
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
BAB 70
Andra dan Abbas bertemu di restoran dekat kantor perusahaan tempat Abbas bekerja. Mereka makan siang bersama sambil membicarakan masalah pesan yang sering masuk ke nomor milik Andra.
“Sebelum ini apa kamu punya musuh atau saingan di kantor atau tempat tinggal kamu dahulu?” tanya Abbas.
“Mungkin saja. Seingat aku tidak ada orang yang sampai seperti ini. Kecuali belakangan ini ada orang yang seperti meenguntit aku, tetapi polisi bilang itu adalah kesalahpahaman,” jawab Andra.
“Maksudnya?” Abbas tidak mengerti karena Andra belum pernah cerita tentang itu.
“Beberapa hari yang lalu aku merasa sedang dibuntuti oleh mobil asing. Karena merasa seperti itu aku pun melajukan mobil ke arah kantor polisi. Setelah melakukan 2 jam pemeriksaan mereka dibebaskan karena sudah terjadi kesalahpahaman. Mereka katanya sedang mengawal seseorang yang mobilnya sama persis dengan punya aku. Baik itu merk, warna, bentuk, dan plat mobil pun hampir sama. Mereka itu adalah orang yang di sewa oleh keluarganya untuk menjaga pemilik mobil itu,” jelas Andra.
Abbas mendengarkan cerita Andra dengan seksama. Dia juga merasa aneh untuk sebuah kebetulan. Lalu, dia melihat foto-foto Adelia yang sedang melakukan aktifitasnya sehari-hari. Setiap hari nomor itu mengirimkan foto Adelia di mana pun dan apa saja yang sedang dilakukan olehnya. Jelas-jelas ini perbuatan penguntit. Untungya Adelia bukan orang yang peka akan situasi di dekatnya jadi dia masih menjalani aktifitasnya seperti biasa.
__ADS_1
Hal yang Andra takutkan adalah kehamilan Adelia akan membuat orang yang sedang menguntit dirinya akan berbuat jahat kepadanya. Dia belum tahu motif dibalik penguntitan itu.
Dia mempekerjakan salah seorang teman yang sejak kecil terkenal gesit dan cekatan untuk memantau istrinya. Orang itu baru bekerja 2 hari. Namun, dia tidak menemukan orang yang mencurigakan di dekat Adelia.
"Apa Kakek Andi tahu kalau ada yang menguntit Adel?" tanya Abbas, karena dia tahu kalau laki-laki tua itu sangat sayang kepada adik kembarnya.
"Belum. Aku tidak mau menambah beban pikiran kakek. Dia saat ini harus banyak istirahat setelah kemarin kelelahan ikut membereskan orang-orang yang berbuat curang di perusahaan. Kamu tahu sendiri, begitu banyak uang perusahaan yang dikorupsi oleh pegawai lama," jawab Andra.
"Kalau begitu, kalian tinggal dulu di rumah kami. Anggap saja Adelia sedang ngidam dekat dengan mama dan papa," ujar Abbas.
"Kita tidak tahu siapa dan maksudnya apa, orang itu mengirim foto Adel. Kita juga sebaiknya lapor polisi, takut terjadi sesuatu kepada Adel nanti," tukas Abbas.
"Ya, ini membuat aku cemas dan tidak bisa tidur jika sudah mendapat foto darinya," aku Andra.
Sekali lagi Abbas memeriksa foto-foto yang memotret kembarnnya. Dia merasa ada yang janggal dari beberapa foto itu. Namun, dia belum tahu apa itu.
"Kirimkan semua foto ini ke aku, biar aku pelajari jika ada suatu petunjuk," kata Abbas sambil menyerahkan benda pipih itu pada pemiliknya.
__ADS_1
Andra pun melakukan apa yang diperintahkan oleh kakak iparnya. Dia juga jadi kepikiran untuk memeriksa satu persatu fotonya. Siapa tahu akan menemukan petunjuk.
***
Siapakah yang sudah melakukan penguntitan kepada Adelia? Apa motif orang itu? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. Yuk, merapat yang suka cerita Action Romantis.
CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Shine dan Amira yang mengharapkan kehadiran buah hati mereka. Masih dalam bayang-bayang musuh yang mengintai sang ahli waris. Mereka mengira kalau musuh sudah dibereskan semuanya. Namun, ternyata itu salah.
Bagaimana cara Shine melindungi Amira dan buah hati yang sekarang menjadi target baru incaran para musuh mereka?
Apakah semua akan selamat? Atau akan ada yang jadi korban?
__ADS_1