Terpaksa Menikahi Mr. Billoners

Terpaksa Menikahi Mr. Billoners
Malam Kelabu


__ADS_3

Jerricco tersenyum melihat Damara yang terlihat gugup, bahkan beberapa kali botol yang berada di dekatnya jatuh karena tidak hati-hati.


Dengan santai Jerricco membuka tuksedo miliknya, satu-persatu kancing kemejanya dia buka tanpa mengalihkan perhatiannya dari tubuh Damara.


Tubuh polos Damara membuat bangkit gair*ah di dalam dirinya, apalagi leher serta pindah istrinya terekspos dan itu sangat menggoda di mata lelaki.


Setelah menanggalkan kemejanya, Jerricco berjalan mendekati Damara. Memeluk Damara dari belakang, “Kau telah membangunkan sesuatu di bawah sana.”


Damara menjatuhkan kapas dari genggamannya saat mendengar suara Jerricco yang terdengar sensual. “Tuhan, aku belum siap,” batin Damara.


Damara terkejut saat Jerricco menarik tubuhnya agar berdiri, dari sorot mata Jerricco Damara tahu ada kilatan gairah yang tergambar jelas.


Rasanya Damara ingin pergi dari ruangan itu, apalagi Jerricco memeluk tubuhnya mengikis jarak di antara mereka.


Wajah Jerricco yang semakin dekat membuat jantung Damara berdetak sangat kencang, ‘Tuhan, tolong aku’.


Damara memilih menutup kelopak matanya saat wajah Arvan hanya berjarak lima centimeter. Betul saja ada benda lembut dan basah yang bertabrakan  dengan bibir bawahnya, Damara hanya diam dia tidak tahu harus melakukan apa.


Mereka memang sudah menikah, dan wajah jika Jerricco memintanya. Tapi saat ini dirinya belum siap jika harus melakukan itu.

__ADS_1


Apalagi cium-an Jerricco terasa semakin menuntut, dengan berat hati Damara membuka mulutnya membiarkan Jerricco bermain dengan rongga mulutnya.


Setelah mendapat ijin dari sang pemilik, tanpa ragu Jerricco melahap bibir tipis Damara dengan rakus. Tangannya membuka lilitan handuk di tubuh Damara.


Damara baru tersadar handuknya di tarik Jerricco dari tubuhnya, dia ingin melepaskan tubuhnya dari Jerricco. Tetapi sayang Jerricco semakin merapatkan tubuhnya, bahkan kini ciuman Jerricco turun ke lehernya.


Damara mulai merasakan ada sesuatu yang baru di dalam tubuhnya, ya gairahnya ikut terbakar dengan permainan Jerricco.


Bahkan desah-an lolos dari mulutnya saat ciuman Jerricco berpindah pada bukit kembarnya.


Bagian bawah Jerricco sudah sesak, meminta di bebaskan. Jerricco membawa tubuh Damara mendekati kasur lalu menjatuhkan tubuh mereka, dengan lengannya Jerricco menahan agar tidak menindih Damara seutuhnya.


Jerricco menatap wajah Damara yang tampak memerah karena tatapannya, melihat kilatan gairah di mata Damara tanpa ragu Jerricco kembali melanjutkan Aksinya. 


Gairahnya sudah tidak tertahan lagi, Jerricco berusaha melepaskan pakaian bagian bawahnya yang masih lengkap menggunakan satu tangannya tanpa melepaskan cium-an mereka.


Setelah celananya terlepas Jerricco menatap kembali mata Damara, meminta ijin dari sang pemilik.


Damara hanya diam saat di tatap oleh Jerricco, dia sudah terbuai dan menginginkannya.

__ADS_1


Tidak mendapat penolakan dari Damara, kini Jerricco sudah menyiapkan pusakanya di depan kelembutan Damara.


Jerricco melakukan sergahan pertamanya,  menekan kepemilikannya lebih dalam. Damara menggigit bibir bawahnya dengan kencang, saat benda besar dan keras memasuki kelembutan miliknya, merobek mahkotanya.


Tubuh Jerricco membeku saat merasakan penghalang yang robek karena dirinya, ada bayangan Mira di kepalanya yang terlihat penuh amarah. Jerricco menarik kembali pusakanya. Hatinya di penuhi rasa penyesalan, ia merasa telah menyakiti Mira.


Air mata Damara menetes saat melihat Jerricco tiba-tiba meninggalkan dirinya dan masuk ke kamar mandi. Hatinya sakit, ia merasa Jerricco telah melempar kotoran ke wajahnya.


Damara sudah berusaha menerima pernikahan ini, menerima bahwa Jerricco menginginkan tubuhnya. Tapi lihat apa yang dia lakukan, tanpa sebab Jerricco meninggalkannya setelah merobek mahkota miliknya. 


Damara menghapus air matanya, dia menarik selimut yang ada di bawah kakinya untuk menutupi tubuh polosnya.


Bukan hanya bagian bawahnya yang terasa perih, hatinya juga perih, sakit.


“Apa maumu sebenarnya?” lirih Damara bersamaan dengan butir air mata yang meluncur dari kelopak matanya.


*** 


Hallo teman-teman aku mau minta maaf karena baru update,

__ADS_1


Aku telah ingkar janji, kebetulan semalam ada problem yang membuat aku tidak bisa menulis.


Terima kasih sudah menunggu, semoga kalian suka ya dengan karyaku ini .


__ADS_2