Tetanggaku ... Mantanku

Tetanggaku ... Mantanku
Bab 58. Makan Malam Romantis


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 58


Citra yang sedang di rumahnya tanpa sengaja melihat ada sesuatu yang berbeda dengan halaman rumah mantan kekasihnya. Maka dia pun mengintip lewat kaca jendela di balik gorden.


"Ada apa, ya, di rumah Andra? Kenapa di rias seperti itu?" Citra bertanya-tanya dengan rasa penasaran yang tinggi.


Dia pun mengambil teropong agar bisa melihat lebih jelas ke rumah yang ada di depannya. Wanita itu terus mengamati keadaan rumah rivalnya.


"Ih, benar itu Andra dan si wanita gatal. Mau ke mana? Eh, mereka duduk di sana. Mau ngapain?" Citra masih memperhatikan sepasang sejoli yang kini mulai makan.


"Ngapain mereka makan di luar seperti itu. Kayak nggak mampu pergi ke restoran saja. Malu-maluin!" Citra terus meracau.


Dia semakin panas hatinya saat melihat dua anak manusia itu makan sambil saling menyuapi. Ini mengingatkan dirinya dulu saat masih berpacaran dengan Andra. Dia pun ingin mengulang kembali ke masa-masa seperti itu.


'Andra terlihat tampan dan gagah.' (Citra)


"Ish, si wanita gatel mau ngapain itu?" Citra semakin melotot saat melihat Adelia dan Andra ber-selfie dengan posisi sang istri berada di pangkuan suaminya.


"Bikin emosi saja kelakuannya," kata Citra terus saja meracau.


Terlihat Adelia duduk kembali di kursinya. Keduanya pun melanjutkan makan penutup dan Citra memikirkan caranya untuk mengganggu acara pasangan itu.


"Aku punya ide!" serunya lalu bergegas naik ke lantai atas.


***


"Aku tidak percaya," ucap Adelia sambil memotong daging.


Mendengar ucapan sang istri barusan membuat Andra tersentak. Ada rasa sakit di dadanya seperti terhujam oleh pisau belati.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Andra dengan tatapan sendu. Dia pun menggenggam tangan Adelia meminta penjelasan.

__ADS_1


"Pikir saja sendiri," balas Adelia.


Wanita itu menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah sang suami yang mendadak pucat. Tentu saja dia tahu kalau Andra itu benar-benar tulus mencintai dirinya. Saudara kembar dia pun mengatakan hal demikian dan Adelia pun percaya.


"Adel, kenapa kamu masih meragukan cintaku? Meski kamu bukan pacar pertama aku, tetapi kamulah belahan jiwaku," kata Andra yang masih menggenggam tangan Adelia.


"Aku kira kamu masih suka sama mantan kamu itu," tukas wanita bergaun marun itu.


"Tidak. Hanya kamu yang suka. Meski Citra terus datang menggoda aku seperti tadi siang. Aku hanya cinta kamu!" aku Andra dengan tatapan mata yang memperlihatkan kesungguhannya.


"Memangnya ada apa tadi siang?" tanya Adelia pura-pura tidak tahu.


Andra pun menceritakan kejadian siang tadi di warung nasi. Pesan Abbas yang memberi tahu tentang video yang diunggah Citra. Lalu, betapa takutnya dia kalau Adelia sampai pergi karena marah.


"Aku tidak bohong. Percayalah!" pungkas Andra.


Adelia pun tersenyum manis dan berkata, "Aku percaya kepadamu. Bukannya pasangan suami istri itu harus saling mempercayai dan menjaga perasaan."


Betapa bahagianya Andra karena sang istri mau mempercayai dirinya. Diciumi tangan Adelia berkali-kali dengan lembut. 


"Terima kasih, Sayang. Aku akan selalu menjaga kepercayaan kamu ini. Aku juga akan selalu menjaga cintaku ini hanya untukmu," ujar Andra.


"Tentu saja aku akan mencintai dan menyayangi bayi-bayi kita nanti. Tapi, rasa cintanya berbeda dengan cinta yang ini, cinta aku sama kamu," balas Andra.


