Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 31. Adelia Marah


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 31


Adelia terbangun dalam dekapan Andra. Dia merasa sangat nyaman, mungkin karena terasa hangat dan wangi. Perempuan ini lupa dengan omongan sendiri kalau mereka tidur dikasih pembatas dengan guling. Namun, nyatanya saat ini dia malah memeluk suaminya.


'Tidur lima belas menit lagi. Lagian ini masih dini hari.' (Adelia)


Tiga puluh menit kemudian ….


Andra membuka matanya, terlihat istrinya masih tidur nyenyak. Dikecupnya pucuk kepala Adelia dan mengusap lembut pipinya.


'Adel, aku tidak akan pernah melepaskan kamu, apapun yang terjadi.' (Andra)


Laki-laki itu mengalihkan perhatiannya sejenak melihat ke arah jam digital yang ada di atas nakas. Jam menunjukan pukul 04:34:15.


'Masih ada waktu sebentar lagi.' 


Andra pun melanjutkan tidurnya karena merasa sangat nyaman dengan memeluk tubuh Adelia.

__ADS_1


Dua jam kemudian ….


Adelia merasa silau karena cahaya matahari masuk lewat kaca jendela. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Dilihatnya di luar sudah dalam keadaan terang benderang. Dia pun langsung terbangun dan membangunkan Andra.


"Andra, bangun! Kita kesiangan, nih!" Adelia mengguncangkan tubuh suaminya.


Andra yang masih pulas merasa terusik oleh goncangan pada tubuhnya. Dia membuka mata dengan perlahan dilihatnya seorang perempuan cantik seperti sedang menggoda dirinya.


"Cepat bangun!" Adelia menarik kedua lengan Andra agar bangun.


Andra merasa sedang bermimpi, dia malah menarik tubuh sang istri dan menindihnya. Dia memberikan ciuman dan sentuhan lembut pada Adelia. Wajah, leher, dan dada milik Adelia di jelajah oleh cumbuan laki-laki itu.


"Andra~ hentikan! Kamu harus bangun dan pergi kerja~." Adelia tidak bisa mengontrol dirinya akibat sentuhan sang suami pada tubuhnya.


"Andra~!" Suara lenguhan Adelia yang merdu memenuhi kamar mereka.


Takut Andra berbuat lebih tanpa di sadari olehnya, maka Adelia pun menggigit telinga suaminya agar sadar dengan apa yang sedang dia lakukan. Hal ini terbukti, Andra menghentikan perbuatannya ini.


"Adel," panggil Andra saat dirinya tersadar.


Laki-laki itu melihat keadaan istrinya saat ini. Piyama yang kancingnya sudah terlepas semua. Jejak-jejak cinta yang dia buat begitu banyak di leher dan dada milik sang Istri.

__ADS_1


"Kamu jahat!" bentak Adelia sambil mendorong tubuh Andra yang masih berada di atas tubuhnya itu dengan kuat, sehingga jatuh terjengkang.


Adelia yang menangis berlari ke arah kamar mandi, lalu menguncinya. Dia takut kalau Andra akan menyusul dan melanjutkan perbuatannya yang tadi.


Andra yang baru saja tersadar dengan apa yang sudah dia lakukan barusan, langsung bangun dan mengetuk pintu kamar mandi. Dia memanggil nama Adelia dan meminta maaf kepadanya, tetapi tidak ada balasan dari sang istri.


"Tadi aku merasa kalau sedang bermimpi, ternyata itu adalah kenyataan," ucap Andra menjelaskan.


"Bohong!" Akhirnya Adelia menyahut dari dalam.


"Sungguh, Adel. Aku tidak bohong. Tadi aku melihat kamu sangat cantik sekali. Jadinya, aku ingin bercinta dengan kamu," aku Andra.


"Tidak. Tadi kamu mau memperkosa aku!" teriak Adelia.


"Apa? Mana mungkin aku melakukan hal itu!" teriak Andra tanpa sadar karena tidak terima dengan tuduhan istrinya.


"Pokoknya, aku tidak mau tidur satu kamar lagi dengan kamu. Aku benci Andra!" balas Adelia dan itu sukses membuat Andra terdiam. Mulutnya yang sudah terbuka dan hendak melakukan pembelaan dirinya, dia kantupkan kembali.


***


Akankah Adelia dan Andra bisa membuat bayi? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.



__ADS_2