
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 46
Pagi harinya Adelia bangun sambil murung, bibir manyun dan merasakan badannya terasa remuk. Berbanding terbalik dengan Andra yang terlihat cerah ceria. Senyum tampan terus tercipta dari bibirnya yang seksi. Semalam mereka sudah menghabiskan malam pertama sebagai pasangan suami istri setelah drama panjang yang hampir gagal. Hal ini terjadi, karena Adelia terkejut saat pertama kali melihat wujud Andromeda, sang adik kecil milik Andra. Butuh waktu hampir 59 menit untuk laki-laki itu meyakinkan sang istri agar mau melakukan malam pertama yang selalu tertunda hampir 6 bulan.
“Sayang, ayo, kita bangun!” ajak Andra sambil megulurkan tangan.
“Sakit~.” Adelia memberengut dan tidak mau menggerakkan badannya karena merasa semua sangat sakit.
Sebenarnya Andra juga merasa perih di bagian punggung, akibat cakaran dari kuku panjang milik Adelia. Selain itu juga dia merasa sakit di bagian lengannya, karena digigit oleh Adelia. Namun, dia berusaha menahan semua itu. Menurutnya sakit itu tidak seberapa dibandingkan dengan kesenangan atau kebahagiaan yang dia rasakan.
Andra pun membawa sang istri ke kamar mandi dengan cara dibopong. Mereka pun mandi bersama dengan kehebohan yang dibuat oleh Adelia. Setelah mereka selesai mandi yang menghabiskan waktu hampir 30 menit.
"Sayang, kamu mau pergi ke mana?” tanya Andra saat melihat Adelia cuma memakai kimono handuk, istrinya itu berjalan ke arah kaca jendela. Tentu saja hal ini membuat Andra takut ada yang melihatnya. Dia tidak mau ada orang lain yang melihat keindahan tubuh sang istri. Laki-laki itu pun langsung menggendong sang istri dan segera memakaikan baju yang sejak tadi sudah disiapkan olehnya.
"Andra kamu apa-apaan, sih? Aku 'kan hanya ingin melihat langit yang sedang cerah," balas Adelia.
"Tapikan tidak perlu hanya menggunakan handuk saja. Kamu bebas melihat langit di luar setelah menggunakan pakaian lengkap," ujar Andra.
Adelia hanya tertawa geli karena menertawakan kebodohan dirinya sendirian. Lupa kalau saat itu dia tidak memakai pakaian yang layak.
"Lain kali tidak akan melakukan hal yang seperti tadi lagi," ucap Adelia sambil tersenyum keluar menambahkan deretan gigi putih yang rapi.
"Awas, loh, ya! Kalau sampai melakukan hal yang seperti tadi lagi, aku akan memberikan hukuman yang tidak akan pernah kamu lupakan!"
__ADS_1
Keduanya pun sarapan yang kesiangan, setelah memesan agar diantarkan ke kamar. Saat mereka makan tidak ada percakapan antara suami istri itu.
Seharian itu Andra menjadi tukang urut yang memijat seluruh badan Adelia, yang masih mengeluhkan badannya pegal-pegal. Tentu saja dia melakukan hal itu dengan senang hati. Dalam hal ini keduanya sama-sama diuntungkan.
***
"Papa, aku mohon hentikan!"
Terlihat dua laki-laki sedang dihajar habis-habisan oleh seorang pria paruh baya. Mereka adalah Bram dan Chandra yang sedang dihajar oleh Bara.
"Papa hentikan!" Bella merentangkan kedua tangannya untuk melindungi kedua laki-laki yang dia sayangi dan dicintainya.
"Kalian pikir pernikahan itu apa? Sudah aku bilang sejak dulu, kalian jangan mempermainkan pernikahan. Meski Bella bercerai dari Bram, jangan harap aku akan menikahkan kamu dengannya!" teriak Bara.
Bella yang sedang berada di sana mencoba membangunkan Chandra dan Bram. Begitu juga dengan ibunya Bella yang mencoba menenangkan suaminya.
