Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 52. Hantu Takut Sama Adelia


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 52


Adelia yang berteriak melengking keras membuat orang-orang yang ada di sana menutup telinga sambil meringis. Apalagi hantu jadi-jadian itu di pukuli pakai tas oleh wanita itu.


"Pergi kau setan jelek!" Adelia terus memukuli kepala orang yang memakai baju putih bernoda merah dan rambut panjang menjuntai.


"Aduh, sakit. Ampun! Ampun!" teriak orang berkostum hantu.


"Rasakan ini! Rasakan!" Adelia memukuli orang itu dengan rasa penuh amarah.


Andra sampai terpana karena melihat kelakuan barbar istrinya. Baru kali ini dia melihat orang yang ketakutan sama hantu malah menyiksanya, bukan lari atau kabur dari hantu itu.

__ADS_1


'Aku lupa kalau Adel itu makhluk langka dan unik.' (Andra)


"Tolong! Tolong!" teriak si hantu berusaha lari dari Adelia. Namun, wanita itu tidak mau melepaskan si hantu begitu saja. Dia terus mengejar dan memukuli hantu itu.


Para tim yang ada di rumah hantu itu hanya bisa diam membiarkan teman mereka menjadi tumbal kekerasan dari pengunjung yang ketakutan.


"Hei, bisa tidak kalian hentikan wanita barbar ini!" pinta orang berkostum hantu itu pada teman-temannya.


"Suruh pacaranya yang hentikan dia!" teriak salah seorang yang menggunakan kostum hantu buntelan putih yang diikat banyak.


"Hei, kamu hentikan pacar kamu ini!" teriak si hantu pada Andra yang hanya berdiam diri saja sejak tadi.


"Sayang, tenangkan dirimu. Ayo, kita keluar dari sini!" ajak Andra sambil melangkahkan kakinya.


Adelia menangis tiada henti meski sudah 15 menit berlalu sejak mereka keluar dari rumah hantu itu. Andra kini kebingungan sendiri tidak bisa mendiamkan istrinya. Bahkan wanita ini tidak bisa dirayu oleh es krim kesukaannya atau diajak menaiki wahana kesukaan dia, yaitu bianglala. Saat dalam perjalanan menuju ke sini tadi, Adelia sempat diutarakan ingin menaiki wahana itu. Namun, kini tidak mau menaikinya.

__ADS_1


"Kita pulang saja, kalau begitu," kata Andra asal.


Adelia pun berdiri dan berjalan meninggalkan suaminya. Tentu saja ini membuat laki-laki itu terkejut, lalu menyusul mengikuti langkah sang istri. Saat Andra hendak mengandeng tangan wanita itu, dengan cepat Adelia mengangkat kedua tangannya untuk menghapus air mata di pipi. Lalu, menutupi wajahnya yang sembab dari tatapan orang lain.


Dalam perjalanan pulang pun Adelia masih saja diam dan pura-pura tidur. Tentu saja Andra merasa bersalah karena dia yang membawa istrinya masuk ke dalam rumah hantu itu.


"Adel, maafkan aku. Aku mengaku bersalah sudah membuat kamu ketakutan. Aku sungguh tidak menyangka kalau reaksi kamu akan seperti seperti ini," ucap Andra yang melirik sekilas ke arah wanita yang duduk di sampingnya. Saat ini dia mencoba fokus pada kemudi mobil yang melaju tidak terlalu cepat.


"Adel? Sayang?" Andra mencoba memancing reaksi sang istri, tetapi tidak membuat dapat tanggapan.


'Apa Adel benar-benar marah, ya?' (Andra)


***


Apakah Adelia marah kepada Andra? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Apalagi sudah tamat, bisa baca secara maraton.



__ADS_2