Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Cheesecake


__ADS_3

Mereka duduk berdua di salah satu meja yang ada di sana, Damara sudah tidak sabar mencoba chessecake berbentuk hello kitty yang ia pesan. 


Damara merasa tidak rela melihat bentuk chessecake yang menggemaskan, tapi ia juga penasaran dengan rasa kue tersebut. Dengan berat hati ia memotongnya, suapan pertama sudah masuk ke dalam mulutnya.


Rasa vanilla yang di padukan dengan cream sangat lezat dan rasanya pun tidak terlalu manis. “Tuan harus coba, ini enak,” ucap Damara.


“Tidak, kau saja.”


Garpu yang Damar pegang masih berada di depan mulut Jerricco meskipun mendapat penolakan tetapi tidak mundur begitu saja. “Tuan, tanganku pegal,” keluh Damara.


Jerricco menerima suapan Damara, ia melihat senyum mengembang di bibir istrinya. “Lagi?” Jerricco menggeleng.


“Satu kali lagi ya,” bujuk Damara dengan tangan yang sigap menyuapi Jerricco.

__ADS_1


Dengan pasrah Jerricco menerima suapan dari Damara, setelah Jerricco menelannya  ia mengambil hotdog pesanannya lalu memakannya sambil memperhatikan Damara yang tengah asyik menikmati chassecake pesanannya.


Setelah selesai makan mereka mengeksplorasi seluruh bangunan berlantai tiga tersebut. Banyak yang mereka kunjungi bahkan hampir seluruhnya, dari  3D teater, Art gallery, education  music hall, word gallery hall serta seluruh fasilitas yang tersedia di sana.


Bagi Damara ini adalah pengalaman yang sangat mengesankan, Honeymoon pertamanya. Kini mereka sedang berada di lantai satu tepatnya di gift shop.


Jerricco memperhatikan Damara yang senang melihat-lihat suvenir menggemaskan yang ada di sana, “Ambil semua yang kau suka.”


Damara menatap mata Jerricco dengan perasaan yang gembira, “Serius.” Melihat Jerricco yang mengangguk dengan penuh semangat Damara memilih berbagai macam suvenir yang menarik perhatiannya.


Setelah membayar semua  barang yang Damara beli kini mereka berjalan menuju tempat parkir, “Kita akan pergi ke mana lagi?” tanya Damara. Tidak ada rasa lelah di dalam dirinya, dia masih ingin menghabiskan malam pertamanya dengan keindahan pulau Jeju.


“Kita pulang,” jawab Jerricco singkat. Ia membukakan pintu mobil untuk Damara, lewat sorot matanya Jerricco memerintah Damara untuk segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Dengan berat hati Damara mengikuti keinginan Jerricco, kini wajahnya tidak segembira tadi. Damara tidak ingin pulang, saat mobil melaju Damara memilih melihat  ke arah jendela yang ada di sampingnya.


Jerricco tahu Damara sedang merajuk, tapi dia tidak ingin Damara drof begitu saja karena terlalu lelah apalagi kakinya belum sembuh total. Sepertinya Damara benar-benar marah, bahkan setelah mereka sampai rumah Damara keluar begitu saja tanpa menunggu Jerricco membukakan pintu.


Jerricco menyusul Damara menuju kamar mereka, ia tidak melihat keberadaan Damara namun suara gemericik air di kamar mandi terdengar jelas. Jerricco memilih keluar untuk membersihkan tubuhnya, setidaknya mereka bisa selesai mandi dengan waktu bersamaan.


***


Tubuh Damara lesu saat tidak melihat keberadaan Jerricco di dalam kamar, bahkan setelah memakai baju tidurnya Jerricco belum juga muncul di kamarnya.


Damara memilih naik ke tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya, kini kakinya terasa ngilu mungkin karena dirinya menolak memakai kursi roda.


Saat suara pintu terbuka Damara memilih memejamkan matanya, ia sedang tidak ingin berbicara dengan Jerricco. Saat mendengar suara langkah yang semakin mendekat Damara berusaha menormalkan wajahnya, agar tidak terlihat pura-pura tidur.

__ADS_1


Jerricco yang melihat Damara telah tidur memilih mencoba membangunkannya, “Bangun!” ucap Jerricco sambil membelai pipi Damara.


Tidak ada pergerakan sedikit pun dari Damara, Jerricco mencoba kembali membangunkan istrinya. “Sayang, bangun.”


__ADS_2