Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 12. Membalas


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 12


"Bram," panggil Bella pada suaminya yang hendak masuk ke dalam mobil.


"Iya," balas Bram dan memutuskan kontak mata dengan Adelia dan kini perhatiannya kepada sang istri.


Bella berjalan cepat ke arah Bram, kemudian dia langsung menarik tengkuk laki-laki itu. Kaki perempuan itu sendiri berjinjit agar bisa menyamai tinggi sang suami.


CUP


Bella mencium bibir Bram tepat di bibirnya. Tentu saja ini membuat Bram sangat terkejut. Laki-laki itu tidak menyangka kalau istrinya akan melakukan hal ini. Bagi dirinya ini adalah ciuman pertama dan dia tidak menyangka akan melakukannya dengan sang istri.


Bella mencium suaminya dengan mesra, ini bukan ciuman pertamanya. Dulu, dia sering melakukan ini bersama dengan Candra. Dalam sehari saja entah berapa kali melakukan ciuman maupun kecupan.


Adelia yang melihat pemandangan itu, dadanya langsung bergemuruh. Dia marah, dia cemburu, bahkan air matanya kini sudah menumpuk di pelupuk netranya yang berbulu lentik.


Candra yang melihat kemesraan Bella dan Bram hanya bisa mengepalkan tangannya. Rasanya dia ingin berlari ke arah mereka. Lalu, memisahkan mereka dan menerjang tubuh Bram yang sudah berani mencumbu wanita yang dicintainya.


Bella melepaskan ciuman mesranya dan tersenyum manis kepada Bram. Dibelainya pipi sang suami dengan lembut dan tatapan nakal.


"Hati-hati di jalan. Nanti kita makan siang bersama, ya?" kata Bella masih menatap wajah Bram.


"Iya. Kamu juga hati-hati saat membawa kendaraan. Aku akan jemput kamu ke butik nanti," balas Bram.


Bram tidak sadar kalau saat ini Adelia sedang memperhatikan mereka. Jika saja dia membalikkan badan akan terlihat mata wanita itu berkaca-kaca dengan raut muka yang sendu.


Adelia sudah tidak tahan ingin menangis. Dia pun berlari ke dalam rumah. Begitu pintu ditutup, tangisannya langsung pecah. Lalu, perempuan itu menghubungi suaminya.


***


Andra menepikan mobilnya saat ada panggilan masuk dari Adelia. Dia pun menggeser tombol hijau.


"Hallo, ada apa, Del?"


^^^"Andra (Adelia menangis)"^^^


"Kenapa kamu nangis?"

__ADS_1


^^^"Mereka berciuman."^^^


"Mereka? Siapa?"


^^^"Bram dan istrinya. Mereka berciuman di depan aku barusan."^^^


Andra mengerutkan keningnya. Dia merasa Adelia ini lucu. Tadi dia bersemangat berciuman dengannya untuk membuat mantannya cemburu. Mereka balik berciuman di depannya malah menangis.


"Tenang saja. Kita balas mereka dengan hal yang lebih romantis lagi. Biar si Bram kebakaran jenggot."


^^^"Bagaimana caranya?"^^^


"Aku pikirkan dulu. Sekarang kamu jangan menangis. Lebih baik pergi ke kafe saja. Siapa tahu pergi ke sana bisa membuat mood kamu lebih baik."


^^^"Kita makan siang bersama!"^^^


"Aku tidak tahu bisa atau enggak."


^^^"Pokoknya harus makan siang bersama. Bram dan istrinya akan makan siang bersama. Kita juga jangan mau kalah sama mereka. Kita harus makan siang bersama!"^^^


"Iya. Nanti aku minta waktu sama kakek."


"Kenapa harus jemput? Kita janjian saja ketemu di tempat makan."


^^^"Karena Bram akan menjemput istrinya di butik."^^^


"Iya … iya. Aku jemput kamu nanti. Sudah aku harus segera pergi ke kantor."


^^^"Terima kasih, Suamiku. Muuuuach!"^^^


Andra tertawa kecil. Dia bisa membawakan keadaan Adelia saat ini. Kelakuan perempuan itu selalu mudah ditebak oleh dirinya.


***


Siang harinya Adelia menunggu kedatangan sang suami. Dia disuruh oleh pegawainya untuk berdandan agar terlihat lebih cantik, sehingga tidak membuat malu saat pergi bersama pasangan.


