Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 41. Andra Selingkuh?


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 41


Adelia memasang wajah cemberut begitu keluar dari kantor tempat Andra bekerja. Masih terngiang-ngiang ucapan rekan kerja suaminya, kalau dia sedang pergi makan siang di luar, sekalian akan menemui klien mereka.


Langkah kaki Adelia berjalan dengan cara dihentak-hentakan untuk melampiaskan rasa kekesalan dia saat ini. Perempuan itu pun pergi makan siang sendiri ke restoran yang tidak jauh dari kantor perusahaan milik kakek Andi.


Saat dia memasuki restoran itu, betapa terkejutnya Adelia melihat ada Andra sedang makan siang bersama seorang wanita di sana. Sang istri pun lantas berjalan cepat ke arah laki-laki itu. Tanpa bicara apa-apa, Adelia menarik wajah Andra dan mencium bibirnya di depan orang banyak.


Andra yang awalnya terkejut karena tiba-tiba ada yang mencium bibirnya, langsung memberikan siluman balasan kepada sang istri. Lalu, menarik tubuh Adelia agar duduk di samping dia.


"Sayang, kok, kamu bisa di sini?" tanya Andra dengan tatapan penuh tanya. Sungguhan tidak menyangka kalau Adelia akan datang ke restoran ini, padahal jaraknya lumayan agak jauh dari kafe milik sang istri.


"Untuk memergoki suami yang sedang selingkuh," jawab Adelia dengan mata melotot, ekspresi wajah cemberut, dan kedua tangan bertolak pinggang.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Adelia membuat Andra mengerutkan keningnya, karena tidak mengerti dengan ucapannya barusan. Namun, dalam hati kecilnya terselip rasa bahagia, karena hal ini membuktikan kalau Adelia sudah mulai benar-benar jatuh cinta kepadanya. Tinggal menyadarkan dia saja, karena otak kecilnya yang belum mampu mencerna semua yang dirasakan sendiri saat ini.


"Siapa yang sudah selingkuh?" tanya Andra dengan menahan tawanya.

__ADS_1


"Ckkk, maunya lagi! Buktinya saat ini kamu sedang makan berdua dengan seorang wanita," jawab Adelia.


Andra pun tertawa renyah, begitu juga dengan wanita yang ada di depannya. Lalu, laki-laki itu pun memutarkan kepada sang istri agar bisa melihat wajah wanita yang sedang duduk di depannya. Dia tahu betul kalau Adelia otaknya selalu loading lama.


"Mami?" pekik Adelia sangat terkejut mendapati Ibu mertuanya sedang duduk tepat di depan dia.


"Iya, Adel. Ada apa?" jawab Mami Alicia sambil menahan tawanya.


Betapa malunya Adelia saat ini, karena sudah salah sangka terhadap sang suami. Rasanya dia ingin segera bersembunyi di kolong meja, saking malu. Belum lagi orang-orang di restoran itu kini sedang menatap ke arah dirinya.


"Andra, aku malu~," kata Adelia merengek sambil menyembunyikan wajahnya di lengan laki-laki yang duduk di sampingnya.


"Sayang, kamu cemburu, ya?" tanya Andra sambil berbisik.


Bukannya menjawab pertanyaan Andra, perempuan itu malah memeluk erat tubuh suaminya. Adelia teringat kembali ucapan Abbas tadi pagi. Jika dia merasa cemburu berarti itu tandanya cinta. Maka, saat ini otak Adelia yang pas-pasan itu sedang berusaha memahami perasaannya sendiri.


"Kata Abbas kalau kita cemburu berarti itu tandanya cinta," bisik Adelia ini masih berada di dalam dekapan Andra.


"Lalu, apa yang saat ini kamu rasakan?" tanya laki-laki yang kini jantungnya berdetak sangat kencang karena menanti jawaban dari sang istri.


"A-ku, cemburu," jawab Adelia berbisik dan hanya Andra yang bisa mendengarnya.

__ADS_1


Betapa bahagianya Andra saat ini setelah mendengar pengakuan Adelia. Dia pun mengucapkan terima kasih dan mencium seluruh wajah sang istri dengan lembut.


"Mi, Adelia sudah cinta sama aku! I love you, Adelia! Aku mencintaimu, Adelia! Aishiteru, Adelia!" Andra terus mengulang kata-kata pengakuan cintanya kepada sang istri.


Mami Alicia tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya kini saling mencintai. dia berharap kalau pernikahan mereka langgeng sampai akhir hayat.


'Berbahagialah kalian berdua. Karena kalian memang berhak untuk selalu bersama.' (Mami Alicia)


"Sudah aku malu," ucap Adelia masih merengek. Saking malunya dia sampai tidak berani mengangkat kepala.


'Tunggu. Kalau kita berdua sudah saling mencintai, berarti nanti kita akan membuat bayi bersama. Apa akan seperti dua orang tadi yang ada di gudang? Adel, apa yang kamu pikirkan!' Adelia berteriak dalam hatinya.


***


Apakah Adel dan Bram akan membuat bayi? Tunggu kelanjutannya, ya!


Teman-teman, maaf aku tidak bisa up bab banyak-banyak. Karena aku dua tanganku masih sakit sejak dari bulan kemarin. Insha Allah, jika sudah sembuh aku usahakan up banyak. Terima kasih atas perhatiannya.


Sambil nunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik, loh! Cus meluncur ke novelnya


__ADS_1


__ADS_2