Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 54. Kedatangan Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 54


Malam harinya Bella dan Bram mendatangi rumah Adelia. Mereka tadi diundang makan malam bersama. 


Adelia terlihat cantik malam ini meski hanya menggunakan pakaian sederhana, bahkan tidak memakai riasan apa pun di wajahnya. Tentu saja ini membuat Bram terus memperhatikan mantan kekasihnya. Masih beberapa kali Andra melakukan perbuatan mesra terhadap Adelia dan membuatnya cemburu, tetapi dia masih saja tidak mau lepas pandangannya dari dia.


Andra tahu kalau Bram sejak tadi terus melihat ke arah istrinya dan dia tidak menyukai hal itu. Maka dia pun tidak melepaskan rangkulan atau pegangan tangannya dari Adelia. Bahkan dia juga menyuapi sang istri. 


Bella yang melihat kemesraan Adelia dan Andra merasa senang. Dia juga ingin segera bisa bersama dengan Chandra. 


'Aku sebenarnya mau membicarakan sesuatu yang penting dengan Adelia. Tapi, kalau ada dua laki-laki ini, akan gagal, deh.' (Bella)


'Bagaimana caranya agar Bella dan Bram langsung pulang? Aku masih ingin bermesraan dengan Adel.' (Andra)


'Adel terlihat bahagia sekarang saat bersama dengan Andra. Aku sudah bisa melepasnya dengan tenang. Semua saja selamanya dia akan bahagia dengan laki-laki pilihannya ini.' (Bram)


'Katanya Bella ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting. Tapi, kenapa dia malah diam saja. Apa dia lupa?' (Adelia)


Saat mereka sedang asyik makan malam, tiba-tiba saja ada yang menekan bel pintu depan rumah. Andra yang merasa penasaran dengan tamu yang datang, langsung saja dia membukakan pintu.


"Sayang, aku kangen!" Citra langsung memeluk tubuh laki-laki yang ada di depannya.


"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan!" bentak Andra sambil mendorong tubuh wanita itu.


"Aku masih cinta sama kamu, Sayang!" tegas Citra.


"Aku nggak cinta sama kamu. Aku cintanya kepada Adel, istriku!" aku Andra dengan tegas.


"Aku ingin kita bisa kembali menjalin hubungan lagi seperti dahulu lagi," ucap Citra besikukuh.


"Lepaskan aku, Citra!" Andra mencoba melepaskan pelukan wanita itu.


Saat tangan Citra mulai terlepas, dia menarik baju Andra sampai menunduk, karena lehernya ketarik baju. Tanpa ancang-ancang wanita itu pun mencium bibir mantan kekasihnya.


Cup

__ADS_1


"Andra!" teriak Adelia begitu melihat pemandangan yang menyakiti hatinya.


Andra langsung mendorong kasar Citra dan mencaci maki akan perbuatannya itu. Dia juga mengusap bibirnya dengan kasar menggunakan bajunya seakan jijik sudah tertempel sesuatu.


Terlihat Adelia berjalan ke arahnya dengan ekspresi wajah marah. Mata dia melotot dan hidungnya kembung kempis.


"A-del, kamu jangan salah paham. Dia yang tiba-tiba—"


Cup


Adelia kini mencium bibir Andra di depan Citra. Dia memberikan ciuman panas dan menggoda yang sering mereka lakukan saat di atas tempat tidur. Mata perempuan ini melirik sinis ke arah tamu tak diundang itu. Bahkan di sengaja mendeeessssaaah menggoda agar membuat si Mak Lampir itu semakin panas.


"Kita lanjut di kamar, Sayang," ucap Adelia dengan lirih dan napas ngos-ngosan.


Kedua tangan Adelia merangkul leher suaminya saat Andra menggendong dengan gaya pengantin baru. Lidah wanita itu dileletkan pada Citra yang semakin membuatnya marah dan emosi.


'Dasar wanita gatal! Akan aku rebut kembali Andra. Lihat saja nanti.' (Citra)


Bram yang melihat Andra menggotong Adelia, merasa cemas. Sebab, barusan dia melihat mantannya itu baik-baik saja. Bahkan Bella berlari ke arah mereka untuk menanyakan apa yang sudah terjadi.


"Adel kenapa?" tanya Bram kepada Bella.


***


Saat Andra mencumbu Adelia, wanita itu mendorong tubuh suaminya dengan kuat. Tentu saja laki-laki itu terkejut dengan tingkah sang istri.


"Adel, ada apa?" tanya Andra.


"Aku mau mandi. Tubuhku terasa panas," jawab Adelia sambil beranjak dari tempat tidurnya.