Andra pun datang dan betapa terkejutnya dia saat melihat Adelia terlihat lebih cantik dari biasanya. Dia bisa melihat kalau istrinya memakai make up dan terlihat cantik dan segar. Laki-laki itu pun langsung nyosor begitu dekat dengan perempuan itu.


Mata para pegawai dan pengunjung langsung terkontaminasi oleh pemandangan yang mereka sajikan. Andra dan Adelia lupa kalau mereka sedang berada di tempat umum. Mereka berpelukan dan berciuman dengan mesra.


"Apa kamu sudah siap?" bisik Andra sambil mengusap lembut bibir Adelia.

__ADS_1


"Oke." Adelia juga membersihkan lipstik yang menempel di bibir suaminya.


Pasangan pengantin baru itu pun pergi sambil bergandengan tangan. Membuat iri siapa saja yang melihat mereka.


***


Bram datang menjemput Bella di butik. Lalu, mereka pergi ke sebuah restoran yang terkenal dan enak rasa masakannya.


"Bram, aku mau saat kita bertemu dengan Candra, kita tunjukan kalau kita ini pasangan yang bahagia. Aku ingin membuatnya menyesal karena sudah membuang aku dan memilih wanita ular itu," ucap Bella saat mereka duduk manis sambil menunggu kedatangan pesanan mereka.


"Baiklah. Jujur, tadi aku sangat terkejut saat kamu tiba-tiba saja mencium aku," balas Bram.


"Apa kamu tidak suka?" tanya Bella dengan ekspresi wajah yang sendu dan tatapan netra yang nanar.


"Bukan, bukan begitu. Aku hanya terkejut dan itu adalah ciuman pertama aku. Aku takut kalau kamu kecewa dengan ciuman balasan aku," ujar Bram dengan lirih di bagian akhir.


Mata Bella terbelalak. Dia tidak menyangka ada seorang laki-laki dewasa yang baru pertama kali ciuman. Setahu perempuan itu, biasanya laki-laki selalu suka hal seperti itu.


"Maafkan aku. Sungguh aku tidak tahu kalau itu adalah ciuman pertama kamu," balas sang istri dengan nada merasa bersalah.


"Kamu tidak perlu meminta maaf. Kamu boleh mencium aku sesuka hatimu, karena kita adalah pasangan suami istri. Bukannya wajar jika melakukan hal seperti itu dengan pasangan," tukas Bram sambil mengusap punggung tangan Bella yang ada di genggaman tangannya.


"Terima kasih, Bram. Kamu laki-laki yang baik. Kekasihmu itu pasti menyesal sudah mencampakkan kamu," kata perempuan berbaju dress selutut dengan lengan pendek.


"Kamu salah. Justru dia sekarang sedang hidup bahagia bersama pasangan barunya," balas Bram diiringi senyum kecut karena teringat kembali pada Adel dan Andra.


"Apa? Cepat sekali wanita punya pengganti kamu!" pekik Bella dengan kesal dan membuat orang yang duduk di meja samping mereka melihat ke arahnya. Namun, perempuan ini tidak peduli.


"Bahkan di sudah menikah," lanjut laki-laki berbaju kemeja polos warna biru navy.


"Apa? Jangan-jangan dia sengaja memutuskan kamu untuk bisa menikah dengan selingkuhannya," sahut Bella menduga-duga.


Bram tertawa kecil. Dia tahu betul siapa Adelia dan bagaimana sifat dan kelakuan mantan kekasihnya itu. Dia juga kemarin sempat bertanya kepada Abas mengenai pernikahan Adelia. Ternyata keduanya dijodohkan untuk memenuhi janji kakek mereka.


Saat mata Bella melihat ke arah pintu masuk terlihat ada Candra dan Citra masuk ke restoran ini. Ada rasa kesal, marah, dan ingin berteriak keras kepada mantannya itu.


Bram melihat ekspresi wajah istrinya berubah. Dia pun memalingkan mukanya ke arah yang dituju oleh sang istri. Terlihat ada dua orang yang dikenalnya sedang berjalan ke arahnya.


***


🧐 Apa yang akan dilakukan oleh Bella dan Bram untuk memperlihatkan keromantisan mereka di depan Candra 😁? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2