
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 69
Andra sedang berdiri dengan satu kaki sambil mengangkat kedua tangannya ke atas. Sementara itu Adelia duduk sambil terus memelototi suaminya.
Suasana rumah mereka yang biasanya terlihat cerah kini menjadi suram. Keempat orang lainnya hanya bisa duduk sambil berdiam diri. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena mood ibu hamil itu sedang dalam keadaan marah.
Sudah lebih dari satu jam lebih Andra menerima hukuman dari Adelia. Hal ini dikarenakan tubuh suaminya sudah dilihat oleh perempuan lain dan Adelia tidak menyukai itu.
"Adel~" rengek Andra karena sudah merasa pegal dan lelah.
"Jangan kamu turunkan kaki itu sampai aku bilang selesai," ucap Adelia galak.
Abbas yang sejak tadi hanya melihat saja sudah merasa pegal. Sementara itu Mami Alicia tidak bisa berbuat apa pun untuk membantu putranya.
"Adel, masa kamu tidak kasihan kepada Andra," kata Mama Alia sambil mengusap punggung putrinya.
"Ya sudah kalau begitu, kamu boleh menurunkan kaki. Tapi nanti harus mandi dengan kembang tujuh rupa, tujuh warna, dan mandinya sebelum matahari terbit," ucap Adelia dengan bibir mengerucut.
Orang-orang yang ada di sana hanya bisa mengangakan mulut mereka setelah mendengar ucapan Adelia. Baik keluarga yang sendiri ataupun keluarga suaminya, tidak pernah membayangkan untuk melakukan hal seperti itu.
Entah dari mana Adelia tahu hal yang seperti ini. Tidak ada seorangpun dari pihak keluarga yang pernah melakukannya atau memberitahu tentang ini kepada dirinya.
Andra mengambil tujuh jenis bunga dengan tujuh warna yang ada di halaman belakang. Tentu saja bunga-bunga itu adalah tanaman yang dirawat dan selalu diurus oleh Adelia seperti anak sendiri. Dia mengambil semua bunga itu tanpa diketahui oleh sang istri.
Andra rela melakukan apa pun semua hal yang disukai oleh istrinya. Meski mandi kembang 7 rupa di malam hari, dia lakukan juga.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Andra ingin tidur. Masih ada waktu 3 jam sebelum pergi ke kantor. Namun, baru saja menaikan sebelah kakinya ke atas ranjang, Adelia berteriak.
"Jangan tidur bersama dengan aku selama 7 hari," kata Adelia.
"Adel~." Andra menatap istrinya dengan memohon dan wajah memelas. Mana mungkin dia akan sanggup tidur tanpa memeluk Adelia. Apalagi ini untuk satu minggu.
"Pokoknya kamu tidur di sofa," ujar Adelia dengan memasang wajah galak persis mertua jahat di sinetron yang sering di tonton oleh mamanya.
"Adel~." Andra mencoba merayu istrinya dengan memasang wajah imut.
Hati Adelia menjadi bimbang saat melihat tatapan mata dan ekspresi wajah suaminya. Dalam hati dia juga tidak mau kalau tidur tidak dipeluk oleh Andra. Namun, dia harus melakukan ini agar menjadi pelajaran bagi laki-laki itu.
"Kamu boleh peluk aku sekali sebelum tidur di sofa," kata Adelia dengan wajah imutnya yang sok jual mahal.
"Aku inginnya tidur memeluk kamu," tukas Andra tidak mau kalah bernegosiasi.
'Lumayanlah walau hanya memeluk dan mencium dirinya sebelum tidur. Daripada tidak sama sekali.' (Andra)
Akhirnya Andra pun memeluk dan mencium bibir Adelia sebelum dia pergi tidur di sofa. Mungkin karena kelelahan dia langsung jatuh tertidur begitu membaringkan tubuhnya di sofa.
***
Pagi-pagi setelah selesai sarapan Andra memberikan kode kepada Abbas. Dia ingin membicarakan sesuatu yang penting kepada kakak iparnya. Dia yakin kalau laki-laki ini bisa membantu dirinya untuk menyelesaikan masalah.
"Aku harus pergi pagi-pagi," ujar Andra sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
"Aku harus pulang dulu ke rumah, mau ganti baju dan ambil tas kerja milikku," kata Abbas sambil beranjak dari kursi.
"Mami masih akan tinggal di sini untuk menjaga Adel dan bayi kalian," tukas Mami Alicia.
__ADS_1
Saat kedua lelaki itu sampai di halaman depan rumah, keduanya terlihat obrolan yang serius. Andra memastikan dulu kalau Adelia tidak mengintip lewat jendela.
"Ada apa?" tanya Abbas.
"Ada yang mengirim pesan ke handphone aku, beberapa hari yang lalu. Sebenarnya aku selalu mengabaikan pesan dari orang asing. Namun, dari hari ke hari kelakuan orang yang sering mengirim pesan ke nomor aku itu tidak bisa ditolerir lagi. Aku ingin membicarakan hal ini kepada kamu. Kalau bisa nanti kita makan siang bersama untuk membicarakan hal ini lebih lanjut," jawab Andra dengan suaranya yang pelan.
"Oke. Datanglah ke rumah makan dekat perusahan. Aku akan menunggu kamu di sana," tukas Abbas.
Di rumah sebrang terlihat Mama Cindy menatap tidak suka kepada Abbas. Dia paling benci kepada tipe orang-orang yang pintar dan bisa menekan orang lain. Menurutnya mereka adalah lawan yang akan sulit disingkirkan.
***
Pesan apa yang masuk ke handphone milik Andra? Apakah Mama Cindy akan melakukan siasat licik lagi? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh! Cus kepoin novelnya. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.
Rico Dominico, seorang pelajar SMA yang tanpa sengaja masuk ke ruang bawah tanah di rumah tua milik kakeknya. Ternyata di sana banyak sekali benda-benda pusaka. Dia melihat sebuah buku yang tersimpan secara terpisah. Begitu dibuka ada cahaya yang keluar dari buku itu dan menyeret dirinya ke dimensi dunia lain.
Kini Rico berada di dunia antah berantah, yang dimana para penghuninya memiliki kekuatan sihir dan bisa memanggil hewan suci sebagai pelindung mereka. Selain itu, dia juga bisa merapalkan banyak mantra asing yang mempunyai kekuatan besar.
Rico mengucapkan sebuah mantra yang bisa memanggil Raja Naga yang legendaris. Hal ini membuktikan kalau dirinya punya kekuatan yang sangat besar. Akibatnya, dia diburu oleh banyak orang yang menginginkan kekuatan dirinya.
Rico dan teman-temannya melawan Raja Didio yang kejam dan sangat kuat untuk membebaskan negeri Eleanor.
Akankah Rico bisa selamat dari incaran mereka?
Apakah dia juga akan bisa kembali ke dunia aslinya?
__ADS_1