
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 38
Anda mengedipkan kedua matanya untuk mencerna apa yang barusan diucapkan oleh Adelia. Dalam pikirannya dia menyangka kalau sang istri pasti sedang melantur. Sebab, mana mungkin dia mau makan bersama dengan orang yang paling dia tidak sukai.
"Apa kamu akan senang jika aku ikut makan malam bersama Citra?" tanya Andra.
"Loh, memangnya kenapa?" Adelia malah balik bertanya.
Laki-laki itu rasanya ingin sekali membongkar isi kepala perempuan yang menatap dirinya dengan polos. Adelia itu kadang kebaikan hatinya tidak sejalan dengan otaknya.
"Oke, baiklah jika itu yang kamu inginkan," balas Andra dengan kesal.
Mendengar jawaban suaminya, Adelia sangat bahagia sekali. Sampai dia menghambur memeluk dan memberikan ciuman di pipi Andra.
"Terima kasih suamiku," ucap Adelia dengan senyuman termanis.
'Tunggu saja pembalasan aku, Adelia!' (Andra)
***
Akhirnya ketiga pasangan itu makan malam bersama di sebuah restoran mewah. Terlihat jelas rona kebahagiaan terpancar dari wajah lima orang, sedangkan yang seorang lagi memasang wajah masam.
Chandra dan Bella duduk berdampingan, terlihat jelas kebahagiaan dari kedua orang ini. Mereka dengan saling melirik dan melempar senyum. Begitu juga dengan Bram dan Adelia, kedua orang ini hanya bisa saling melihat secara diam-diam. Keduanya merasa tidak enak karena ada Andra yang duduk di antara mereka. Sementara itu, Citra yang duduk diapit oleh Chandra dan Adelia, juga selalu melihat ke arah Andra dan memberikan senyuman cantiknya berusaha menggoda sang mantan kekasih.
Dari keenam orang itu hanya Bella dan Chandra yang terlihat asyik ngobrol. Sementara itu, keempat orang lainnya hanya diam menikmati makan malam mereka.
Tanpa sengaja Adelia melihat ke arah Citra yang sedang tersenyum menggoda kepada Andra. Lalu, perempuan itu melirik oleh suaminya yang sedang makan. Balik lagi Adelia melihat ke arah Citra yang masih diam-diam matanya melirik ke arah Andra. Ada perasaan tidak suka saat melihat perempuan lain sedang mencoba menggoda sang suami.
'Apaan si Mak Lampir ini?' (Adelia)
Perempuan itu lupa akan niat awal mengadakan acara ini. Yaitu, menyatukan kembali cinta antara Andra bersama dengan Citra. Agar dia bisa kembali menjadi hubungan dengan Bram dengan hati yang tenang, karena Andra juga bisa hidup bahagia dengan wanita yang mencintai dirinya dan dicintai olehnya.
__ADS_1
"Suamiku, coba undang ini, rasanya enak, loh! Aaaaa …." Adelia menyuapi Andra dan laki-laki itu pun menyambut suapan dari sang istri. Betapa bahagianya Adelia dan melirik sinis ke arah Citra.
'Rasakan, Mak Lampir. Cemburukan? Andra itu suami aku. Berani-beraninya kamu main senyum dan melirik genit kayak tadi padanya.' (Adelia)
"Bagaimana? Enak?" tanya Adelia dengan tatapan mata yang berbinar.
Adelia tidak sadar kalau Bram melihat apa yang sedang dia perbuat terhadap Andra. Begitu juga dengan Citra yang melotot saat melihat Adelia menyuapi pujaan hatinya.
"Menurutku enakan daging kerang ini. Coba, buka mulutmu!" Kali ini giliran Andra yang menyuapi Adelia.
Adelia menyambut uluran tangan suaminya dan mau makan daging kerang itu. Rasa daging yang kenyal dan bumbu yang terasa pas sesuai dengan seleranya, membuat perempuan itu menganggukan kepala berapa kali sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.
"Bagaimana, Sayang? Enak, 'kan?" tanya Andra sambil menyeka ujung bibir Adelia yang terlihat ada sisa bumbu.
"Iya, enak banget!" seru Adelia dengan perasaan senang.
