalahan.
“Kau penyebab semua kekacauan ini harusnya kau mati!”
Mendengar suara Jerricco yang membentaknya tubuh Damara membeku seketika. Butiran bening
meluncur dari kelopak matanya.
Damara tidak bisa bernafas saat Jerricco menodongkan senjata api tepat di keningnya. “My Lord,” Suara Damara terdengar sangat
lirih.
Damara tidak menyangka Jerricco setega itu
menodongkan pistol dan menginginkan kematian dirinya.
“Apa salahku?”
Karena Damara kehidupannya jadi kacau, bahkan Robert berani berkhianat demi Damara.
“Diam, kau sudah membuatku muak!” Jerricco bersiap menarik pelatuk senjata api
yang ia todongkan tepat di kening Damara.
_- T A M A T-_
__ADS_1