Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 27. Pertemuan Adelia & Bela


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 27 


Bella menghubungi Adelia menanyakan kabar kesehatannya. Mereka membuat janji keesokan harinya di kafe milik Adelia, karena kondisi tubuh perempuan itu sudah sehat. Keduanya akan bertemu setelah makan siang di saat semua orang sudah masuk kerja kembali.


Adelia melihat ke arah Andra. Sejak tadi suaminya itu selalu sibuk oleh pekerjaannya. 


"Andra, apa kamu tidak lelah terus bekerja?" tanya perempuan itu sambil berjalan mendekat.


"Sudah resiko," balas Andra tanpa melihat ke arah Adelia.


"Mau aku buatkan air teh lemon madu?" tanya wanita yang sudah berpakaian piyama.


"Boleh," balas Andra tidak menolak tawaran istrinya.


Perempuan itu pun pergi sambil bernyanyi riang karena Andra mau dibuatkan minuman olehnya. Melihat laki-laki itu diam saja semenjak pagi tadi membuat Adelia tidak suka. Dia lebih senang mendengar suaranya yang sering jahil dan menggodanya.


Tidak sampai sepuluh menit air teh hangat itu sudah ada atas meja. Wanginya membuat Andra ingin segera meminumnya.


"Bagaimana rasanya?" tanya Adelia dengan tatapan penasaran akan penilaian suaminya.


"Lumayan," jawab Andra bohong, padahal menurut dia rasanya sangat enak. Ini terbukti dari gelas kosong yang baru saja dia letakan. Minuman itu terasa sangat nikmat dan sangat cocok diminum saat malam-malam dingin seperti sekarang ini.


"Hmmm." Adelia memasang wajah cemberut, karena ini tidak sesuai dengan bayangan dia. Padahal saat membuat tadi gadis itu berusaha membuat sebaik mungkin dan rasanya juga menurut dia sudah enak. Namun, lidah mereka berdua tidak sama seleranya.


"Terima kasih," balas Andra karena dia tidak suka saat melihat Adelia bersedih begitu.


Senyum Adelia kini terukir di wajahnya. Lalu, dia pun mencium pipi suaminya sebagai ungkapan rasa bahagia.

__ADS_1


Tubuh Andra seperti terkena sengatan listrik yang menjalar ke seluruh anggota badannya. Sekarang dia jadi mudah terangsang oleh sentuhan Adelia. Saat perempuan itu hendak beranjak dengan cepat dia menarik pinggang dan mengarahkan wajahnya agar bisa mencium keningnya.


"Ini sudah malam, cepat tidur. Jangan sampai jatuh sakit lagi," bisik Andra.


"Tidak ada ciuman selamat malam," ucap Adelia dengan tatapan mata bening yang tidak terdapat kesulitan dan beban dalam hidupnya. Pancaran sinar mata yang polos dan hangat seperti anak-anak kecil.


"Barusan aku sudah kasih ciuman selamat malam," kata Andra sambil menjauhkan tubuhnya.


Laki-laki itu mengambil kertas-kertas laporan yang tadi di-print. Dia baru memeriksa sebagian hasil kerjanya.


"Biasanya kamu suka mencium bibir aku sampai merasa puas," balas Adelia dengan kepala yang miring karena merasa heran.


"Aku takut nanti malah berbuat yang lebih kepada kamu," ucap sang suami tanpa melihat ke arah istrinya.


CUP


Adelia menarik wajah Andra dan mencium bibirnya. Perbuatan gadis ini membuat laki-laki itu terkejut, kertas-kertas yang berada di genggamannya pun jatuh berserakan di lantai. Akhirnya, Andra pun menikmati sentuhan istrinya ini. Seperti biasa dia selalu lupa diri dan tidak mudah merasa puas. Dia menarik tubuh Adelia agar duduk di pangkuannya.


"Tidurlah," bisik Andra dan mengecup singkat kening perempuan itu.


"Gendong," balas Adelia dan dengan senang hati dituruti oleh Andra.


