Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 55. Pembicaraan Antara Adelia Dan Bella


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 55


Pagi ini mentari bersinar dengan sangat cerah secerah hati Andra. Setelah semalaman dia mendapatkan jatah dari sang istri, di tambah lagi pagi harinya, membuat dia merasa bahagia. Pagi ini pun dia yang membuat sarapan dan membiarkan Adelia kembali tidur setelah mandi. Hari ini adalah hari dia kembali masuk kerja. Meski begitu dia menyambut dengan hati yang penuh semangat.


"Adel, Sayang. Ayo, kita sarapan dulu!" ajak Andra sambil membelai pipi sang istri.


"Masih ngantuk," balas Adelia.


"Aku sudah membuatkan kamu ayam kecap pedas dan jus jambu merah. Ayo, kamu harus isi dulu lambung ini, agar tidak sakit," ucap Andra masih dengan sabar membelai kepala wanita yang kini sudah menjadi Ratu di hatinya.


"Gendong~!" pinta Adelia dengan nada merengek.


Andra pun dengan sabar menggendong istrinya ke kamar mandi untuk cuci muka. Lalu, membawanya ke lantai bawah, tepatnya ruang makan mereka yang kini sudah tersedia banyak makanan di atasnya.


"Mau makan sendiri atau disuapi?" tanya Andra.


Mendengar hal ini tentu saja Adelia meminta disuapi. Tubuh dia terasa lemas setelah melayani hasrat suaminya yang tidak pernah puas. Selalu saja minta lagi dan lagi.


Andra dengan telaten menyuapi Adelia. Mereka makan bersama di satu piring. Kadang wanita itu yang menyuapi suaminya, atau kadang sebaliknya. Bagi mereka yang penting sama-sama suka dan sama-sama bahagia.


Perasaan cinta pada dua sejoli ini tumbuh berkembang dengan seiringnya waktu. Mungkin karena setiap hari mereka bersama, pernah merasakan rasa sakit yang sama, atau karena kepribadian masing-masing yang membuatnya saling tertarik.


Berawal dari rasa simpati atau kasihan, lalu berubah menjadi sayang, dan kini berubah menjadi cinta. Perasaan itu bisa tumbuh atau mati tergantung pada diri masing-masing setiap orang. Jika, menginginkan terus berkembang, maka kembangkan lah perasaan itu. Namun, jika merasa itu sudah cukup, maka akan sampai di situ perasaannya. Sebaliknya, jika dia ingin menghilangkan atau mematikan perasaannya, tinggal lupakan dan menggantinya dengan perasaan lain. Yaitu benci atau tidak peduli.


"Sayang, kamu jangan ke mana-mana, ya? Istirahat saja di rumah. Jangan ke kafe atau bermain ke mana-mana," kata Andra sambil menyeka bumbu yang ada di ujung bibir Adelia.


"Aku ingin main ke rumah mama," ucap Adelia sambil memberengut.

__ADS_1


"Ya, sudah kalau kamu main ke rumah orang tuamu. Berangkat sama aku kalau begitu. Aku tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu padamu dijalan," kata Andra menatap wajah sang istri yang semakin terlihat cantik.


"Terima kasih, Suamiku. Makin cinta, deh!" ujar Adelia sambil menggelitik dagu Andra.


"Apa, sih, yang enggak buat Istri aku ini," balas Andra sambil mencubit hidung mancung Adelia dengan gemas. Keduanya pun tertawa renyah.


Suasana rumah Adelia dan Andra selalu terasa hangat oleh suara tawa canda para penghuninya. Bahkan menurut orang-orang yang hanya sekedar lewat di depan rumah mereka pun sering bilang rumah ini terlihat asri, nyaman, dan hangat. Bella juga mengakui hal itu, tidak jarang tetangga ini ngadem sambil makan cemilan buatan Adelia.


***


"Adelia, kapan kamu akan pulang dari kafe?" tanya Bella yang baru ke luar rumahnya, begitu melihat Adelia hendak naik mobil.


"Aku mau main ke rumah mama," jawab Adelia setelah mengalihkan pandangannya ke arah Bella.