"Iya, tahu. Cinta kamu sama aku cinta pada pasangan hidup. Sedangkan nanti kalau sama bayi kita itu cinta pada anak atau keluarga. Benar, 'kan?" tanya Adelia dengan tatapan jahil dan nakal.


Andra yang gemas pun langsung menarik tengkuk sang istri dengan lembut dan memberikan ciuman lembut untuknya. Meski awalnya lembut, tapi ujung-ujungnya menjadi ciuman yang penuh dengan gairah.


Setelah merasa puas mencium sang istri, Andra pun melepaskan tautan bibir mereka.


Citra yang berniat mengganggu acara Adelia dengan Andra menyamar menjadi hantu wanita berbaju putih dengan rambut hitam panjang. Wajah dia dirias sepucat mungkin dengan mata hitam dan warna merah di sudut bibirnya. Dengan hati-hati wanita itu berlari menyebrang jalan. Dia tidak perlu takut tertabrak atau terserempet kendaraan. Sebab, mereka tinggal di komplek perumahan mewah yang hanya di isi 20 rumah dengan jalan aspal yang lumayan luas, jadi tidak akan yang menabrak kamu meski berlarian di tengah jalan.


Citra berdiri di dekat pohon, dia diam sambil melihat ke arah Adelia. Dalam hatinya dia berharap kalau rival cintanya itu melihat ke arahnya agar dia bisa menakut-nakuti.


Sepertinya doa Citra dikabulkan, karena beberapa saat kemudian Adelia melirik ke arah pohon. Tentu saja itu membuat Adelia terkejut dan takut.

__ADS_1


"Dasar hantu sia_lan! Aku jijik melihat makhluk seperti kamu!" Adelia melemparkan sendok ke arah Citra dan mengenai keningnya.


"Awww, sia_lan kamu Adelia!" Citra meringis kesakitan.


"Eh, setannya tahu nama aku, Andra. Bagaimana ini?" Adelia kini berada di pangkuan suaminya.


"Pergi sana jauh dari aku. Aku tidak kenal kamu, setan!" Adelia kali ini lemparkan garpu dan mengenai pipi Citra. Ujung garpu itu menggores pipi mulus milik wanita itu.


"Aduh, perih. Sia_lan kamu, dasar wanita gatal," ucap Citra sambil memegang pipinya.


"Suamiku, kenapa setan itu ngeselin seperti mantan kamu itu!" Kini Adelia melemparkan pisau yang tadi dipakai untuk memotong daging.


Melihat pisau yang kini dilemparkan oleh Adelia ke arahnya. Maka Citra pun berlari kabur dari sana.


'Gila juga wanita gatal itu. Bisa-bisanya dia melemparkan pisau ke arah aku.' (Citra)


Melihat hantu jadi-jadian itu kabur, membuat Adelia melongo. Apalagi saat melihat hantu itu berlari ke arah rumah Citra.


"Suamiku, jangan-jangan hantu barusan peliharaan milik mantan kamu itu?" Tatapan mata Adelia masih tertuju kepada rumah yang ada di depannya.


'Apa Adelia belum sadar kalau yang dia lempari pakai sendok sampai pisau itu adalah Citra?' (Andra)


Bella dan Bram yang berada di balkon lantai dua itu tertawa geli saat melihat Citra yang berlari ketakutan oleh Adelia. Awalnya mereka juga terkejut dengan penampakan hantu di sana. Namun, begitu Adelia melemparkan sendok dan hantu itu mengaduh kesakitan, maka sudah jelas kalau itu adalah hantu bohongan.


"Adel, sepertinya tidak sadar kalau itu adalah Citra," ujar Bella.


"Iya. Begitulah Adel." Bram memegang perut karena sakit terus tertawa.


"Wanita itu sedang berusaha merebut kembali Andra dari tangan Adel," ucap wanita yang memakai baju pasangan dengan suaminya.


"Aku rasa tidak akan semudah itu. Lagian Andra sudah terlalu cinta kepada Adel," kata Bram dengan perasaan sedikit terluka.


***


Bagaimana rencana perjodohan yang diusung oleh Adelia dan Bella untuk mencari jodoh Bram? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya.



__ADS_2