Ternyata laki-laki itu bukan hanya membaringkan tubuh sang istri, tetapi dia juga ikut tidur berbaring  sambil memeluk tubuh kurus Adelia. Akhirnya, mereka tidur sambil berpelukan.


***


Sementara itu di rumah sebelah, Bella sedang menangis dalam pelukan Bram. Barusan dia mendapat kabar kalau Chandra masuk rumah sakit karena sudah membuat papanya Citra marah dan melemparkan guci besar ke arahnya. Namun, benda itu tepat mengenai kepala dan membuat luka serius.


"Aku ingin pergi menemui Chandra, tapi pasti akan dilarang bertemu oleh mereka. Keluarga Citra itu benar-benar kejam," kata Bella sambil terisak tangis.


"Dia tidak terima kalau istri dan putrinya sudah berbuat jahat demi mendapatkan kehidupan yang mewah," ucap Bram dengan tangan mengelus kepala istrinya.

__ADS_1


Mereka tadi sore hari sudah menghubungi pengacara keluarga Atmajaya. Bukti rekaman cctv hotel tempat Bella dan Bram dulu di jebak. Rekaman cctv hotel tempat  Chandra dan Citra tidur bersama, dan rekaman cctv di ruang rawat inap Mama Cindy yang memberi tahu semua rencana mereka yang sudah lakukan.


"Aku harap papi dan mami-nya Chandra segera pulang dari luar negeri. Kenapa di saat seperti ini mereka malah sulit dihubungi," ujar Bella yang masih dalam pelukan Bram.


Kedua orang tua Chandra sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di negeri Jiran. Mereka baru tadi pagi berangkat dan saat ini mungkin sedang istirahat karena kelelahan sudah melakukan perjalanan jarak jauh.


"Mereka pasti tidak akan diam saja saat mengetahui putranya terluka. Aku juga dengar kalau Chandra sudah menghubungi pengacaranya untuk membuat laporan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh papanya Citra," tukas Bram.


Bella menangis dalam pelukan Bram sampai jatuh tertidur. Hati dia ikut sakit saat tahu kalau laki-laki yang cintai itu mendapatkan kekerasan sampai terluka.


***


Keesokan harinya Bella dan Adelia bertemu di kafe. Mereka duduk berdua di meja paling pojok.


"Ini adalah rekaman cctv hotel di mana aku dan Bram di jebak. Kamu bisa melihatnya kalau Citra sudah membuat Bram tidak sadarkan diri dan menyuruh pegawai hotel untuk membawa dia ke kamar yang sudah dia sewa. Lalu, mamanya Citra membawa aku bersama seorang laki-laki," jelas Bella saat rekaman cctv itu diputar di laptopnya.


Adelia melihat jam yang tertera di rekaman saat Bram dan Bella masuk ke kamar, lalu mencocokan dengan pesan yang masuk ke handphone miliknya, dahulu. Ternyata hanya berjarak 5 menit dari waktu yang tertera di rekaman itu. Video memutar Citra dan Cindy keluar dari kamar itu dan video pun habis.


"Jika, dilihat dari waktu yang tertera di rekaman itu dan kejadian berikutnya tidak sampai 30 menit. Rekaman mereka yang keluar hotel pun ada di sini dan jarak waktu mereka pergi dengan kedatangan kalian sekitar 23 menit," lanjut Bella.


Adelia ingat karena dia dan Chandra menunggu manajer hotel untuk membuka pintu kamar itu. Dilihat dari tanggal dan waktu semuanya cocok. Dia jadi yakin kalau ini adalah kejahatan berencana.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Adelia.


"Aku dan Bram berencana berpisah. Aku dan Chandra masih saling mencintai. Bram juga masih mencintai kamu. Kita akan menggapai kebahagiaan bersama-sama. Adel, apa kamu mau kembali pada Bram jika kami berpisah?" tanya Bella.


***


Jawaban apa yang akan Adelia berikan? Apakah dia akan kembali kepada Bram atau tetap bersama Andra? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.

__ADS_1



__ADS_2