
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 16
Berniat ingin makan siang berdua tanpa ada gangguan dari para mantan, Adelia dan Andra memilih restoran yang berbeda dengan kemarin. Namun, takdir berkata lain. Meski mereka pindah tempat makan siang, ternyata kedua pasangan tetangganya itu juga makan di sana.
"Ish, kenapa sih kita selalu terus bertemu dengan kedua pasangan itu? Ternyata dunia ini benar-benar sangat sempit,ya?" kata Adelia dengan raut wajah yang kesal.
Akan tetapi, Andra malah tersenyum senang. Dia merangkul pinggang istrinya dengan sangat mesra.
"Justru bagus, ayo, kita buat mereka kebakaran jenggot lagi dengan keharmonisan dan keromantisan kita berdua," bisik laki-laki berjas biru dongker.
Mendengar ide dari sang suami membuat Adelia tersenyum jahil. Dia ingin membalas Citra yang sudah berbuat buruk kepadanya.
"Oke. Kita harus membuat mereka kepanasan dengan keromantisan kita," ucap Adelia sambil mengecup pipi Andra saat laki-laki mempersilahkan perempuan itu duduk di kursi yang ditarik untuknya.
"Di bibir, dong, Sayang. Biar mereka semakin kelepek-kelepek kepanasan," bisik Andra.
CUP
Adelia pun mencium bibir Andra dan itu sukses membuat Bram dan Citra membelalakkan mata mereka. Andra tertawa senang dalam hati.
'Akan aku buktikan kalau kamu sudah tidak punya kesempatan lagi untuk mendekatiku.' (Andra)
Saat makan siang kali ini Adelia yang bagian memanjakan Andra. Dia menyuapi suaminya karena laki-laki itu sibuk dengan gawai miliknya karena banyaknya pesan yang masuk.
"Minum dulu, Suamiku!" titah Adelia sambil menyodorkan gelas minum miliknya.
"Terima kasih, Sayang," balas Andra lalu mengecup bibir istrinya singkat.
__ADS_1
"Sibuk sekali?" Adelia kini makan punya sendiri.
"Banyak pesanan barang. Aku bisa menjual banyak produk dalam beberapa hari ini. Dan itu membuat kakek senang. Hanya saja aku jadi curiga sama kepala divisi penjualan. Selama ini laporan mencatat kalau penjualan sepi, tetapi saat aku pegang bagian penjualan banyak sekali yang memesan barang," jelas Andra.
"Apa mereka melakukan penggelapan uang perusahaan?" tanya Adelia.
Andra menghentikan gerakan tangannya dan mengalihkan perhatian kepada sang istri. Dia merasa kalau otak Adelia itu tidak terlalu bodoh-bodoh amat jika menyangkut uang.
"Ya, aku juga berpikir seperti itu," balas Andra.
Seperti kemarin Adelia pun pergi ke toilet. Namun, kali ini dia berpapasan dengan Bella. Mereka berdua tidak sadar kalau sebelumnya pernah bertemu di hotel, saat hari pernikahan Chandra dengan Citra atau hari bertunangan Adelia dengan Andra.
Kedua perempuan itu pun saling melirik saat mencuci tangan. Dasar Adelia yang selalu gatal ingin menyapa orang yang dia kenal, dia memulai menyapa terlebih dahulu.
"Hai, kamu yang tinggal di samping rumah, ya?" tanya Adelia.
Mendengar kalimat yang diucapkan oleh Adelia terdengar agak rancu, membuat Bella berpikir dengan keras. Setelah memahami maksud pertanyaan tetangganya ini Bella pun menganggukkan kepala.
Adelia pun tersenyum sambil mengulurkan tangan kepadanya. Dia mengajak tetangganya itu berkenalan.
"Aku, Adelia. Nama kamu siapa?" tanya istrinya Andra.
"Aku, Bella," balasnya sambil menyambut uluran tangan Adelia.
"Maaf sebelumnya aku bertanya sesuatu yang kurang sopan semalam aku melihat kamu dan Citra bertengkar di pinggir jalan. Kenapa kalian melakukan hal seperti itu?" tanya Adelia penasaran.
