
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan dalam segala urusan.
***
Bab 6
Kamar pengantin yang sudah hias dengan indah itu terlihat panas oleh kelakuan dua orang penghuninya. Kedua orang itu tidak mau saling mengalah, ingin menjadi dominan untuk menunjukkan kalau dirinya adalah yang terhebat.
"Kamu pikir aku akan kalah? Tidak akan aku biarkan!" ucap Andra sambil mengocok gelas yang berisi dadu lalu melemparkannya.
'Tiga.' (Andra dan Adelia)
"Hore!" Adelia berteriak girang.
"Tidak!" Andra mau tidak mau pionnya harus jatuh.
"Kini giliran aku," kata Adelia sambil mengambil gelas dan dadu, lalu mengocoknya dengan kuat.
"Satu!" teriak Adelia dan dadu bergelinding serta menunjukkan bulatan satu.
"Yey! Mati pion kamu, Andra!" Adelia berteriak senang dan menggerak-gerakkan tangannya.
Laki-laki yang kini sudah berstatus menjadi seorang suami dari Adelia itu pun mau tidak mau harus mengakui kekalahannya. Kedua orang itu sedang melakukan permainan. Siapa yang menang dia akan tidur di tempat tidur, sedangkan yang kalah akan tidur di sofa.
"Akhirnya, aku bisa beristirahat dengan tenang dan tanpa ada gangguan," ucap Adelia dengan seringai penuh ejekan kepada Andra yang kini sedang menatapnya dengan tatapan sebal.
"Isssh." Andra tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia sudah kalah dalam permainan tadi.
Andra pun mengambil bantal dan selimut dengan kesal. Lalu, dia pun membaringkan tubuhnya di atas sofa.
Sementara itu, Adelia mengganti baju tidurnya dengan piyama. Dia memakai baju yang sangat minim. Atasan yang model tank top dan bawahan hot pant. Perempuan itu mempunyai dada yang montok dan bo_kong yang semok, tentunya membuat para laki-laki akan menelan ludah saat melihat bentuk tubuh Adelia.
__ADS_1
'Gila tubuhnya! Aku tidak menyangka akan semenyeramkan itu tubuh wanita ini.' (Andra)
Adelia menyisir rambut dan menggelungnya. Sekarang sedang musim panas. Namun, Andra tidak mengizinkan menurunkan suhu AC di kamar itu karena tidak cocok dengan suhu dingin AC.
Setelah selesai dengan ritualnya, Adelia pun beranjak dan berjalan menuju tempat tidur. Sekilas dia melirik ke arah Andra yang sudah memejamkan matanya.
Tanpa Adelia tahu kalau Andra sedang pura-pura tidur. Laki-laki itu mana bisa tidur dengan jantung yang terasa melompat-lompat karena melihat keindahan tubuh istrinya.
***
Sementara itu, di kamar pengantin baru yang lainnya. Terlihat seorang laki-laki berdiri di balkon, sedangkan perempuan yang tadi menjadi mempelainya sudah tidur nyenyak di atas tempat tidur.
"Adelia," gumam Bram sambil menatap langit malam.
Hati laki-laki itu sedang hancur. Dia tahu kalau hari ini pun pujaan hatinya itu sudah menjadi milik pria lain. Meski dia sudah berusaha untuk mempertahankan hubungannya dengan sang kekasih, tetap saja hal itu tidak bisa. Perempuan itu terlanjur marah karena sakit hati.
"Semoga kamu selalu bahagia, di mana pun kamu berada." Sorot mata laki-laki itu terlihat nanar.
***
"Bella. Kamu kejam. Kau sudah mengkhianati cinta aku," lirihnya.
Candra, laki-laki yang sedang merasakan cinta dan benci kepada Bella, saat ini benar-benar dalam keadaan kacau. Dirinya sendiri tidak tahu kenapa di bisa sampai sebegitu cintanya pada gadis muda itu.
Sangat banyak wanita yang mengejar-ngejar dirinya, tetapi hati dia malah terpaut pada gadis polos yang baik hati. Banyak wanita yang jauh cantik atau lebih indah bentuk tubuhnya dibandingkan Bella, tetapi baginya perempuan itu adalah yang terbaik.
Pernikahan yang dilakukan secara terpaksa dia lakukan malah membuatnya menderita. Namun, ada yang harus disalahkan atas apa yang sudah menimpa dirinya.
"Bram, ini semua salah kamu!" desisnya penuh amarah.
Berbeda dengan Citra yang berada di kamar tidur sebelah. Wanita itu sedang tertidur nyenyak, lalu merasa terusik oleh suara dering telepon. Tangannya menggapai handphone yang ada di atas nakas.
__ADS_1
"Hallo, Ma. Ada apa?"
^^^"Citra, kirim mama uang 10 juta, dong!"^^^
"Buat apa, sih, Ma? Bukannya seminggu kemarin aku sudah kirim 50 juta!"
^^^"Itu sudah habis. Buat traktir teman-teman mama. Mereka semua ikut bahagia karena akhirnya kita bisa menjadi bagian dari keluarga Atmajaya."^^^
"Masa uang 50 juta semuanya habis buat traktir!"
^^^"Mama traktir mereka di Restoran Asmara."^^^
"Apa? Kenapa Mama traktir mereka di restoran mahal itu?"
^^^"Kan malu kalau traktir di restoran biasa. Bisa-bisa nama keluarga suami kamu jatuh."^^^
"Mama itu jangan sok-sokan, deh! Cari uang itu susah, menghabiskannya mudah."
^^^"Kamu itu jangan pelit. Kamu bisa menikah dengan Candra juga karena mama sudah memaksa dan mengancam keluarga Atmajaya. Ingat itu!"^^^
"Iya ... iya. Aku transfer sekarang."
^^^"Nah, gitu, dong! Kenapa tidak dari tadi kasih. Jadinya, mama tidak perlu emosi, dulu."^^^
Citra merasa kesal dengan ulah mamanya. Dia baru menikah seminggu saja sudah memberikan uang hampir ratusan juta. Sementara itu, dia dikasih uang jatah 200 juta untuk satu bulan oleh Candra.
"Hah, kenapa aku punya mama yang suka hidup foya-foya? Bikin cepat habis duit aku. Aku harus minta uang tambahan lagi kalau begin."
***
Bagaimana kisah rumah tangga Adelia X Andra, Bram X Bella, dan Candra X Citra selanjutnya? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1