Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 46. Jalan-Jalan Berdua


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 46


Adelia dan Andra memutuskan pergi jalan-jalan, karena mereka merasa bosan terus berada di kamar hotel. Mereka pergi ke taman hotel yang menyuguhkan taman bunga dan air mancur. Kedua sejoli itu terlihat sangat bahagia, senyum manis terus tercipta di wajah mereka.


“Kita pergi duduk di kursi taman itu, yuk!” ajak Adelia kepada suaminya.


“Ayo!” Andra pun menggandeng tangan sang istri menuju ke kursi besi yang ada di dekat kolam air mancur.


Saat kedua orang itu sedang asyik bermesraan, terdengar suara yang mengejutkan mereka. Saat Andra dan Adelia mengarahkan pandangan mereka ke arah samping, terlihat ada Citra yang sedang berjalan mendekat. 


“Kalian sedang apa di sini?” tanya Citra sambil tersenyum manis dan menggoda.


Melihat itu Adelia merasa adanya ancaman dari calon pelakor. Maka dia pun lekas merangkul mesra Andra. Wanita itu ingin menunjukan kepada perempuan yang memakai barang bermerk terkenal, kalau Andra adalah miliknya.


“Sedang apa kita di sini, aku rasa tidak ada hubugannya sama kamu,” balas Adelia.


“Aku tidak tanya kamu!” balas Citra lagi dengan sarkas.


Adelia yang tidak suka pada Citra sejak awal menantang dia lewat tatapan tajam. Namun, ketika dia merasakan sentuhan tangan suaminya di punggung, tiba-tiba saja terbersit sebuah ide. Dia dengan suara manja mengajak Andra bicara sebelum laki-laki itu berbicara kepada wanita yang sudah menjadi musuh bebuyutannya.


"Sayang, kita ke kamar lagi, yuk! Kita lanjut lagi buat bayi yang lucu dan wajahnya mirip kita berdua," ajak Adelia sambil menatap mesra suaminya.


Andra sempat terkejut atas permintaan istrinya ini. Dia menduga kalau Adelia sedang cemburu dan mau memanas-manasi Citra. Lalu, dia pun mencium mesra bibir sang istri yang selalu saja terlihat menggoda.


"Tadi kamu tanya kita sedang apa di sini? Kita di sini sedang membuat bayi," balas Andra yang kini sudah berdiri di depan Citra sambil merangkul pinggang Adelia dengan mesra.

__ADS_1


Lalu, kedua orang itu pun pergi meninggalkan Citra yang memasang wajah masam dan tangan terkepal. Dia beberapa hari ini mencari jadwal Andra sehari-hari, agar bisa kembali mendekati dirinya. Dia sungguh sangat menyesal sudah memutuskan laki-laki yang dia cintai dulu demi ambisi kedua orang tuanya.


"Andra aku yakin sekali kamu akan kembali dalam pelukan aku," ucap Citra bermonolog.


***


Di tempat lain, Bella sedang membersihkan tumpahan es krim yang ada di kepala Bram. Sementara itu, wanita yang sudah menjatuhkan es krim hanya terdiam mematung dengan wajahnya yang pucat dan tatapan mata yang ketakutan.


"Hei, kamu! Kalau jalan itu yang benar. Masa ada orang sebesar ini kamu tumpahi es krim," ucap Bella yang kecerdasannya dua level di atas Adelia.


Bram ingin sekali melarat ucapan istrinya, karena perempuan itu tidak sengaja melakukan hal ini. Selain itu, dia juga jatuh tersungkur ke lantai. Mana ada orang yang sengaja menumpahkan es krim ke kepala orang lain, kecuali kalau dia mau mencari gara-gara.


'Es krim seratus ribu milikku tumpah di kepala orang. Malang sekali nasib aku. Uang terakhir yang aku punya, karena lapar dan haus juga tergoda oleh penampilannya, aku rela antri beli ini. Tapi, karena kecerobohanku sampai terjatuh.' (Bonie)


Perempuan yang terlihat lebih muda dari Bella itu hanya bisa diam saat istri dari laki-laki itu memarahinya. Saking Shock-nya dia sampai lupa bagaimana bicara. click


"Sudah, kamu diam saja. Mungkin dia tidak sengaja melakukan hal itu," ucap Bram mencoba menenangkan istrinya.


"Maaf," ucap wanita itu lagi dengan tatapan yang menunjukkan penyesalannya.


Orang-orang yang ada di sana melirik ke arah mereka, karena tadi mendengar suara sesuatu yang jatuh.


"Tidak apa-apa, kok. Aku tahu kamu tidak sengaja melakukan hal ini barusan," balas Bram.


Bella tahu kalau Bram itu terlalu baik hati kepada siapapun. Bahkan orang yang saja dia temui.


Bram dan Bella pun melanjutkan acara jalan-jalan mereka, tetapi saat mereka sedang jalan di kawasan bazar jajanan. Mereka bertemu temu dengan Adelia dan Anak. Pasangan itu terlihat sedang mencicipi berbagai macam makanan di pinggir jalan.


Sebenarnya, Bram mengajak Bella ke sana juga karena dulu Adelia sering mengajaknya ke sini untuk mencari makanan yang enak.

__ADS_1


"Bram … Bella?" Adelia memanggil keduanya saat melihat orang yang sudah menepuk bahunya.


"Adelia, aku kira kalian sedang pergi liburan," bisik Bella di telinga Adelia.


"Ya, liburan di hotel," balas Adelia.


"Apa? Hotel!" pekik Bella terkejut.


Bukan hanya Bella saja yang terkejut. Bram juga sangat terkejut dan penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh kedua orang perempuan itu.


Berbeda dengan Andra yang merutuki kepolosan istrinya. Secara tidak langsung memberi tahu kedua tetangganya itu kalau semalam mereka sudah menghabiskan waktu di hotel.


'Tapi bagus juga, sih. Biar si Bram sadar diri, kalau Adelia itu sudah menjadi milik aku.' (Andra)


***


Apa yang akan terjadi pada kedua pasangan ini saat melakukan jalan-jalan bersama? Tunggu kelanjutannya, ya!


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Yang suka Cerita komedi romantis Cus meluncur ke novelnya.


Rafael, siswa pembuat onar yang tanpa sengaja terjebak semalaman di perpustakaan dengan gurunya yang sering dipanggil Ning Annisa. Keduanya pun dinikahkan demi menjaga nama baik keluarga mereka.


Rafael bukanlah tipe suami idaman Ning Annisa. Dia tidak bisa menjadi imam bagi keluarganya. Berkelakuan buruk, minim ilmu agama, usia masih muda, dan mempunyai sifat mesum yang sering membuat Ning Annisa merinding.


"Kamu boleh menyentuhku, jika sudah bisa menjadi imam sholatku."


"Akan aku buktikan, kalau aku memang laki-laki yang pantas untuk menjadi suamimu."


Akankah Rafael mampu menjadi suami yang diidamkan oleh Ning Annisa?

__ADS_1


Bagaimana Ning Annisa menghadapi sifat dan kelakuan mesum berondongnya?



__ADS_2