"Apa kamu akan menginap di sana?" tanya istri Bram yang sebentar lagi akan menjadi mantan karena saat ini sedang proses perceraian.


"Tidak, Adel nanti akan pulang setelah aku pulang kerja. Kenapa?" Andra yang menjawab bukan Adelia.


Mendengar ucapan tetangganya yang ingin curhat tentu saja membuat jiwa rasa penasaran milik Adelia meronta  ingin tahu apa itu. Maka, dia pun memutuskan untuk mendengarkan curahan hati wanita itu daripada pergi ke rumah orang tuanya. 


Istri Andra ini pun langsung menghubungi mamanya dan bilang tidak jadi main ke sana, karena ada urusan penting. Baginya mengetahui permasalahan temannya itu sangat penting agar dia bisa membantu.


Andra pun pergi sendir mengemudikan mobil. Tanpa mereka sadari, Citra diam-diam mengikuti mobil Andra.


Kini Bella dan Adelia berada di rumah milik pasangan A. Mereka memilih berbicara di balkon lantai 2, karena di bawah sedang ada petugas kebersihan yang datang setiap hari untuk membersihkan rumah mereka.


"Lalu, apa yang mau kamu ceritakan?" tanya Adelia.


"Ini buka membicarakan diriku, tapi membicarakan tentang Bram," jawab Bella.


"Apa? Bram. Ada apa dengan dia?" tanya Adelia penasaran tentang mantannya ini.

__ADS_1


"Kita harus mencarikan dia pasangan untuk pengganti kita," jawab Bella sambil berbisik seakan takut kedengaran oleh orang lain, padahal hanya ada mereka berdua.


Adelia pun sempat memikirkan hal ini dulu bersama Andra. Waktu itu suaminya sangat cemburu dan mengatakan akan mencarikan jodoh untuk Bram agar tidak dekat-dekat lagi padanya. Namun, belum ada seorang pun yang terlintas dalam pikiran mereka siapa perempuan yang pantas untuk Bram yang baik hati ini.


"Aku setuju kalau ingin mencarikan jodoh untuk Bram. Tapi, takutnya dia nanti tidak merasa cocok," tukas wanita bersurai panjang itu sambil mengibaskannya.


"Ya, kita cari perempuan yang tidak beda jauh seperti dirimu," ujar Bella sambil menunjuk Adelia.


"Hah! Seperti aku? Kamu tahu tidak, aku ini manusia paling langka di muka bumi ini," sahut Adelia dengan percaya diri yang tinggi.


"Kata siapa?" tanya wanita berkulit putih seperti marmer.


"Kata Abbas dan Andra. Mereka bilang aku ini makhluk unik dan langka," jawab Adelia dan membuat Bella mendengus sebal.


'Aku rasa Adel sudah dibodohi oleh kakak dan suaminya. Malang benar nasib kamu, Adel!' (Bella)


***


Apakah Adelia dan Bella bisa menemukan perempuan yang cocok untuk Bram? Bagaimana tanggapan Bram saat akan dicarikan jodoh oleh kedua mantannya ini? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.


Eriko Matshumoto, seorang putri yakuza masuk ke dunia novel dan merasuk ke dalam tubuh pelayan bodoh dan lemah yang bernama, Agatha Fernandez. Dia pelayan milik seorang Ketua Mafia Silver Dragon, Victor Aldemo.


Untuk menghindari kematiannya, Agatha bersedia membantu Victor untuk mengungkap kebenaran dari kematian orang tuanya. Victor kagum dengan sosok pelayannya yang tangguh dan cerdas, sehingga jatuh cinta kepadanya. Trauma akan pengkhianatan, membuat Agatha menolak cinta majikannya. Namun, seiring berjalannya waktu Agatha pun membuka hatinya. Di waktu yang bersamaan datang Zoey, mantan kekasih Victor. Dia membawa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menghancurkan kelompok Mafia Black Dragon.


Bagaimana kisah Agatha dan Victor dalam membalaskan dendam kepada musuh-musuhnya?


Akankah Eriko kembali ke dunianya dan meninggalkan Victor?


__ADS_1


__ADS_2