
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 19
Andra membawa Adelia masuk ke dalam rumahnya. Namun, ternyata Bram mengikuti mereka dari belakang. Tentu saja ini membuat Andra dan Adelia terkejut, saat mereka sampai di kamar lantai dua.
"Ngapain kamu ikut masuk ke rumah orang, bahkan naik ke sini?" tanya Andra begitu dia memberikan badan dan terlihat ada gambar diri di belakangnya.
Adelia juga terkejut kenapa mantan kekasihnya itu bisa masuk ke kamarnya. Meski wajah laki-laki itu terlihat cemas dan sorot matanya juga memancarkan khawatiran kepadanya.
"Aku sangat mengkhawatirkan Adelia. Jadi, izinkan aku untuk merawat dia sampai sembuh," jawab Bram dengan nada lirih minta diizinkan.
"Apa?" pekik pasangan suami istri itu saking terkejutnya.
"Adelia, aku mohon! Izinkan aku untuk menjaga dan merawat kamu sampai sembuh," pinta mantan kekasih dari Adelia.
Bram menatap Adelia dengan memelas. Dia sangat berharap sekali bisa diizinkan.
Berbeda dengan Andra yang menatap tajam ke arah Adelia. Seakan dia berkata kepada istrinya itu, 'Awas kamu kalau memberikan izin! Aku akan memberi kamu hukuman.'
Adelia menelan ludahnya saat melihat tatapan tajam dari Andra. Dia yakin kalau suaminya itu tidak akan pernah berbuat macam-macam kepadanya.
"Ya, tentu saja boleh," jawab Adelia keseleo lidahnya.
Maksud dia awalnya mau berkata, 'Ya, tentu saja tidak boleh.' Namun, dia malah mengizinkan Bram untuk menjaga dan merawat dirinya.
Hati Andra saat ini bergejolak dengan sangat kuat. Dia merasa kesal dan marah kepada Adelia karena sudah mengizinkan mantannya untuk ikut merawat dan menjaga dia.
__ADS_1
Adelia yang merasa tidak enak hati kepada Andra, mencoba untuk merayu. Perempuan itu memegang tangan Andra dengan lembut.
Kedua netra orang itu saling bertautan dan memandang dalam diam. Saat Adelia hendak membuka mulut tiba-tiba saja Bram mengejutkan dirinya.
"Adel, apa kamu mau makan bubur bayi?" tanya Bram. Laki-laki itu tahu makanan yang selalu Adelia makan saat sedang sakit.
Andra membelalakan matanya saat mendengar ucapan tetangganya ini. Dia tidak menyangka kalau istrinya selalu memakan bubur bayi saat sedang sakit.
"Apa? Kamu suka makan bubur bayi?" tanya Andra tidak percaya.
"Kenapa? Bubur bayi itu enak," balas Adelia dengan malu-malu.
"Ish, kayak si author saja. Kalau sakit minta makannya bubur bayi. Apa enaknya makanan seperti itu," gerutu Andra.
"Pokoknya itu makanan paling enak," ujar Adelia dengan memasang cemberut.
"Sana belikan bubur bayi kacang ijo sama beras merah!" titah sang istri kepada suaminya.
Andra pun beranjak dari tempat duduknya. Namun, dia menangkap sosok Bram yang kini duduk di kursi dekat tempat tidur Adelia.
"Bram, katanya Adelia ingin makan bubur bayi. Sana belikan!" titah Andra pada mantan kekasih istrinya.
Adelia melotot pada suaminya. Menurut dia itu adalah perbuatan tidak sopan. Menyuruh seorang tamu untuk pergi berbelanja.
Laki-laki berbadan tegap itupun segera beranjak dari sana. Namun, sebelum pergi dia mengecup kening Adelia dan berkata, "Aku pergi dulu beli bubur bayi kesukaan kamu. Jangan terlalu khawatir, istirahat yang banyak, agar segera sembuh."
Bram pun pergi ke mini market yang ada di dekat kompleks perumahan mereka. Kini hanya ada Adelia dan Andra di kamar itu.
Andra yang merasa kesal karena istrinya sudah memberikan izin pada mantan kekasihnya itu untuk ikut menjaganya. Ditatapnya wajah Adelia dengan lekat.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Adelia sambil memberengut.
"Kamu bilang ada apa? Apa kamu benar-benar tidak sadar?" tanya Andra yang kini sedang mengungkung tubuh istrinya.
"Aku tadi mau bilang pakai kata 'tidak', tetapi ini lidah aku malah keseleo. Jadinya, ya … kamu tahu sendiri," balas Adelia.
"Apapun itu, kamu harus dihukum," ucap Andra dan langsung membungkam mulut manis istrinya dengan menggunakan bibir hangat dia.
Andra dan Adelia berciuman dengan mesra bahkan kejadian semalam kembali terjadi. Andra kini menarik tubuh Adelia agar duduk di pangkuannya.
Seperti biasa, Adelia selalu terbuai oleh ciuman Andra. Dia juga selalu memberikan kepuasan untuk suaminya saat ini.
"Andra~, kamu jangan melewati batas," kata Adelia dengan suara mende_sah.
Tangan Andra kembali aktif menyentuh tubuh Adelia. Dia seakan sudah lupa akan alam dunia ini. Baginya dia sangat menyukai kegiatan dia saat ini.
Adelia memukul dada Andra, ketika dia merasakan sesak napas, karena kehabisan oksigen. Namun, Andra melepaskan tautannya hanya beberapa detik, kemudian dia kembali mencium mesra bibir istrinya.
"Adelia, ini aku sudah belikan bubur bayinya!"
Bram masuk ke kamar Adelia dan melihat pemandangan yang menyakitkan hatinya. Dia melihat Andra berada di atas tubuh Adelia sedang berciuman dengan mesra.
***
🙈🙊 Adelia dan Andra kepergok oleh Bram. Apa yang akan terjadi di sana selanjutnya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh. Kepoin novelnya di lapaknya.
__ADS_1