"Apa mau lagi?" tanya Andra dan Adelia mengiyakan.
Kini keduanya malah saling menyuapi satu sama lain. Tentu saja ini membuat Bram dan Citra, merasa kecewa dan sakit hati. Mereka menyangka kalau malam ini akan menjadi awal dari terjalin kembalinya hubungan asmara yang sempat kandas. Namun, yang ada malah kemesraan yang diperlihatkan oleh para mantan kekasih keduanya.
"Sepertinya Andra dan Adelia sudah sering mencintai," bisik Bella.
"Iya. Kalau begini biarkan saja mereka membangun kehidupan berumah tangganya. Jangan mengganggunya. Biarkan Bram mencari sendiri kebahagiaan yang lainnya," balas Chandra dengan berbisik.
Berbeda dengan Citra yang sejak tadi menatap tajam ke arah pasangan suami istri yang masih saling menyuapi. Perempuan itu memaki Andra dan Adelia di dalam hatinya.
'Dasar perempuan gatal, beraninya dia menggoda kekasihku! Akan aku pastikan Andra jatuh kembali dalam pelukanku. Hanya aku wanita yang pantas untuk dirinya.' (Citra)
Berbeda dengan Bram. Laki-laki itu menatap sendu ke arah Adelia. Dia bisa melihat senyum dan tatapan binar perempuan itu terhadap suaminya.
'Adel, apakah hati kamu sudah berpaling kepadanya? Bukannya dulu kau bilang hanya aku satu-satunya laki-laki yang engkau cintai.' (Bram)
Acara makan malam itu terasa menyenangkan bagi empat orang. Sementara itu, bagi dua orang lainnya terasa sangat menyedihkan, karena harus melihat keromantisan sang mantan.
Acara makan malam berakhir saat jam sudah menunjukan pukul 21:00 dan itu adalah waktunya Adelia tidur. Andra pun mau ngajak sang istri untuk keluar dari restoran itu. Ternyata keempat orang lainnya mengikuti dia. Mereka pun pulang dan berjalan bersama ke arah parkiran.
__ADS_1
Betapa senangnya Andra saat ini, karena dia bisa melihat tatapan binar dari Adelia. Berbeda dengan sorot mata Bram yang terlihat getir. Citra? Dia sudah tidak mau lagi peduli terhadap wanita itu.
'Sepertinya Adelia lupa apa tujuan dia mengadakan acara makan malam ini. Bagus, deh. Dengan begini baik Bram maupun Citra tidak punya kesempatan untuk mengganggu hubungan kami.' (Andra)
Laki-laki itu pun berjalan sambil merangkul tubuh sang istri. Keduanya terlihat berjalan sambil berbincang-bincang sesuatu yang membuat mereka tertawa bahagia.
Bram yang melihat itu pun hanya menarik napas dan mengedipkan matanya yang terasa panas dan sakit. Berbeda dengan Citra yang terlihat memasang wajah muram dan mengepalkan kedua tangannya.
'Jadi, ini maksud dia mengundang aku untuk ikut makan malam bersama. Hanya untuk memperlihatkan kemesraan dirinya dengan Andra. Dasar perempuan gatal yang licik!' (Citra)
***
Adelia yang merasa senang saat acara makan malam itu. Dia lupa kepada Bram saat ini, sampai Bella mengirim pesan kepadanya.
^^^Adel, sepertinya kamu dan Andra sudah saling mencintai, ya? Berarti kamu tidak akan kembali kepada Bram.^^^
'Apa maksudnya ini? Kenapa Bella mengirim pesan kepadaku seperti ini?' (Adelia)
Aku dan Andra menjalin hubungan yang baik. Untuk urusan cinta aku belum jatuh cinta padanya.
^^^Tapi yang aku dan Chandra lihat kalau kalian sudah saling menyukai. Jika, demikian pertahanan adalah rumah tangga kalian.^^^
Kenapa kamu berpikir seperti itu? Dia baik kepadaku, maka aku pun baik kepada dia.
^^^Tidak salah lagi, aku bisa melihat kalian berdua sudah saling jatuh cinta.^^^
'Apa benar aku dan Andra sudah saling menyukai?' (Adelia)
***
Apakah Adelia bisa sadar akan perasaannya terhadap Andra? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1