Bella teringat kejadian semalam saat dia pulang dari minimarket. Tiba-tiba saja cinta datang menghampiri dirinya dan memaki jangan perkataan yang pedas. Bella dituduh telah diam-diam menggoda Chandra kembali. Hanya karena mereka tidak sengaja berpapasan saat berada di parkiran rumah sakit. Setelah Bella menjenguk maminya Chandra yang masuk rumah sakit. Dirinya yang sudah lama dekat dengan wanita paruh baya itu datang untuk menjenguknya. Bukan untuk menemui Chandra.
"Dia menyangka kalau aku menggoda mantan aku itu," jawab Bella.
"Apa? Maksudnya suaminya Citra dulunya adalah mantan kamu?" Adeli sangat terkejut mengetahui fakta ini.
__ADS_1
"Iya. Kami sudah bertunangan dan akan menikah. Namun, gara-gara suatu peristiwa yang aku sama sekali tidak sadar membuat pernikahan kita gagal dan akhirnya Chandra menikah dengan Citra. Padahal aku selalu menganggap citra adalah seorang teman. Namun, dia menusuk aku dari belakang. Aku yakin sekali kalau Citra itu sudah berbuat sesuatu agar aku dan Chandra putus," jelas Bella.
Adelia bisa melihat kejujuran di mata merah Bella. Dia mencoba mengingat kembali kejadian di mana belum tidur dengan seorang wanita. Dia tidak memperhatikan wajah wanita itu. Namun dia ingat wajah laki-laki yang masuk lift bersamanya itu adalah Chandra. Jadinya, dia menduga kalau wanita yang bersama dengan Bram itu adalah Bella.
"Apa kamu tidur dengan Bram sebelum kalian berdua putus?" tanya Adelia.
Bola mata Bella membulat karena sangat terkejut mendengar pertanyaan dari perempuan yang kini berdiri di depan. Dia tidak pernah membicarakan hal ini kepada orang lain kecuali kepada seorang perempuan asing. Wanita yang berada di taman hotel pada malam hari di mana dia menyaksikan dengan kepalanya sendiri, kalau mantan tunangannya menikah dengan si wanita ular.
"Dari mana kamu tahu hal seperti ini?" tanya Bella.
"Karena aku adalah mantan kekasih Bram yang menyaksikan pacarku tidur dengan wanita lain di hotel," jawab Adelia.
"Apa?" Bella menutup mulutnya dengan mata terbelalak saking terkejutnya.
Bella mencoba menenangkan dirinya. Akhirnya dia tahu kenapa Bram selalu melihat ke arah rumah samping. Ternyata itu adalah rumah mantan kekasihnya.
"Aku minta maaf. Sungguh saat itu aku tidak tahu apa-apa. Yang aku ingat adalah sedang berada di butik. Lalu, ada konsumen yang mau nelpon dan minta janjian bertemu. Namun, saat di tengah jalan aku tidak ingat apa-apa. Sadar-sadar saat Chandra datang dan aku juga sangat terkejut. Karena ada laki-laki asing dan perempuan asing di tempat yang asing juga," jelas Bella.
Adelia ingat kalau perempuan yang ditemui di taman hotel malam hari itu adalah Bella ini. Saat itu keadaan taman gelap jadi, dia tidak bisa melihat wajahnya.
"Maksud kamu, kalau sebelumnya tidak kenal dengan Bram?" tanya Adelia tidak percaya.
"Iya, aku tidak kenal sama sekali. Bahkan itu pertama kalinya aku melihat dia. Meski katanya Bram itu karyawan di perusahaan Chandra, dulunya," ucap Bella.
Bella baru tahu kalau Bram adalah salah satu karyawan di perusahaan milik Chandra, saat mereka berbicara setelah menikah. Mereka saling berbagi cerita kisah cinta. Ternyata kalau mereka masih sangat mencintai mantan masing-masing.
"Apa? Jadi, Chandra itu atasan Bram?" Adelia lagi-lagi terkejut.
***
Bagaimana cerita sebenarnya pada hari naas itu? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1