Andra pun mengikuti sang istri yang hendak masuk ke kamar mandi. Namun, saat dia hendak masuk, pintu itu langsung ditutup dan dikunci dari dalam.


"Adel, aku juga ikut mandi!" teriak Andra.


Tidak ada balasan dari Adelia. Laki-laki itu baru sadar kalau sang istri juga sedang marah kepadanya saat ini. Jadi, dia memilih mandi di ruangan yang lain atau kamar Adelia dulu.


Begitu dia kembali ke kamar, terlihat Adelia sudah tidur dengan selimut yang menggulung dirinya. Itu tandanya dia tidak mau disentuh oleh Andra.


"Andromeda kita harus bersabar sampai kemarahan Adel hilang," gumam Andra. 

__ADS_1


Dia pun tidur menyamping sambil menghadap ke arah sang istri. Dia tidak berani memeluk tubuhnya meski ini. Takut nanti semakin membuat marah Adelia jika dia nekad melakukan hal seperti itu.


"Aku minta maaf karena sempat lengah tadi. Aku tidak tahu kalau Mak Lampir itu akan mencium aku. Tapi, bagi aku, ciuman kamulah yang terbaik dan aku sangat menyukainya. Untung saja tadi kamu segera mencium aku, jadi aku tidak ingat bagaimana rasa ciuman dia. Karena yang aku ingat adalah rasa ciuman kamu yang selalu membuat aku candu," aku Andra mengungkapkan isi hatinya. Tidak peduli Adelia akan mendengarkan atau tidak.


"Adelia, kamu adalah satu-satunya wanita yang aku cinta. Hanya kamu pemilik hatiku," lanjut Andra.


Adelia yang sebenarnya belum tidur, mendengar semua ucapan Andra. Hatinya bergetar saat suaminya bilang kalau ciuman dia itu adalah yang terbaik. Hatinya berasa terbang saat sang suami bilang kalau dirinya adalah satu-satunya wanita yang dia cintai.


Adelia pun membalikan badan dan keduanya saling beradu pandang. Netra mereka saling mengunci dan menjerat, sehingga keduanya jatuh pada pesona pasangannya.


Wanita itu menikmati setiap sentuhan suaminya yang kini menyetuh seluruh wajahnya. Kecupan ringan sampai ciuman mesra pun mereka lakukan.


"Sepertinya Andromeda bangun," bisik Adelia karena merasakan sesuatu yang menekan pahanya.


"Apakah kamu mengizinkannya masuk?" tanya Andra.


"Dia masih kena tilang. Tidak boleh masuk," jawab Adelia.


Jeger!


Bagaikan dihantam guntur yang besar, Andra meratapi nasibnya. Si Andromeda terkena sangsi oleh Adelia.


"Bibirnya yang kena sosor, adik kecil aku yang menanggung hukumannya. Ini tidak adil.' (Andra)


Suaminya Adelia itu bukan laki-laki bodoh dan kehabisan akal. Dia kembali mencumbu sang istri dan memberikan rangsangan agar membuatnya bertekuk lutut. Benar saja, perjuangan dia satu jam lebih akhirnya membuahkan hasil. Malam itu pun Andromeda bisa mengunjungi kediamannya. Andra berharap proses pembuatan bayi malam ini membuahkan hasil.


***


🥰 Andra lagi-lagi menang banyak. Adelia lemah hati pada laki-laki yang dicintainya 🤭. Apa yang sebenarnya ingin Bella katakan kepada Adelia? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.


Jelita, gadis kelas 2 SMA yang dipaksa menikah oleh kakeknya karena sudah menyerah akan kelakuan nakalnya. Dia dinikahkan dengan Erlangga—guru magang sekaligus anak sopirnya. Mereka menyembunyikan pernikahan itu dan akan dipublikasikan setelah Jelita lulus SMA.


Namun, 3 hari menjelang pesta pernikahan, Erlangga mengalami kecelakaan dan hilang sebagian memorinya. Ingatan yang tersisa adalah perasaan benci pada Jelita dan Kakek Darmawangsa. Hari yang seharusnya membahagiakan itu berubah jadi petaka karena Erlangga menjatuhkan cerai pada Jelita. Akibatnya, Kakek Darmawangsa meninggal dunia. Tanpa Erlangga dan Jelita tahu, kalau saat itu sudah hadir buah cinta mereka.


Apa yang akan dilakukan oleh Erlangga saat memori ingatannya kembali?


Akankah Jelita memaafkan orang yang sudah membuat hidupnya menderita?

__ADS_1



__ADS_2