"Kalau kamu mau cerai dari Bram, berikan dulu kami cucu laki-laki untuk menjadi penerus keluarga ini!" titah Bara.
"Aku tidak mau!" teriak Bella.
"Bella … Bella!" Perempuan itu membuka matanya. Dilihatnya kamar tidur yang dia tempati sehari-hari.
"Kamu mimpi buruk?" tanya Bram sambil menghapus air mata di pipi gadis itu dengan lembut.
Bella langsung memeluk tubuh Bram. Dia merasa sangat senang karena laki-laki yang ada di depannya ini dalam keadaan baik-baik saja. Tadi itu mimpi yang terasa nyata baginya.
"Aku mimpi buruk. Kamu dan Chandra di hajar habis-habisan oleh papa," jawab Bella yang masih dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
Bram membelai lembut rambut sang istri. Dia sempat terkejut saat melihat Bella menangis dalam mimpinya, apalagi saat berteriak. Itu membuatnya cemas, takut ada apa-apa pada gadis manja ini.
"Sebaiknya kamu cepat mandi, katanya mau pergi jalan-jalan sambil mencari kain," ucap Bram mengingatkan Bella akan janji mereka semalam.
"Ooops, aku hampir lupa," balas Bella sambil nyerengeh dan itu membuat Bram mencubit hidung mancungnya.
Bukan hanya Adelia dan Andra saja yang sedang menghabiskan waktu bersama pasangannya. Hari Minggu ini banyak sekali pasangan di luar sana yang menghabiskan waktu bersama orang-orang yang mereka sayangi atau cintai.
Seperti Bram dan Bella, meski mereka tidak saling mencintai, tetapi mereka saling menyayangi. Bahkan ke mana pun Bella pergi harus laporan kepada Bram, jika dia tidak bisa mengantarkan, maka akan minta adiknya untuk mengantarkan.
Chandra juga jika ingin menemui Bella selalu minta izin kepada Bram. Bagaimanapun juga mereka masih pasangan suami istri dan Chandra menghormati itu.
***
Bram dan Bella pergi jalan-jalan, orang-orang melihat mereka seperti pasangan kekasih yang harmonis dan bahagia. Keduanya saling bercanda layaknya kakak-adik, teman karib, atau bahkan seperti pasangan kekasih. Sikap manja Bella pada Bram pasti orang-orang menyangka itu dilakukan karena pasangannya, meski memang begitu pada kenyataannya. Namun, bagi Bella dan Bram tidak ada perasaan spesial seperti pada orang terkasih.
"Bram, aku mau makan es krim dengan topping lengkap!" pinta Bella kepada suaminya saat datang ke kedai es krim langganan Adelia.
"Apa kamu sanggup menghabiskan itu semua?" tanya Bram, karena es krim yang dimaksud oleh Bella berukuran jumbo.
"Kita makan berdua saja. Banyak pasangan yang makan bersama, tuh, lihat!" Bella menunjuk ke arah orang-orang yang duduk di meja pelanggan.
Akhirnya, mereka pun makan es krim berdua di dalam satu wadah. Meski Bella itu punya sifat manja, tetapi selalu perhatian kepada orang-orang yang dia sayangi. Dia beberapa kali menyeka ujung bibir Bram jika ada sisa es krim yang tertinggal.
Saat keduanya sedang asik makan es krim sambil bersenda gurau, tiba-tiba saja ada seorang perempuan jatuh ke lantai dan mangkuk es krim di pegangan tangannya itu jatuh tepat di kepala Bram.
"Maafkan aku, Tuan! Aku tidak sengaja." Perempuan itu masih duduk di lantai dekat kursi Bram. Terlihat jelas ketakutan di wajahnya.
__ADS_1
***
Bagaimana kisah Adelia dan Andra yang sedang membuat bayi. Apakah akan berhasil atau coba lagi? Tunggu kelanjutannya, ya!