
Damara mendorong tubuh Jerricco agar menjauh darinya, bibirnya mencebik kesal. Dengan terpaksa Damara kembali duduk di meja riasnya dan memperbaiki makeup-nya karena ciuman panas barusan.
Sementara Jerricco berdiri di belakang Damara sambil tersenyum melihat maha karyanya, lipstik berwarna merah tersebut sedikit berantakan karena ulahnya.
Damara memandangi dirinya di cermin, setidaknya tidak terlalu buruk setelah di benahi. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan dengan cepat meninggalkan Jerricco, Damara benar-benar kesal pada Jerricco.
“Sayang,” panggil Jerricco. Tetapi Damara tidak mengindahkan panggilan suaminya dan terus berjalan dengan langkah yang sedikit tergesa.
Setelah keluar dari pintu utama, Damara berjalan menuju mobil. Di sana ada Robert yang siap siaga membukakan pintu, setelah masuk ke mobil Damara duduk. Melihat Jerricco masuk Damara memilih memalingkan wajahnya.
Jerricco yang melihat istrinya merajuk hanya tersenyum tipis. “Jalan sekarang!”
__ADS_1
Mendapat perintah dari Jerricco, Robert mulai melajukan mobilnya, sesekali ia melirik kaca spion tengah untuk melihat aktivitas Jerricco dan Damara. Yang jelas Robert melihat ada sesuatu yang terjadi di antara Jerricco dan Damara.
Selama di perjalanan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil. Sesekali Jerricco melirik Damara yang masih menatap ke luar. Jerricco menarik tangan Damara lalu menggenggamnya erat, awalnya Ia merasakan penolakan yang Damara berikan dengan berusaha menarik tangannya. Hanya saja Jerricco tidak membiarkan itu terjadi, ia malah memberi kecupan di tangan Damara.
Damara lebih memilih diam membisu, ia membiarkan tangannya di genggaman oleh Jerricco. Rasanya hangat. Manik Damara melirik tangannya yang di genggam Jerricco. Jujur saja jantung Damara berpacu sedikit lebih cepat dari biasanya.
Perlakuan Jerricco memang sederhana, tapi mampu membuat hatinya meleleh dalam sekejap. Apalagi Damara merasakan kecupan di pipinya, kini ia tidak bisa menahan senyum di bibirnya.
“My Lord,” panggil Damara dengan suara pelan.
Damara menatap lulus manik Jerricco yang tengah menatapnya juga. Jika semua orang memanggil Jerricco dengan Lord. Ia memilih memanggil Jerricco dengan ‘My Lord’, karena Jerricco raja di hatinya. Damara mengakui bahwa ia sudah jatuh cinta pada Jerricco, dan ia tidak ingin kehilangan Jerricco.
__ADS_1
Mereka hanya saling memandang satu sama lain. Hingga mobil yang di kendarai Robert memasuki kediaman Mark. Setelah membukakan pintu untuk Jerricco dan Damara Mark memilih menunggu di dalam mobil untuk memeriksa beberapa email yang di kirim oleh orang suruhannya.
Sementara Damara dan Jerricco berjalan menuju pintu utama kediaman Mark. Mereka di sambut dengan hangat oleh dua pelayan yang tersenyum ramah lalu menunduk hormat.
“Mari Tuan dan Nona ikuti saya, Tuan Mark sudah menunggu,” ujar pelayan tersebut.
Damara berjalan di samping Jerricco sambil menggenggam tangan Jerricco dengan erat. Sesampainya di sebuah ruangan Damara melihat meja makan yang cukup besar, mungkin mampu menampung dua puluh orang. Tetapi di sana hanya ada Mark dan Miranda.
Di dalam hatinya Jerricco tersenyum sinis melihat sikap baik yang Mark tunjukan untuk menyambut kedatangan dirinya dan Damara. Jerricco duduk berhadapan Mark, sementara Damara yang duduk di samping Jerricco berhadapan dengan Miranda.
Satu hal yang menarik bagi Jerricco, di meja makan ini tidak ada kursi kekuasaan semua kursi saling berhadapan. Entah sengaja di lakukan Mark atau memang seperti ini meja makan di kediaman Mark.
__ADS_1
Mereka makan malam dalam diam, tidak ada satu pun yang bersuara mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sementara Miranda kedapatan beberapa kali melirik Jerricco, namun dengan cepat ia menunduk kembali.
Jerricco tidak ingin memusingkan sikap Miranda, ia tahu betul dulu Mira sangat dekat dengan Miranda. Jika melihat dari raut wajah Miranda, Jerricco tidak bisa menebak apa yang sebenarnya wanita itu pikirkan. Kini manik Jerricco melirik Damara yang tengah menunduk menatap piringnya.