Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 8. Permintaan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 8


Adelia dan Andra masuk ke dalam rumah. Mereka sudah buat kesepakatan kemarin saat datang ke rumah ini untuk pertama kalinya. Kalau mereka akan tidur di kamar yang terpisah.


"Andra, bantuin bawa koper ke atas. Berat!" pinta Adelia pada suaminya yang sudah jalan duluan naik tangga.


"Bawa saja sendiri," balas Andra dengan senyum miring menertawakan gadis yang menatapnya dengan kesal.


"Oke. Kalau begitu, aku juga tidak akan pernah mau memasakan makanan untuk kamu. Awas saja kalau kamu minta makanan yang aku masak nanti. Tidak akan aku kasih," ujar Adelia.


Demi kesejahteraan perutnya, Andra pun kembali menuruni anak tangga. Dia tidak mau kalau sampai penyakit maag kambuh gara-gara kelaparan.


"Sini. Sana kamu buatkan aku minuman yang segar!" titah Andra dan Adelia pun membalikan badan dengan senyum kemenangan.


Sehari sebelumnya, Mama Alia dan Mami Alicia sudah mengisi segala keperluan rumah untuk anak-anak mereka. Kulkas sudah terisi penuh. Bumbu-bumbu di rak juga. Keperluan untuk kebersihan tubuh dan kebersihan rumah juga sudah komplit di sediakan.


"Katanya dia suka dengan jus tomat, ya? Aku buatkan itu saja," gumam Adelia.


Ternyata banyak sekali tomat merah segar di kulkas. Adelia membuatkan jus untuk suaminya. Sementara itu, untuk dirinya sendiri dia mengambil air minum yang ada di galon.


"Mana? Sudah selesai belum dibuat minumannya?" Andra datang ke dapur.


"Sudah, tuh!" tunjuk Adelia ke sebuah gelas yang ada di dekat kulkas.


Andra pun mengambil dan meminumnya. Dia pun bergumam dalam hatinya, 'Enak.'

__ADS_1


"Aku mau membereskan baju dulu. Jadi, jangan ganggu aku," ucap Adelia.


"Iya, cerewet banget." 


***


Pertemuan Andra dengan Citra membuatnya sangat kesal. Dulu dia meminta putus dengan alasan orang tuanya tidak memberikan restu karena dia orang miskin. Namun, nyatanya wanita itu kini sudah menikah dengan pengusaha kaya.


"Lihat saja, Citra. Akan aku buktikan kalau aku akan menjadi orang yang jauh lebih sukses dari suami kamu itu. Lalu, aku akan tertawa terbahak saat kamu mengemis ingin kembali padaku," kata Andra geram.


Saat ini laki-laki itu berdiri di balkon kamarnya dan menatap ke arah rumah yang ada di seberang jalan. Dia juga akan membuatnya cemburu dengan kehidupan rumah tangganya.


"A-h. Aku ajak Adel untuk kerja sama. Dia 'kan orangnya agak oon dan cerewet banget. Apa bisa di ajak kerja sama, ya?" gumam Andra.


"Akhirnya, selesai juga!" Adelia berjalan ke luar balkon kamar.


Kamar perempuan itu ada di sisi kiri. Sementara itu, kamar Andra berada di sisi kanan. Balkonnya agak dekat dari posisi Andra saat ini. Keduanya saling melihat, lalu pada-pada memalingkan muka secara bersamaan.


"Apa itu?" tanya gadis bersurai panjang itu penasaran.


Adelia dan Andra pun duduk di ruang tengah mereka yang ada di lantai satu. Keduanya saling duduk berdampingan di sofa yang besar. Mereka pun duduk bersila saling berhadapan.


"Apa kamu tahu perempuan yang tinggal di rumah yang ada depan itu?" tanya Andra.


"Nggak. Siapa dia?" Terjeda sebentar, "artis? Model?" Adelia bertanya dengan perasaan sangat penasaran.


"Bukan. Tapi, mantan kekasih aku," jawab Andra.


"Apa?" Adelia sangat terkejut.

__ADS_1


Tadi dia sempat melihat wanita itu menatap ke arahnya. Penampilannya sangat glamor dan berkelas dengan barang-barang bermerk yang melekat pada tubuhnya.


"Dia kemarin memutuskan aku secara tiba-tiba. Awalnya aku juga terkejut. Tidak ada masalah apa-apa, dia minta putus. Alasannya karena orang tua dia ingin masa depan anaknya terjamin. Ternyata dia itu cuma alasan untuk bisa menikah dengan seorang pengusaha kaya," jelas Andra.


"Loh, bukannya kamu juga orang kaya sekarang?" Adelia berkata dengan mata memicing.


"Aku 'kan bisa mewarisi harta itu, jika menikah dengan kamu," jelas laki-laki yang memiliki hidung mancung.


"Berterima kasihlah kamu kepadaku!" seru Adelia dengan sombong.


"Iya, iya. Lalu, aku juga mau minta bantuan kamu!" pinta Andra dengan menatap wajah sang istri dengan teliti.


"Apa itu?" tanya perempuan itu mulai penasaran.


"Jika, di depan Citra, aku ingin kita berakting jadi pasangan yang romantis dan harmonis," jawab Andra.


Mendengar permintaan suaminya itu membuat Adelia juga kepikiran untuk melakukan hal yang sama. Senyum lebar kini menghiasi wajah perempuan itu.


"Baiklah, aku setuju. Tapi," ucapan Adelia terjeda, "aku juga kita berakting hal yang sama di depan suami tetangga kita yang ada di sebelah."


Andra sangat terkejut mendengar keinginan istrinya. Dia tidak menyangka kalau Adelia punya keinginan seperti itu. Namun, kenapa harus melakukan itu di depan suami orang.


"Apa kamu punya masalah dengan laki-laki itu?" tanya Andra.


Adelia tidak langsung menjawab pertanyaan dari suaminya. Dia merasa sangat malu untuk memberi tahu kebenarannya.


"Iya. Dia mantan kekasih aku yang selingkuh," jawab Adelia.


"Apa?" Andra sangat terkejut mengetahui fakta menarik ini.

__ADS_1


***


Bagaimana aksi mereka berakting untuk membalas pada mantan mereka? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2