
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 20
"Adelia, ini aku sudah belikan bubur bayinya!"
Bram masuk ke kamar Adelia dan melihat pemandangan yang menyakitkan hatinya. Dia melihat Andra berada di atas tubuh Adelia sedang berciuman dengan mesra.
Adelia dan Andra langsung memisahkan diri. Perempuan itu sangat mahal sekali karena sudah kepergok oleh sang mantan. Perbedaan laki-laki yang kini terlihat sangat kesal karena kegiatannya terganggu oleh orang lain.
"Bisa tidak, kamu ketuk pintu terlebih dahulu jika masuk ke kamar seseorang?" ucap Andra sambil melihat ke arah Bram.
Bram merasa salah di sini. Dia tahu Andra dan Adelia bisa melakukan hal seperti itu, karena mereka sudah menjadi pasangan suami istri.
"Maaf aku sudah mengganggu kegiatan kalian," kata Bram sambil berjalan ke arah mereka dan meletakkan barang belanjaannya di atas nakas.
Akan tetapi, bukannya pergi dia malah duduk di kursi yang tadi diduduki sebelum pergi ke minimarket. Bram pun tersenyum ke arah Adelia.
"Aku harap kamu tidak mengajak Adelia untuk bercinta terlebih dahulu. Lihat keadaan dia sekarang!" ucap Bram.
Andra pun memalingkan wajahnya dan berkata, "Bisa tidak kamu pergi dari rumah kami, sehingga kami merasa tidak terganggu dengan keberadaan kamu di sini!" pinta Andra.
Inginnya laki-laki itu langsung mengusir saja tetangganya yang tidak tahu diri ini. Agar kegiatan dia dengan sang istri tidak ada yang mengganggu. Namun, jika dia lakukan itu ada kemungkinan Adelia akan membenci dirinya.
__ADS_1
"Aku tidak akan pergi sampai Adelia sembuh," ujar Bram dengan membalas tatapan tajam kepada Andra.
Adelia merasa semakin bertambah pusing kepalanya karena tingkat kedua orang laki-laki ini. Oleh karena itu, dia memilih untuk pura-pura tidur.
"Aku ngantuk mau tidur kalian pergilah dan jangan ganggu aku," kata Adelia sambil memeluk guling yang ada di dekatnya.
"Aku tidak akan pergi ke mana pun. Aku akan menunggu kamu di sini, jadi tidurlah dengan nyenyak," balas Andra dan Bram bersamaan.
Mendengar ucapan kedua orang laki-laki ini malah membuat Adelia menjadi bertambah semakin kesal. Lalu, dia pun bangun dan melotot kepada keduanya.
"Kalau ada kalian berdua aku tidak akan bisa istirahat. Jadi kalian semua keluar dari kamarku sekarang juga!" teriak Adelia sambil mengangkat bantal dan membuat kedua laki-laki dewasa itu berlari keluar kamar.
"Setidaknya dengan begini aku bisa tidur dengan nyenyak," ucap Adelia sambil memeluk guling kesayangannya.
***
"Apa kalian berdua punya rencana untuk berpisah setelah menikah beberapa waktu?" tanya Bram.
"Maksud kamu apa?" tanya Andra balik.
"Apa kalian berdua berencana akan bercerai?" Bram menegaskan suaranya barusan.
Mengerti maksud dari perkataan Bram, membuat Andra semakin tidak suka terhadap laki-laki ini. Dia pun berkata dengan tidak kalah lantangnya, "Aku dan Adelia tidak akan pernah bercerai sampai kapanpun!"
"Kamu jangan egois Adelia masih sangat mencintai diriku," ujar suami dari Bella.
__ADS_1
"Hei, urus saja rumah tangga kamu! Kamu sendiri juga sudah punya istri, untuk apa mengharapkan istri orang lain?" Andra murka dan berdiri dari tempat duduknya.
"Kalau Adelia inginkan berpisah denganmu, maka kamu tidak boleh menghalanginya," balas Bram ikut berdiri juga.
***
Sementara itu di tempat lain, Bella sedang bertemu dengan klien yang akan memesan baju kepadanya. Mereka berdua duduk di sebuah restoran sederhana. Namun, tempatnya nyaman dan juga tidak berisik.
"Terima Nona Bella, senang bisa bekerja sama dengan Anda," ucap sang klien sambil menjabat tangan perempuan itu.
"Sama-sama, Bu. Kalau bajunya sudah selesai akan aku kabari langsung," balas Bella dengan tersenyum manis.
Setelah perempuan paruh baya itu pergi, datang seseorang yang duduk di dekat Bella. Dia pun langsung memeluk tubuh perempuan itu.
Bella terkejut saat tiba-tiba saja ada orang yang memeluk dirinya, ketika dia sedang membereskan kertas gambar-gambar hasil desain miliknya. Dia bisa mencium wangi dari laki-laki yang dicintainya.
"Aku sangat merindukanmu," bisik Candra.
Bella yang masih dalam keadaan terkejut, tidak bisa bicara apa-apa. Hal yang dia tahu saat ini adalah keadaan di sana sangat sepi karena belum waktunya jam makan siang.
***
Apa yang akan Bella lakukan saat berduaan dengan Candra? Lalu, bagaimana Bram dan Andra menyelesaikan masalah mereka?
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, kita baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik, loh. Cus meluncur ke karyanya.
__ADS_1